OUR NETWORK

9 Tanda Kamu Berada dalam Toxic Relationship

9 Tanda Kamu Berada dalam Toxic Relationship

Umumnya, hubungan sepasang kekasih yang saling mencintai akan saling menguatkan, mendukung, dan membahagiakan pasangannya. Keduanya akan sama-sama membantu pasangannya berkembang menjadi pribadi yang baik. Akan tetapi, tak jarang atas dasar “cinta”, sebuah hubungan justru malah menyengsarakan kedua belah pihak. Bisa jadi karena kepribadian berlawanan yang dimiliki kedua belah pihak, atau adanya upaya saling berebut kekuasaan dalam hubungan. Di mana, salah satu pihak berupaya mendominasi pihak lainnya. Jika hal itu terjadi, maka, hubunganmu sudah memasuki area toxic relationship, Ladies.

Baca juga: 9 Ciri Toxic Friends yang Harus Kamu Waspadai

9 Ciri Toxic Friends yang Harus Kamu Waspadai

Toxic relationship dapat terlihat dari tindakan yang sangat jelas melanggar batas, seperti pelecehan dalam bentuk apapun, baik fisik, emosional, verbal, atau finansial. Meskipun begitu, praktik toxic relationship seringkali tetap sulit diidentifikasi dalam sebuah hubungan. Pasalnya, kebanyakan pasangan cenderung mengira bahwa itu merupakan hal yang normal dilakukan atau terjadi pada pasangan kekasih, padahal tidak. Pelakunya pun seringkali tidak menyadari toksisitas mereka sendiri karena terlalu sibuk memikirkan minat, kebutuhan, emosi, dan tujuan mereka sendiri, sehingga kebutuhan, tujuan, minat, dan emosi orang lain tidak disadarinya. So, untuk mengetahui apakah kamu sudah memasuki area toxic relationship, berikut ini ada beberapa tanda yang bisa kamu amati dalam hubunganmu, simak, yuk!

1. Menghitung Kesalahan Pasangan

Salah satu tanda toxic relationship ialah ketika kamu dan pasanganmu berdebat atau berselisih karena suatu masalah, kalian bukan menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi terlebih dahulu melainkan saling mengungkit siapa yang memiliki kesalahan paling besar. Mulai dari kesalahan di masalah itu hingga masalah-masalah lainnya di masa lalu. Mengungkit kesalahan pasangan merupakan tindakan membenarkan apa yang dilakukan dirimu atau dirinya, bukan menyelesaikan masalah tersebut. Dalam kondisi ini, kamu atau pasanganmu sedang memanipulasi pasangan masing-masing untuk merasa bersalah. Ini merupakan bentuk komunikasi yang tidak sehat, dan tentunya, hal ini tidak akan menyelesaikan masalah yang sebenarnya kalian hadapi, Ladies.

2. Cemburu Berlebihan

Ada orang yang mengatakan, cemburu itu tanda pasanganmu menyayangimu, tapi bagaimana jika cemburu berlebihan? Ladies, jika kamu masih memiliki pemikiran seperti ini, segera hentikan. Pasalnya, tindakan yang mengatasnamakan cemburu seperti marah ketika kamu berinteraksi, baik telepon, mengirim pesan, atau bermain dengan orang lain, sehingga membenarkan tindakan memeriksa handphone-mu, meng-hack akun e-mail-mu, mengetahui seluruh password media sosialmu, bahkan mengikuti kemana pun kamu pergi, bukanlah tanda sayang, melainkan sebuah bentuk ketidakpercayaan terhadapmu.

Hal ini juga merupakan bentuk kendali dan manipulasi yang dilakukan pasanganmu. Di mana, untuk menghindari drama dan pertengkaran yang tak perlu, kamu cenderung akan mengikuti apa kemauan pasanganmu sepenuhnya, sehingga kehilangan kebebasan dan kedirianmu, bukannya menyelesaikan masalah kepercayaan dalam hubunganmu. Inilah ciri lain dari toxic relationship.

9 Tanda Kamu Berada dalam Toxic Relationship
Foto: pedava.com

3. Menyalahkanmu Atas Kehancuran Mood-nya Sendiri

Katakanlah pasanganmu telah melewati hari yang buruk sehingga membuat mood-nya sangat buruk. Kemudian, ia membutuhkan perhatian ekstra darimu. Kamu yang tidak tahu apapun akhirnya bersikap seperti biasanya. Karena tidak mendapatkannya, ia pun mulai marah dan menyalahkanmu bahwa mood-nya hancur karenamu. Jika kamu mengalami situasi ini, berhati-hatilah Ladies, ada potensi bahwa kamu telah memasuki toxic relationship.

