OUR NETWORK

Glenn Fredly, Sang Penyanyi Romantis dan Peduli Kemanusiaan

Selamat Jalan, Bung Glenn.
Glenn Fredly, Sang Penyanyi Romantis dan Peduli Kemanusiaan
Foto: bisniswisata.co.id

Di tengah pandemi Covid-19 dan berita buruk yang silih berganti, malam ini kabar duka kembali menghampiri netizen Indonesia. Penyanyi Glenn Fredly tutup usia pada Rabu (8/4) pukul 18.00 WIB di RS Setia Mitra, Jakarta Selatan. Dilansir dari Liputan6.com, sampai berita ini diturunkan, belum diketahui pasti perihal penyakit yang dideritanya. Namun, beberapa kabar beredar bahwa ia menderita meningitis.

Terlahir dengan nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo, Glenn adalah anak pertama dari lima bersaudara. Karirnya sebagai penyanyi dimulai ketika ia memenangkan kontes Cipta Pesona Bintang pada tahun 1995 dan ia pun bergabung dengan band rock Funk Section. Di tahun 1998, Glenn meninggalkan band tersebut untuk memulai karirnya sebagai penyanyi R&B. Ia merasa genre musik ini lebih cocok untuk karakter vokalnya. Album debutnya, GLENN, cukup dapat diterima di pasar musik Indonesia. Padahal saat itu genre ini bisa dibilang belum terlalu populer. 

Setelah itu, Glenn cukup produktif menciptakan lagu-lagu baru. Sepanjang karirnya, Glenn Fredly telah merilis lebih dari 10 album. Album terbarunya, Romansa Ke Masa Depan baru saja rilis pada 14 November 2019. Walaupun tidak terlalu mengikuti perjalannya dari album ke album, Ladies tentunya sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu hitsnya. Sebut saja “Kasih Putih”, “Akhir Cerita Cinta”, “Sekali Ini Saja”, dan cover lagu “Malaikat Juga Tahu” yang dinyanyikanya untuk soundtrack film Rectoverso.

Selain menyanyi, Glenn Fredly juga sempat berakting di film Tanya Tanya (2011) dan Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014) di mana ia juga berperan sebagai produser. Selain dua film ini, Glenn kembali menjadi produser untuk film Filosofi Kopi (2015) dan Surat dari Praha (2016). Di tahun 2015, Glenn Fredly dan dua sahabatnya, Sandhy Sondoro dan Tompi yang tergabung dalam Trio Lestari merilis album Wangi. Ia juga merilis aplikasi untuk pencinta musik, yang diberi nama Musik Bagus.

Kisah cinta Glenn Fredly juga tak luput dari perhatian. Ia menjalin hubungan dengan penyanyi Nola dari grup Be3 selama 6 tahun dan harus berpisah karena perbedaan keyakinan. Bahkan, lagu hits-nya, “Januari” dikabarkan ditulis sebagai ungkapan patah hatinya. Ia sempat menikah dengan penyanyi dan aktris Dewi Sandra yang sayangnya hanya bertahan 3 tahun. Lama kembali sendiri, ia melangsungkan pernikahan dengan Mutia Ayu pada 2019 lalu. Mereka dikaruniai seorang anak yang diberi nama Gewa Atlanta Syamayim Latuihamallo yang baru berusia 2 bulan.

Terkenal dengan lagu romantis dan lirik penuh cinta, Glenn Fredly menunjukkan bahwa ia memang peduli dengan kemanusiaan.

Ia aktif menyuarakan berbagai hal yang berkaitan dengan kemanusiaan. Sebut saja soal perdamaian Papua, kebudayaan, lingkungan, dan kesejahteraan pelaku dunia hiburan. Ia aktif di organisasi seperti Kami Musik Indonesia dan Koalisi Seni Indonesia. Terakhir, ia juga mengajak penggemarnya untuk ikut berdonasi melawan Covid-19.

Glenn Fredly menganggap Michael Jackson sebagai salah satu influencer terbesarnya. Ia juga mengagumi Marvin Gaye, Quincy Jones, dan sesama legenda Indonesia, Chrisye. Dan saya yakin, Glenn juga menjadi influence untuk banyak musisi muda setelahnya dan di generasi-generasi selanjutnya. Lagu dan suara Glenn yang soulful pastilah pernah mengisi sesi karaoke dan juga masa-masa kelam maupun bahagia dalam percintaan kita. Rasanya malam ini, penikmat musik Indonesia berduka bersama atas kisah romantis yang harus berakhir di April ini. 

Semoga purnama malam ini menerangi sisa perjalananmu, nyong Ambon, Glenn Fredly.

Comments

Loading...