OUR NETWORK

13 Tanda Persahabatan Kamu Beracun Dan Cara Keluar Darinya

13 Tanda Persahabatan Kamu Beracun Dan Cara Keluar Darinya
Foto: womenshealthmag.com

Dalam menjalin persahabatan, kita sering memberi toleransi kepada sahabat kita ketika mereka melakukan kesalahan, seperti melupakan tanggal ulang tahunmu atau membohongimu. Tetapi secara tidak disadari, ada kemungkinan persahabatanmu yang tadinya dirasa sangat baik untukmu, kini menjadi tidak lagi menyenangkan. Persahabatan yang buruk itu dapat berefek pada kondisi emosionalmu. 

Baca juga: 9 Tanda Kamu Berada dalam Toxic Relationship

Andrea Bonior, Ph.D. adalah seorang psikolog klinis yang menulis buku The Friendship Fix: The Complete Guide to Choosing, Losing, and Keeping Up With Your Friends dan kolom Baggage Check. Menurutnya, “Pertemanan yang beracun secara emosional lebih merugikan daripada membantumu.”

Kita dapat dengan jelas melihat bahwa teman yang beracun itu adalah teman yang mengakibatkan kita stress, sedih dan juga cemas. Tapi ketika dihadapkan dalam skenario kenyataaan, penglihatan itu dirasa sangat samar. Berikut adalah 13 tanda kamu sedang berada di dalam pertemanan yang beracun.

1. Kamu memberi lebih dari yang kamu dapat. 

13 Tanda Persahabatan Kamu Beracun Dan Cara Keluar Darinya
Foto: elitedaily.com 

Ketika ada teman yang selalu membutuhkan bantuanmu dan kamu siap membantu. Namun, ketika kamu membutuhkan bantuannya kamu tidak mendapatkannya, bisa jadi teman itu adalah teman yang beracun. 

Kata Bonior “Ada ketidakseimbangan besar antara apa yang kamu berikan dan apa yang kamu dapatkan.” Tapi bukan berarti kamu harus langsung meninggalkan temanmu ketika dia tidak selalu siap sedia ketika kamu butuhkan, apalagi ketika dia sendiri sedang dalam kesulitan. “Penting bagi kita untuk memahami bahwa persahabatan itu fleksibel”, jelasnya. Tapi jika polanya terus-menerus kamu memberi, memberi, memberi dan tidak ada timbal balik dalam jangka waktu yang lama, itu pertanda bahwa itu tidak akan sangat berkelanjutan. 

2. Kamu tidak lagi mempercayai mereka

Persahabatan itu dibangun dengan rasa saling percaya. Intinya, kalau kamu nggak bisa mempercayakan sahabatmu, apa gunanya memilikinya? 

Menurut Bonior, kalau kamu nggak percaya mereka punya ketertarikan terbaik terhadapmu di dipikirannya, itu biasanya tanda kalau memang ada yang nggak beres. Misalnya ketika temanmu berkata ia berjanji akan menjemputmu di bandara, tapi pada menit akhir nyatanya ia mengatakan nggak bisa jemput. Menurut psikolog klinis Jill Squyres, Ph.D., memang, kadang-kadang orang harus melanggar janji untuk alasan yang sah dan itu adil. Tapi ketika kamu terus menerus dikecewakan oleh mereka, akan sulit bagimu untuk dapat menyayangi mereka dan menjaga persahabatan yang baik tetap berjalan.

3. Kamu takut untuk mengecek ponselmu

Teknologi telah membuat kita menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi dengan teman kita, for better or worse. Kamu bisa dengan mudah mengetahui “Ketika teman tersebut menghubungi kamu, entah itu menelpon atau SMS, apakah perasaan takut atau bahagia yang kamu rasakan,” kata Squyres. Teman yang baik tidak akan membuat kamu panik setiap kali ponselmu berdengung, jadi mungkin saatnya untuk menekan tombol “jangan ganggu.”

4. Kamu nggak menikmati menghabiskan waktu bersama mereka

Ketika janji ketemuan batal, dan kamu merasa senang terhadapnya, maka itu adalah salah satu tanda. Yep, itu adalah tanda kalau kamu sebenarnya sudah lelah melakukan lebih banyak usaha untuk tetap mempertahankan nilai persahabatanmu. “Rasanya lebih menguras tenaga; rasanya seperti tugas,” kata Bonior. Kamu juga mungkin memperhatikan kalau kamu sering merasa cemas, sakit kepala, bahkan gangguan perut ketika bersamanya. Begitu sih kata psikolog klinis dan penulis Elizabeth Lombardo, Ph.D. 

5. Kamu tidak menyukai dirimu ketika sedang bersama mereka

Teman yang beracun memiliki kemampuan untuk menyebarkan ‘racun’ kepada orang lain, menurut Bonior. “Ketika kamu bersama orang tersebut, mereka membawa kebiasaannya kepadamu yang membuatmu tidak menjadi dirimu yang terbaik,” katanya. Mungkin kamu jadi terlalu banyak minum, bergosip, atau bersikap agresif padahal kamu biasanya orang yang santai. Itu semua adalah pertanda, katanya, mengenai persahabatan yang beracun. 

6. Kamu tau mereka membicarakan kamu

13 Tanda Persahabatan Kamu Beracun Dan Cara Keluar Darinya
Foto: girlslife.com 

Ketika kamu bersama mereka, mereka selalu melontarkan hal-hal baik tentangmu, tapi ketika kamu sedang tidak bersama mereka, mereka membicarakanmu dan mengatakan hal-hal buruk tentangmu. Hal ini adalah salah satu tandanya temanmu beracun.

