OUR NETWORK

Cara Menghentikan Kebiasaan Snooze dan Bangun Lebih Pagi

Cara Menghentikan Kebiasaan Snooze dan Bangun Lebih Pagi
Foto: unsplash.com

Snooze adalah fitur pada alarm handphone yang membuat kamu bisa menunda alarm kamu. Entah itu 10 menit atau setengah jam, tergantung pengaturan dari handphonenya. Menekan tombol snooze berulang kali membuat kamu kehilangan banyak waktu produktif lho. Sudah saatnya kamu menghentikan kebiasaan ‘snooze’ dan bangun lebih pagi! Mau tau caranya? Cek dibawah ini, Ladies!

1. Ubah Mindset tentang Bangun Pagi

Cara Menghentikan Kebiasaan Snooze dan Bangun Lebih Pagi
Foto: unsplash.com

Kamu bakalan keterusan menekan snooze jika pikiran kamu masih di kasur yang nyaman dan enak untuk rebahan. Fokuskan pikiran kamu bahwa hari baru berarti kesempatan baru untuk hidup yang lebih baik dan tidak boleh kamu lewatkan. Makanya kan ada istilah ‘awas kalau bangun siang, nanti rezekinya dipatok ayam’. Kalau kamu telat bangun, bisa jadi kamu melewatkan sesuatu lho, Ladies.

2. Gunakan Lagu yang Membuat Kamu Senang Bangun Pagi Sebagai Alarm

Kalau kamu bangun dengan lagu yang bikin kesel, tentu kamu bangun dengan mood yang jelek dan jadi makin kesel kan buat mau bangun. Setel lagu yang membuat kamu senang untuk bangun pagi ya. Jadi semangat deh buat bangun paginya.

3. Buat Alasan Kuat untuk Bangun Pagi

Cara Menghentikan Kebiasaan Snooze dan Bangun Lebih Pagi
Foto: unsplash.com

Pernahkah kamu punya jadwal penerbangan pagi dan kamu bisa bangun dari jam 4 pagi? Sedangkan di hari-hari biasa untuk bangun jam 6 aja susah banget rasanya. Nah itu karena kamu punya alasan kuat untuk bangun yakni mengejar pesawat. Jadi mulai buat dateline di pagi hari. Misal, jogging 30 menit atau mandi pagi-pagi. Bisa juga untuk menulis atau membaca koran. Sesuai dengan keinginan kamu, Ladies. Coba deh pikirkan hal-hal sederhana yang bisa bikin kamu happy di pagi hari.

4. Buat Goal Kecil untuk Bangun Pagi

Pertama, buat misi untuk bangun jam 6 pagi selama 7 hari berturut-turut. Jika kamu berhasil melakukannya, lakukan untuk minggu selanjutnya. Kamu pun akan lebih termotivasi dengan goal-goal kecil yang bisa kamu capai. Lama-lama bisa jadi kebiasaan bangun pagi kan?

Baca juga: Hemat Waktu dengan Tips Mempersingkat Rutinitas Pagi Ini

5. Tidur Lebih Awal dan siklus yang Dianjurkan

Cara Menghentikan Kebiasaan Snooze dan Bangun Lebih Pagi
Foto: unsplash.com

Siklus tidur yang baik yakni antara 7 sampai 7,5 jam setiap harinya. Jadi kalau kamu mau bangun jam 6, minimal jam 11 malam kamu udah tidur ya, Ladies. Jika kamu tidur telat, tentu bangun paginya jadi susah deh.

6. Taruh Alarm Jauh dari Tempat Tidur

Jika kamu menaruh alarm jauh dari tempat tidur kamu, perlu lebih banyak usaha untuk menekan tombol snooze di handphone kamu. Kamu pun dipaksa untuk berjalan ke tempat alarm tersebut. Saat tubuh kamu bergerak, badan kamu jadi terbangun deh seutuhnya. Tapi nggak usah taruh di kamar sebelah juga ya… hehe.

7. Minum Air Putih

Minum air putih itu penting, Ladies. Jika tubuh kamu kekurangan air, kamu pun akan kelelahan dan lesu saat bangun. Pastikan kamu minum air sebelum tidur. Disarankan juga untuk minum air putih dingin di pagi hari untuk membantu tubuh terbangun. 

8. Bangun di Waktu yang Sama Setiap Hari

Cara Menghentikan Kebiasaan Snooze dan Bangun Lebih Pagi
Foto: unsplash.com

Siapa di antara kalian yang saat weekday bangun jam 6 tapi saat weekend bangun jam 12 siang? Kalau kamu termasuk golongan tersebut, sekarang saatnya untuk mengubah kebiasaan itu, Ladies! Jika kamu tiba-tiba bangun siang, jam biologis tubuh kamu akan berantakan dan akhirnya tubuh kamu akan terasa sakit dan lelah. Jika kamu mau bangun lebih telat dari biasanya, pastikan tidak lebih dari 2 jam setelah jadwal bangun pagi kamu ya.

9. Komitmen

Jika kamu mau merubah kebiasaan tertentu, tentu kamu harus komitmen atau kebiasaan tersebut tidak akan berubah. Kamu juga bisa minta tolong teman dekat kamu sebagai pengingat jika kamu mulai malas-malasan dan lupa akan niat awal.

Udah siap bangun pagi, Ladies? Hihihi jangan di snooze lagi ya alarmnya.

 

 

Sumber: Humor at Work

Comments

Loading...