OUR NETWORK

HBO Rilis Leaving Neverland, Wawancara Oprah bersama Michael Jackson tahun 1993 Kembali Disorot

HBO Rilis Leaving Neverland, Wawancara Oprah bersama Michael Jackson tahun 1993 Kembali Disorot
Foto: bustle.com

Almarhum Michael Jackson kembali mendapat sorotan dari dunia, khususnya publik Amerika Serikat. Sorotan ini seputar dugaan children abuse yang sempat dialamatkan padanya puluhan tahun yang lalu. Terkait hal ini, presenter kondang Oprah Winfrey sempat mewawancarai korban sekaligus penuntut, yaitu Wade Robson dan James Safechuck. Wawancara ini dimuat dalam episode spesial yang tayang pada tanggal 4 Maret silam yang ditayangkan di HBO dan OWN. Program ini diberi judul Oprah Winfrey Presents: After Neverland. Ada tayangan terakhir dari film dokumenter Leaving Neverland serta wawancara dua pria yang menuduh dilecehkan oleh Michael Jackson. Lebih istimewanya, menurut HBO, episode ini dihadiri oleh penonton yang selamat dari pelecehan seksual, serta penonton yang hidupnya terkena dampak dari kasus pelecehan seksual.

Baca juga: Keluarga Michael Jackson Tetap Tidak Percaya Tuduhan di ‘Leaving Neverland’

Oprah bukan saja pilihan host yang tepat karena keterampilannya sebagai jurnalis. Namun, ia juga karena sempat melakukan wawancara dengan sang legenda hampir 26 tahun yang lalu. Wawancara Oprah bersama King of Pop tersebut bahkan menjadi salah satu wawancaranya yang paling terkenal.

Sekitar 26 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 10 Februari 1993, Oprah melakukan live interview bersama Michael Jackson. Wawancara ini sudah ditonton 90 juta pasang di seluruh dunia. Dalam wawancara tersebut, Oprah dan Michael Jackson membahas berbagai hal. Termasuk hubungan sang King of Pop dengan mendiang ayahnya, Joe Jackson, kontroversi kulitnya yang merupakan hasil dari penyakit vitiligo, hingga rumor operasi plastik. Di sini, Michael mengakui bahwa ia melakukan operasi hidung, tetapi tidak pada bagian tubuh yang lain. Selain itu, wawancara ini pun memuat momen yang sangat memorable, yaitu saat Michael Jackson membahas masa kecilnya. Pelantun ‘Thriller’ ini mengaku selalu menangis saat melihat anak-anak kecil bermain dengan bebas di taman. Karena sementara anak lain beramin, dirinya terjebak di studio rekaman.

Baca juga: Time’s Up: Ketika Wanita Bersatu Melawan Kekerasan Seksual

Michael selanjutnya mengungkapkan mengapa dirinya selalu berada di sekitar anak kecil. “I find the ting that I never had through them. Disneyland, amusement parks, arcade games–I adore all that stuff because when I was little, it always work, work, work.” Duh sedih banget ya, Ladies. Perlu Ladies ketahui bahwa almarhum Michael Jackson ini sudah bekerja sejak usianya 6 tahun loh. Di tengah pengawasan ayah yang dominan dan strict, Michael Jackson tidak pernah memiliki pengalaman masa kecil yang layak dan menyenangkan. Oleh sebab itu, saat dewasa dan sangat sukses, Michael menebus pengalaman masa kecilnya tersebut.

Wawancara ini dilakukan enam bulan sebelum penyelidikan kasus pelecehan seksualnya pada bulan Agustus 1993.

Hingga kematiannya di tahun 2009, pentolan Jackson Five ini pernah mendapat dakwaan pelecehan seksual dan hukuman apapun. Leaving Neverland yang menyoroti tuduhan tersebut telah memicu kontroversi besar bahkan sebelum debutnya di Sundance Film Festival Januari tahun ini. Selanjutnya setelah pemutaran perdana, keluarga Jackson mengkritik habis-habisan film tersebut. Mereka menyebut film itu “pembunuhan tabloid” dan “hukuman mati tanpa proses pengadilan” kepada Variety. Berikut cuplikan pernyataan dari keluarga Michael Jackson.

“Michael Jackson is our brother and son. We are furious that the media, who without a shred of proof or single piece of physical evidence, chose to believe the word of two admitted liars over the word of hundreds of families and friends around the world who spent time with Michael, many at Neverland, and experienced his legendary kindness and global generosity.”

Sebagai respon atas komplain dari keluarga mendiang Michael Jackson, sutradara Dan Reed mengungkapkan pada Gayle King, host CBS This Morning, bahwa ia tidak melihat adanya alasan untuk menghubungi keluarga Michael Jackson terkait dengan film dokumenter tersebut. Dan Reed mengungkapkan bahwa film tersebut bukanlah film tentang Michael Jackson, tetapi tentang Wade Robson dan James Safechuck, dua bocah kecil yang mengalami peristiwa mengerikan.

 

Sumber: Bustle.com

Comments