OUR NETWORK

Kabar Gembira! Sephora Kini Mulai Hentikan Penjualan Mink Lashes

Kabar Gembira! Sephora Kini Mulai Hentikan Penjualan Mink Lashes
Foto: madamemadeline.com

Bulu mata palsu sekarang ini sudah jadi kebutuhan sehari-hari. Tanpa perlu bersusah payah, tampilan mata jadi wah, langsung lentik tanpa banyak intrik. Tapi tahukah kamu apa bahan yang digunakan untuk bulu mata kesayanganmu? Pilihan bahan yang digunakan bermacam-macam ya. Tapi belakangan ini, banyak yang concern dengan bulu mata yang terbuat dari hewan bernama mink yang dikenal dengan mink fur lashes.

Hewan mink memang kurang familiar di Indonesia. Namun, di luar negeri banyak brand dunia yang memanfaatkan bulu halusnya sebagai bahan baku untuk bulu mata atau bahkan jaket. Sayangnya, di balik kecantikan dan kelembutan yang ditawarkan, terdapat cerita kelam pembuatannya. Dengan alasan itu, Sephora memutuskan untuk menghentikan penjualan mink lashes, dan hanya akan menjual bulu mata sintetis yang cruelty-free.

Baca juga: Dukung Cruelty Free, Micahel Kors Memutuskan untuk Berhenti Menggunakan Bulu Binatang

Kabar Gembira! Sephora Kini Mulai Hentikan Penjualan Mink Lashes
Foto: naturescot.com

Pengumuman tersebut mengikuti kampanye PETA yang melarang keras perlakuan buruk terhadap hewan dan juga email kiriman dari 280.000 pembeli yang mengkhawatirkan hal serupa. PETA atau People for the Ethical Treatment of Animal merupakan organisasi hak asasi binatang yang berbasis di Amerika dan telah memiliki 1,6 juta anggota dan pendukung.

Kabar Gembira! Sephora Kini Mulai Hentikan Penjualan Mink Lashes
Foto: cossetmoi.com

Ada beberapa brand yang mengklaim jika produknya cruelty-free dan bulu-bulu mink tersebut didapat dengan cara yang baik. Namun, video dari kampanye PETA mengatakan sebaliknya.

Bulu mink yang biasanya berasal dari peternakan dan diperoleh dengan cara yang tidak pantas. Hewan mink dikenal tidak mudah dipelihara karena sifatnya yang agresif dan suka menyendiri. Orang-orang di peternakan meletakkan mink di kandang kawat yang sempit. Karena panik, mink biasanya berlari dan berputar tanpa henti yang mengakibatkan terjadinya luka pada tubuh. Cara itulah yang dikemukakan oleh PETA digunakan untuk memperoleh bulu mink.

Baca juga: Yuk, Ketahui Perbedaan antara Kosmetik Organik, Cruelty-free, dan Vegan

Tidak berhenti di situ saja, bahkan saking stresnya di dalam kandang, beberapa mink melakukan mutilasi terhadap tubuhnya sendiri atau memakan anggota tubuhnya. Setelah sekarat sedemikian rupa, hewan-hewan lucu tak berdosa ini dibunuh dengan gas, disengat dengan listrik atau dipatahkan lehernya. Sungguh kejam sekali!

Dan untuk menghentikan penyiksaan tersebut, stok mink lashes yang tersisa di Sephora akan menjadi yang terakhir. Sephora berkomitmen untuk menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi namun tetap transparan tentang produk tersebut. Yuk, kita dukung dengan lebih cermat memilih dan membeli produk kosmetik yang cruelty free, Ladies.

 

 

Sumber: Allure, PETA

Comments

Loading...