7. Kamu bersaing dengan mereka

Tidak ada yang salah bersaing dalam pertemanan. Contoh ketika kamu berada di bidang yang sama, atau kamu memiliki anak di waktu yang bersamaan. Tapi Bonior mengingatkan bahwa kamu harus tetap memiliki perasaan baik terhadap temanmu dan menginginkan yang terbaik untuk mereka. Meskipun memang normal untuk merasa cemburu dari waktu ke waktu, tapi ketika pertarungan itu terus berlanjut, dan kalau kamu merasa berada di dalam “pertarungan terus menerus dan ingin kamu menangi berulang kali,” itu bisa jadi beracun. 

8. Kamu tidak merasa mereka memiliki niat yang baik

Bahkan teman terbaik pun tidak luput dari kesalahan, tapi mereka selalu memiliki niat baik terhadapmu. Dan itu membuat perbedaan yang besar sekali. “Setiap kali kita membuat kesalahan besar dalam persahabatan, saat itulah niat itu benar-benar penting,” catat Bonior. Jadi, ketika seorang teman menyakiti kamu tetapi niatnya baik “hal itu jauh lebih baik” daripada teman beracun yang dengan sengaja menyakitimu. 

9. Kamu tidak dapat bergantung dengan nasihat mereka

Ada kalanya kamu akan menghadapi kehidupan yang membingungkan. Itu sebabnya kita membutuhkan teman yang baik untuk membantu mengetahuinya. Tetapi ketika kamu meminta saran, dan kamu dengan segera menyesalinya, kemungkinan besar mereka beracun. Seringkali teman yang beracun akan menuntut perbaikan yang mahal dan tidak praktis dan kamu harus menyetujuinya padahal kamu tahu bahwa itu tidak realistis. 

Baca juga: Pentingnya Sebuah Persahabatan

10. Kamu malu dengan sikap mereka terhadap orang lain

Salah satu keluhan paling umum yang Squyres sering dengar tentang teman yang beracun adalah ketika mereka tidak sopan terhadap orang yang kamu sayangi. Misalnya pasanganmu atau teman-temanmu yang lainnya. Atau ketika kalian pergi ke suatu restoran dan teman beracunmu ini membuat banyak sekali masalah di restoran tersebut. Mereka mungkin baik denganmu, tapi masalah yang mereka timbulkan tidak sebanding dengan persahabatan dalam hubungan kamu yang lainnya. 

11. Kamu membuat alasan kepada mereka

Ketika seorang teman dikenal karena perilaku buruk mereka, mereka menempatkan kamu pada posisi yang nggak nyaman untuk membenarkan tindakan mereka kepada orang lain dan itu beracun. Kata Squyres hal ini paling sering terjadi. Ambil contoh ketika seseorang memperkenalkan teman barunya kepada teman lamanya, teman baru itu mungkin kemudian menunjukkan bahwa teman lama itu mengabaikan atau menyela dia, mendorong teman utama untuk berkata “Oh, kamu tidak benar-benar mengenalnya. Dia benar-benar sangat baik.” 

12. Kamu merasa dimanfaatkan

Salah satu pertanda dari teman yang beracun, kata Lombardo, adalah “memanipulasi kamu untuk membuat kamu melakukan hal-hal yang nggak ingin kamu lakukan.” Seringkali, seorang teman dapat memanipulasi kamu untuk membuat perjanjian yang tampak adil tetapi sebenarnya enggak. Menurut Squyres, seorang teman beracun selalu bersikeras untuk membagi cek. Padahal yang menghabiskan lebih banyak makanan dan minuman adalah dia. Tahu kan tipe-tipe yang kayak gini? Dan kamu tahu itu nggak adil, tapi kamu dengan terpaksa turut serta untuk menjaga hubungan pertemananmu. 

13. Kamu tidak tahu mengapa kamu berteman dengannya

13 Tanda Persahabatan Kamu Beracun Dan Cara Keluar Darinya
Foto: ithacajournal.com

Pada suatu waktu, kamu berdua mungkin tak terpisahkan. Tapi sekarang, kamu merasa seperti berada di dua dunia yang berbeda. Sementara prioritas kamu berkembang dan berubah selama bertahun-tahun terhalang hanya karena hubungan persahabatan yang kamu usahakan untuk tetap bertahan. “Hanya karena kamu memiliki sejarah dengan seseorang bukan berarti kamu memiliki masa depan bersama,” kata Lombardo. Kamu nggak bertanggung jawab atas kebahagiaan orang ini, dan kamu juga nggak akan bisa mengubahnya. 

Jika kamu sudah bisa menentukan bahwa temanmu ini beracun, lalu apa yang harus dilakukan?

Jika kamu belum terlalu yakin untuk mengakhiri pertemananmu, Squyres menyarankan untuk memberi jarak terhadap orang ini. Lombardo pun setuju dan menambahkan bahwa setelah menetapkan batasan, kamu harus patuhi batasan tersebut. Kalau temanmu itu terus-menerus menghubungi dan meminta bantuanmu, katakan padanya kalau kamu tidak bisa setiap waktu melakukannya. 

Skenario terbaiknya adalah mereka akan menyadari kalau kamu memang berusaha menjauh dari mereka. Tapi untuk skenario terburuknya mereka akan memulai pertengkaran denganmu. Jika itu terjadi, yakinkan pada dirimu kalau memang sudah tidak ada manfaatnya lagi berteman dengannya. Kamu bisa bersikap hormat namun juga tegas terhadap keputusanmu bahwa kamu memang benar-benar tidak bisa berteman lagi dengannya. 

 

Sumber: Women’s Health Mag

Comments

Loading...