OUR NETWORK

Ini Alasan Kenapa Putus Hubungan Pertemanan Jauh Lebih Sakit daripada Hubungan Asmara

Ini Alasan Kenapa Putus Hubungan Pertemanan Jauh Lebih Sakit daripada Hubungan Asmara
Foto: unsplash.com

Ada beratus-ratus lagu, film, dan acara televisi bertema putus cinta yang dapat menemani di kala galau setelah memutuskan atau diputuskan oleh mantan. Tapi kalau putus hubungan pertemanan? Masih jarang. Padahal, putusnya pertemanan tidak lebih mudah dari putus hubungan asmara. Bahkan jauh lebih sulit dari diputusin pacar. Alasannya…

Baca juga: 9 Ciri Toxic Friends yang Harus Kamu Waspadai

1. Kita tidak tahu harus berkata apa

Akan mudah mengatakan suatu pertemanan berakhir karena pengkhianatan yang dilakukan oleh salah satu pihak. Nyatanya, putus pertemanan diakibatkan berbagai macam faktor yang berada di luar pertemanan tersebut seperti jarak yang semakin berjauhan, perbedaan lingkup gaya hidup, atau perubahan sifat.

Apapun alasannya, banyak orang yang mengalami kesulitan ketika akan mempertanyakan status pertemanan mereka. Dalam hubungan percintaan, selalu ada percakapan yang menjadi sinyal bahwa hubungan tersebut akan berakhir sehingga masing-masing pihak tahu dengan jelas status mereka. Berbeda dengan pertemanan di mana percakapan tersebut tidak terjadi, menyebabkan situasi yang membingungkan, dan menyulitkan.

2. Ada perasaan bersalah karena tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut

Berbeda dengan hubungan romantis di mana diskusi perihal kejelasan status, apakah mereka akan putus atau tidak, sering dilakukan. Hal ini tidak banyak terjadi sebelum suatu pertemanan berakhir. Keadaan ini membuat banyak orang merasa bersalah sendiri karena pertemanan mereka berakhir dan memilih mengisolasi diri daripada malu dengan membahas masalah tersebut pada teman lainnya.

Ini Alasan Kenapa Putus Hubungan Pertemanan Jauh Lebih Sakit daripada Hubungan Asmara
Foto: unsplash.com

3. Adanya kesalahpahaman dalam hal ekspektasi dari pertemanan tersebut

Banyak orang yang tidak mengutarakan keinginannya dalam hubungan pertemanan karena takut ditolak dan hubungan tersebut berakhir. Berbeda dengan hubungan percintaan yang memiliki status jelas seperti pacar, kekasih, atau menikah, hal ini tidak terjadi dengan hubungan pertemanan. Tidak jelasnya status dalam pertemanan menyebabkan tidak jelasnya juga ekspektasi antar teman tersebut. Ini menyebabkan masing-masing pihak enggan mengutarakan keinginannya.

4. Tidak ada yang tahu tentang istilah ‘putus pertemanan’ dan standarnya

Ketika kamu mengakhiri hubungan percintaan dengan mantan, kamu pun menghentikan semua komunikasi dengan dirinya. Tapi bagaimana dengan pertemanan? Apakah kalian akan berhenti komunikasi sama sekali atau tetap berkomunikasi untuk hal-hal tertentu saja? Bagaimana kalau nanti ada acara yang mengharuskan kalian bertemu? Bagaimana kalian harus bersikap nantinya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagian besar tidak terjawab dan akhirnya kalian mengalami radio silence, atau kondisi saling mendiamkan dalam waktu lama.

Baca juga: Jaga Jarak dengan Tipe Teman yang Kayak Gini

5. Proses berduka yang di luar dugaan

Putusnya suatu pertemanan lebih tiba-tiba dibanding putus percintaan yang memiliki tanda-tanda tersendiri. Syok yang Ladies akan terima mungkin akan lebih besar dibanding putus dari pacar.

Ada anggapan umum bahwa hubungan romantis tidak akan bertahan selamanya. Seharusnya anggapan ini juga berlaku untuk hubungan pertemanan dan membebaskan pemikiran putusnya pertemanan adalah hal yang jarang terjadi menjadi suatu hal yang lumrah. Kalau memang kalian hanya saling menyakiti, untuk apa terus bertahan?

 

Sumber: Time

Comments