OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022

Berbagi Pengalaman Soal Kulit di Dermlive by La Roche-Posay

La Roche Posay sebagai salah satu merek perawatan kulit dermatolois nomor satu di dunia memiliki komitmen untuk memberikan manfaat dermatologis nyata. Baru-baru ini, mereka memperkenalakan Dermlive by La Roche-Posay untuk mengajak masyarakat mengubah hidupnya dengan kulit yang sehat #SkinLifeChanger. Hadir dalam acara tersebut, dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV, Dermato Venereologist, dan Ayla Dimitri, content creator, serta Nestya Sedayu, Marketing Manager Active Cosmetics Division. Mereka membahas mengenai permasalahan jerawat yang berkaitan erat terhadap efek psikososial yang memengaruhi kualitas hidup seseorang. Yep, bukan hanya memengaruhi kulit, tapi bisa menimbulkan efek lain seperti kecemasan, hingga kurang percaya diri dan depresi, Ladies.

Nestya Sedayu, Marketing Manager Active Cosmetics Division, L’Oreal Indonesia menjelaskan misi dari La Roche-Posay. “Kami memiliki misi untuk mengembangkan opsi perawatan kulit dermatologis terbaik yang dapat mengubah kehidupan seseorang. Melalui produk, komitmen pada sains, dan bekerja sama dengan dermatolog, La Roche-Posay ingin mengubah kehidupan masyarakat di Indonesia dengan mewujudkan kulit yang sehat dan menumbuhkan rasa percaya diri. We believe a better life for all skin is possible.”

Masalah kulit seringnya dipandang sebelah mata. Padahal masalah kulit juga bisa berpengaruh ke kehidupan seseorang, entah itu masalah kulit ringan atau parah.

Apalagi, kulit merupakan bagian tubuh yang sering terekspos ya, Ladies. Salah satu masaah yang sering banget ditemui adalah kulit berjerawat. Jerawat adalah masalah kulit yang berdampak besar pada kualitas hidup, bahkan memengaruhi sekitar 80% remaja dan 40% orang dewasa di dunia.

Dermato Venereologist, dr. Fitria Agustina, SpKK, menjelaskan, “Jerawat merupakan salah satu dari delapan penyakit kulit yang sering terjadi, dengan perkiraan prevalensi global untuk segala usia sebesar 9,38%. Di mana jerawat memegaruhi sekitar 85% orang dengan rentang usia 11-30 tahun. Jerawat bukan hanya mengganggu kesehahatan kulit seseorang tetapi lebih dari sebuah permasalahan kulit, di mana sebanyak 35% kasus jerawat memiliki kecenderungan depresi yang mengganggu kualitas hidupnya.

Sementara itu, Ayla Dimitri, seorang content creator, juga berbagi pengalamannya mengenai masalah kulit berjerawat yang pernah dialaminya. Ia berkisah skin journey yang harus dilaluinya dengan penuh perjuangan yang muncul di umur 30. “Sebagai seorang content creator yang harus selalu berhadapan dengan orang-orang setiap harinya, dan aku pertama kali mengalami masalah jerawat di awal umur 30, selain mendapat komentar kurang menyenangkan, aku juga sempat kepikiran banget yang akhirya memengaruhi hidupku. Tapi, setelah itu aku belajar untuk lebih memahami kebutuhan kulitku dan kini aku bisa melaluinya.”

Nah, Ladies pernah dengar tentang microbiome?

Itu loooh, mikroorganisme hidup yang terdapat di permukaan kulit kita. Masih dalam kesempatan yang sama, dr. Fitria Agustina juga menjelaskan tentang microbiome science. Menurutnya, fungsi utama skin microbiome adalah sebagai salah satu faktor yang berperan dalam menjaga fungsi sawar (barrier) dengan optimal. Gangguan pada komposisi microbiome dapat menyebabkan penyakit kulit, seperti jerawat. “Untuk mengatasi permasalahan jerawat, perlu kita pahami dan mengembalikan keseimbangan skin microbiome. Pasien jerawat dapat menggunakan bahan aktif yang berperan dalam rebalancing skin microbiome untuk mengurangi peradangan, memperbaiki skin barrier, dan mengurangi kekambuhan jerawat yang dialaminya. Salah satu bahan aktif tersebut adalah Aqua Posae Filiformis.”

Bahan aktif Aqua Posae Filiformis ini bermanfaat untuk mengembalikan keseimbangan mirobiota kulit sehingga melawan proses peradangan. Selain itu dapat juga menurunkan adhesi bakteridan membantu mengurangi kekambuhan jerawat. Bahan ini terkandung dalam produk La Roche-Posay Duo+ Moisturizer.

“Aku sempat berkonsultasi dengan dermatologis di Telemedicine dan disarankan menggunakan produk La Roche Posay Effaclar untuk mengatasi jerawatku. Setelah aku coba, ternyata aku cocok dan membantuku mengurangi relapse jerawat yang aku alami. Untuk teman-teman acne fighter tetap semangat, cari solusi dengan memahami kondisi kulit, sehingga tahu mana produk yang cocok dan jangan dengarkan komentar negatif sehingga kalian tidak merasa sendiri,” tambah Ayla. 

Didirikan pada tahun 1975, La Roche-Posay bekerja sama dengan 90.000 ahli kulit di dunia.

Mereka memang mengedepankan sains mikrobioma dan ingin masyarakat luas bisa mengakses perawatan kulit dermatologis. “Sebagai bagian dari kampanye #SkinLifeChanger, DermLive by La Roche-Posay Indonesia adalah wadah edukasi, berbagi pengalaman dan inspirasi, bekerjasama dengan dermatolog Indonesia. Sesi DermLive diadakan secara berkelanjutan dan dapat diikuti di mitra kami di Indonesia termasuk Halodoc, Lazada, Shopee dan Watsons. Kami harap dapat membantu masyarakat Indonesia dan acne fighter untuk dapat memiliki akses ke dermatolog, memahami kaitan jerawat berdampak pada kualitas hidup seseorang, serta dapat memberikan dukungan nyata sehingga para acne fighters tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah jerawat,” tutup Nestya. 

Must Read

Related Articles