OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022

Baru Saja Meninggalkan Toxic Relationship? Waspadalah Terhadap Taktik ‘Hoovering’ dari Sang Mantan, Ladies

Meninggalkan hubungan toxic sejatinya sangat berat, untuk berbagai alasan. Bagi pihak luar, meninggalkan toxic relationship tampaknya mudah-mudah saja. Namun bagi Ladies yang terlibat di dalamnya, dibutuhkan pertimbangan dan pemikiran yang matang. Mungkin Ladies masih mencintai mantanmu, khawatir tidak akan menemukan orang lain, atau merasa tidak dicintai dan tidak layak mendapatkan cinta yang lebih sehat, dan lain sebagainya.

Sayangnya, berusaha untuk benar-benar menjauhi hubungan toxic bisa sangat sulit, terutama jika sang mantan mulai melancarkan aksi “hoovering”. Apa itu hoovering? Bagaimana ciri-cirinya? Simak ulasannya di bawah ini ya! 

Waspadai taktik hoovering dari mantan

Hoovering adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan upaya pelaku untuk membawa mantan pasangannya kembali ke hubungan dengan cara apa pun yang diperlukan, pada dasarnya [untuk] menarik atau menyedot mereka kembali ke dalam hubungan,” kata Taylor Williams, LCSW, pekerja sosial klinis berlisensi di Thriveworks di Cherry Hill, NJ.

Menurut Williams yang telah memberikan perawatan terapeutik kepada klien yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, masalah hubungan, dan banyak lagi ini, hoovering bisa disebut juga “honeymooning”.  Taktik ini mungkin dapat membantu menjelaskan mengapa biasanya dibutuhkan tujuh kali putus-sambung sebelum seseorang bisa meninggalkan abusive relationship untuk selamanya.

Baca juga: 8 Pertanda Kamu Menjalani Hubungan Sehat atau Healthy Relationship

Selain membawa Ladies kembali ke dalam hubungan bersamanya, melakukan “hoover” akan membuat si pelaku merasa lebih baik. “Taktik semacam itu menyedot sumber daya emosional orang lain dan memberikan dorongan ego dan kekuatan kepada pelaku,” kata Venetia Leonidaki, PhD, psikolog konsultan yang diulas oleh Doctify dan pendiri Spiral Psychology.

Pelaku menjadi putus asa ketika pasangan mereka pergi atau mengancam pergi. “Inilah mengapa saat meninggalkan hubungan yang kasar lebih berbahaya: pelaku merasa mereka telah kehilangan kendali dan akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk mendapatkannya kembali,” tambah Williams.

Tanda-tanda hoovering dan perbedaannya dari obrolan putus biasa

Baru Saja Meninggalkan Toxic Relationship? Waspadalah Terhadap Taktik 'Hoovering' dari Sang Mantan, Ladies
Foto: pexels.com

Apa yang sangat berbahaya dari hoovering adalah bahwa hal itu dapat terlihat seperti perilaku rekonsiliasi kencan yang “normal” (seperti meminta maaf, dll). Namun, Williams dan Dr. Leonidaki mengatakan bahwa ini adalah beberapa tanda potensial dari hoovering yang harus diwaspadai:

  1. Guilt-tripping (“Kalau kamu ninggalin aku, aku nggak punya siapa-siapa.”)
  2. Pemberian hadiah yang besar dan mewah.
  3. Menyalahkan (“Kamu nggak memberi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki keadaan” atau “Kamu egois karena pergi; bagaimana dengan apa yang aku inginkan?”)
  4. Pernyataan cinta yang jadi sering atau pesan sederhana “Aku merindukanmu” yang dengan cepat berubah menjadi guilt-tripping, menyalahkan, atau bahkan ancaman untuk menyakiti diri sendiri
  5. Meminta maaf atas kesalahan masa lalu
  6. Tampak terlalu perhatian dan penuh perhatian
  7. Mengklaim akan “selamanya berubah”
  8. Membuatmu merasa kasihan pada mereka dengan berpura-pura sakit atau membutuhkan

Dari beberapa tanda di atas, terdapat tanda bahaya yang cukup jelas, tetapi ada juga yang samar. Misalnya, meminta maaf atas kesalahan di masa lalunya tampaknya wajar saja dilakukan, atau dapat dimengerti bahwa sang mantan mungkin masih menyatakan rindu padamu. Jadi, pada titik mana mantanmu sesungguhnya sedang hoovering atau sekadar mengungkapkan perasaan?

Hoovering bukanlah pasangan yang mengungkapkan keinginan untuk melanjutkan hubungan, janji untuk ‘melakukan yang lebih baik’, atau permintaan maaf yang besar,” jelas Williams. “Komponen kunci dari hoovering dan abuse secara keseluruhan adalah bahwa hoovering adalah pola perilaku, bukan hanya satu insiden yang terisolasi atau satu tindakan pasangan Anda yang menyuarakan ketidakbahagiaan mereka dengan sebuah keputusan.”

Dia menambahkan hoovering sering kali berarti melanggar batasan. Misalnya seperti mantanmu tidak mau pergi dari hadapanmu meskipun kamu sudah memintanya, lalu mulai mengancam, menyalahkan, lalu merasa bersalah. “Hoovering adalah gejala dari hubungan yang sudah tidak sehat di mana manipulasi dan kontrol sudah ada,” katanya.

Waspadai tindak-tanduk mantanmu dan kuatkan dirimu jika ia sudah melakukan hoovering, Ladies. Kamu bisa minta bantuan keluarga dan sahabatmu untuk membantumu terlepas dari mantanmu yang toxic.

 

Sumber: wellandgood.com

Must Read

Related Articles