4. Mengancam Hubungan

Jika pasanganmu mengeluhkan sesuatu yang sederhana atau masalah yang terjadi dengan cara mengancam komitmen hubungan secara keseluruhan, maka ini merupakan tanda kamu memasuki toxic relationship. Misalnya, pasanganmu mengatakan “Saya tidak bisa mengencani seseorang yang dingin pada saya” dibandingkan dengan mengatakan, “Saya merasa terkadang kamu bersikap dingin pada saya” dan menanyakan penyebabnya. Kamu dibuat ketakutan dan tertekan dengan setiap langkah hingga cegukan yang kamu ambil karena akan menghasilkan krisis komitmen. Ini adalah salah satu bentuk manipulasi yang dilakukan pasanganmu dan ini beracun.

5. Pasanganmu Menginginkan Dirimu Sepenuhnya

Ketika pasanganmu menginginkanmu untuk memutuskan hubunganmu dengan teman atau keluarga, atau keduanya, ini merupakan tanda kamu berada dalam toxic relationship. Menurut Psikoanalisis dari New York, Dr. Sue Kolod, mengisolasi pasangan dari teman maupun keluarganya merupakan bentuk upaya kendali dan manipulasi yang dilakukan pasangan dengan menjauhkan pihak lain yang dapat mengganggu kendalinya.

6. Pasanganmu Super Kompetitif

Kompetisi kecil dalam sebuah hubungan merupakan hal yang baik. Hubungan yang sehat ialah pasangan yang saling mendukung pasangannya meraih tujuan dan bahagia bersama karena itu. Namun, psikoterapis dari New York, Rebecca Hendrix, kompetisi ini juga bisa menjadi tanda toxic relationship, yakni ketika pasanganmu tidak merasa senang dengan pencapaian yang kamu peroleh. Jika kamu menemukan dirimu menyembunyikan keberhasilanmu terhadap pasanganmu karena takut mereka akan cemburu atau mencoba menjatuhkanmu, maka kamu jelas berada dalam toxic relationship.

9 Tanda Kamu Berada dalam Toxic Relationship
Foto: express.co.uk

7. Membangun ‘Dinding’ Komunikasi

Komunikasi berperan penting dalam membangun hubungan yang sehat. Di mana, kamu beserta pasanganmu perlu membicarakan berbagai macam hal terkait hubunganmu dengannya bersama-sama. Namun, jika pasanganmu terus menolak membicarakan topik penting tertentu dalam hubunganmu dengannya, kemudian pergi beberapa saat darimu atau membelikanmu barang dengan tujuan mengalihkanmu dari pembicaraan itu, maka, hubunganmu berpotensi memasuki area toxic relationship.

8. Kamu Tidak Menjadi Dirimu Sendiri

Dalam sebuah hubungan, perubahan adalah hal yang tak bisa dihindari. Ketika kamu menjalani hubungan, maka kamu dan pasanganmu akan mengalami perubahan. Perubahan yang baik akan memberikan versi dirimu yang lebih baik, tetapi jika perubahan itu membuatmu merasa kehilangan dirimu sendiri dan tidak lagi mengenali siapa dirimu, maka itu bukanlah sesuatu yang sehat dan perlu dihindari, Ladies.

9. Kamu Tidak Lagi Merasa Bahagia

Memang tidak realistis jika membayangkan bahwa setiap momen dalam hubunganmu akan terus membahagiakan, akan tetapi, di luar hal tersebut, kamu perlu bersama dengan orang yang membuatmu bahagia, merasa didukung, dan merasa mampu menghadapi kesulitan apapun di hadapanmu. Pasangan yang dapat membantumu membangun kembali dan memberimu harapan bahwa tujuan yang kamu inginkan dapat tercapai. Sehingga, kamu tidak lagi perlu mempertanyakan apakah kamu bahagia atau tidak. Jika kamu sampai mempertanyakan apakah kamu bahagia saat ini bersamanya, ada potensi kamu akan terjebak dalam toxic relationship.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Putus Cinta

6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Putus Cinta

Orang-orang yang terjebak dalam toxic relationship berpotensi kehilangan kebahagiaan, bahkan lupa untuk menjadi dirinya sendiri karena merasa tertekan untuk memuaskan pasangannya tanpa menyelesaikan masalah sebenarnya. Ladies, perlu kamu ingat, membahagiakan orang lain baik, tetapi jangan lupa kebahagiaanmu pun penting. So, sebaiknya hindari toxic relationship seperti ini, ya Ladies.

 

Sumber: psychologytoday.com, readers digest, womenshealthmag.com, markmanson.net , Foto Cover: ptsdjournal.com

Comments

Loading...