OUR NETWORK

MeraMuda Review: ‘Aladdin’

Setelah sukses dengan film animasi dan juga adaptasi dari beberapa film animasinya terdahulu, Disney kembali melanjutkan langkahnya. Kali ini film yang kebagian jatah live action remake adalah Aladdin. Sempat dihujat karena penampilan Will Smith sebagai Genie dianggap tidak pas, setelah nonton, saya malah jatuh hati dengan versi ini. Yuk, simak reviewnya!

Baca juga: MeraMuda Review ‘John Wick: Chapter 3 – Parabellum’

Garis besar kisahnya tentunya masih sama dengan versi animasinya. Aladdin disuruh mengambil lampu ajaib berisi jin, jatuh cinta dengan Putri Jasmine, dan akhirnya menyelamatkan Agrabah dari tangan Jafar yang jahat dan serakah. Intinya sih gitu. Tapi kalau kamu mau saya kasih spoilers, yaudah monggo, lanjut baca ya~

MeraMuda Review ‘Aladdin’
Prince Aliii, Ali Ababwaaa~ Foto: vanityfair.com

Dengan kera peliharaannya, Abu, tokoh utama kita ini harus bertahan hidup dengan mencuri. Tapi, walaupun pencuri, sebenarnya Aladdin baik hati dan tidak sombong. Ya iyalah apa yang mau disombongin. Hahaha. Hidup Aladdin berubah ketika bertemu seorang wanita cantik di pasar. Wanita itu adalah Putri Jasmine yang menyamar dan mengaku sebagai Dalia, pelayan kepercayaannya. Wanita itu dituduh mencuri karena memberikan roti (yang emang lagi dijual) secara cuma-cuma ke seorang bocah. Aladdin pun menolong wanita tersebut dan mereka sempat bersembunyi di gubuk sederhana Aladdin. Btw, ini gubuk tapi pemandangannya bagus deh. Nggak mau disewain jadi Airbnb aja nih, Din?

MeraMuda Review ‘Aladdin’
Foto: geekytyrant.com

Pertama jumpa di laut cinta dengan Jasmine yang saat itu nyamar jadi Dalia, Aladdin nggak sadar kalau ia sedang berhadapan dengan sang putri. Dia cuma tahu kalau cewek ini bukan cewek biasa karena pakaiannya yang mewah. Ternyata, sang sultan emang protektif banget sama Putri Jasmine, sampai-sampai sang putri nggak boleh keluar istana. Makanya, Putri Jasmine nekat menyelinap keluar biar tahu keadaan di luar sana. Rakyat Agrabah pun nggak tahu bagaimana tampang Putri Jasmine sekarang. Kesian yah.

Kisah mereka makin runyam karena Jafar mengincar Aladdin untuk ‘ditumbalkan’ ke Cave of Wonders.

Jafar yang terobsesi banget untuk berkuasa udah tahu kalau di dalam sana ada lampu ajaib berisi jin yang bisa mengabulkan permintaannya. Sebaliknya, Aladdin malah sama sekali nggak tahu soal lampu ajaib dan jin penunggunya. Ini jadi interaksi yang kocak waktu mereka pertama kali bertemu. Genie udah panjang lebar ngejelasin ke Aladdin dalam sebuah lagu, terus Aladdin masih juga nggak mengerti. Nggak seperti orang lain yang udah tahu apa yang mau mereka minta, Aladdin mikir panjang lebar sebelum minta sesuatu. Wajar sih, soalnya kan cuma boleh 3 permintaan. Kalau kamu kira-kira mau minta apa, Ladies?

Dengan dinamika hubungan mereka yang aneh, Genie dan Aladdin pun mulai saling peduli dengan satu sama lain sebagai teman. Sempat berantem karena Aladdin sempat terbuai dengan identitasnya sebagai Prince Ali, mereka pun bekerja sama lagi untuk mengalahkan Jafar. Ia pun mengakui identitasnya yang sebenarnya dan menepati janjinya untuk membebaskan Genie. Dan sang sultan akhirnya memperbolehkan Jasmine untuk menikah dengan Aladdin, yang rakyat biasa dan akan menggantikan ayahnya sebagai sultan.

MeraMuda Review ‘Aladdin’
Foto: imdb.com

Saya suka dengan karakter Jasmine yang mereka kembangkan di film ini. Jasmine lebih vokal menyuarakan pendapatnya dan dia membuktikan bahwa dia tahu banyak tentang rakyatnya. Jasmine juga akhirnya dapat lagu temanya sendiri dengan lagu ‘Speechless’ yang dinyanyikan sendiri oleh sang aktor, Naomi Scott. Duh, udah cakep, suaranya bagus pisan… Dan saya lega banget ada adegan di animasi yang nggak diikutsertakan ke versi live-action ini. Yaitu adegan waktu Jasmine sempat diperbudak oleh Jafar yang sempat menjadi sultan selama sesaat. That would be awkward to watch.

Satu hal yang saya rasa kurang pas adalah aktor yang memerankan Jafar. Terlalu cakep! Soalnya di bayangan saya Jafar itu udah tua dan benar-benar menyeramkan banget tampangnya. Secara keseluruhan, para aktor di film garapan Guy Ritchie ini berperan dengan apik. Tapi, tentunya saja Genie, siapapun pemerannya, adalah bintang sebenarnya dari film ini. We sure ain’t never had a friend like him.

Comments

Loading...