OUR NETWORK

Benjolan Merah Bekas Pisau Cukur, Beginilah Cara Mengatasinya

Benjolan Merah Bekas Pisau Cukur, Beginilah Cara Mengatasinya
Foto: pinterest.com

Benjolan merah bekas pisau cukur (silet) atau biasa disebut razor bumps memang menyebalkan ya, Ladies. Gimana nggak, tujuan kita bercukur pastinya agar kulit kaki, tangan, maupun area-area lainnya lebih terlihat mulus dan lembut kan? Alih-alih mendapati kulit kita mulus, area bekas cukur kita justru dipenuhi benjolan merah kecil bekas pisau cukur. Duh, kesel kan jadinya.

Sebenarnya apa sih penyebab benjolan merah pada bekas cukur kita ini, Ladies?

Menurut Joshua Zeichner, MD, dokter spesialis kulit yang dilansir dalam mindbodygreen.com mengatakan bahwa benjolan merah bekas pisau cukur (razor bumps) pada dasarnya adalah rambut yang tumbuh ke dalam (in grown) di area kamu bercukur. Ketika kamu mencukur rambut di area kulitmu, ujung rambut di bawah permukaan kulit tidak ikut terpotong. Ujung rambut inilah yang kemudian terperangkap di dalam kulit. Lalu, ia tumbuh dengan sendirinya dan meringkuk di bawah kulit serta tidak tumbuh ke permukaan. Rambut yang tumbuh meringkuk di bawah permukaan kulit inilah yang berkembang menjadi bintik-bintik merah seperti jerawat.

Pada beberapa kasus, benjolan ini akan terasa sakit dan meradang. Sementara itu, pada kasus yang lebih parah, mungkin terinfeksi, ia akan terlihat seperti kista besar. Meski demikian, benjolan ini akan berlangsung sebentar, sekitar dua minggu.

Zeichner juga mengatakan bahwa tekstur rambut yang cenderung lebih tebal dan keriting akan lebih rentan menimbulkan benjolan usai dicukur. Area-area dengan pertumbuhan rambut yang lebat dan tebal seperti area genital dan selakangan biasanya lebih riskan terkena benjolan bekas pisau cukur ini.

Bagaimana cara mengatasinya?

Buat Ladies yang sering mengalami benjolan merah bekas pisau cukur ini, tenang saja Ladies. Masih ada cara untuk mengatasinya.

Jika benjolanmu termasuk kasus yang lumayan parah, kamu bisa mengobatinya dengan exfoliator kimia, asam salisilat, atau AHA, seperti yang dikatakan Zeichner “Ini membantu mengeringkan benjolan yang merah dan bisa membantu mengelupas sel-sel mati dari permukaan kulit untuk membuka pori yang tersumbat,” kata Zeichner.

Tetapi, jika benjolannya tidak terlalu parah atau masih berupa bintik-bintik kecil seperti jerawat di wajah, cara alami mungkin bisa jadi pilihan tepat, Ladies. Minyak pohon teh alias tea tree oil diketahui mampu mengobati benjolan bekas pisau cukur ini, Ladies. Perawatan dengan minyak pohon teh ini cukup populer setelah perawatan dengan bahan alami seperti lidah buaya. Minyak pohon teh memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri sehingga bisa membantu mengeringkan dan menenangkan benjolan yang kemerahan dan bengkak.

Baca juga: Beberapa Cara Memanfaatkan Tea Tree Oil

Nah, yang perlu kamu perhatikan adalah jika benjolanmu sudah tampak terinfeksi. Kamu harus segera mengobatinya menggunakan salep topikal sebagai langkah pertama. Curoxen bisa kamu gunakan sebagai alternatif alami dan antibakteri yang tradisional, Ladies. Kamu cukup bersihkan benjolanmu, lalu terapkan Curoxen secara teratur hingga sembuh. Jika benar-benar memburuk, ada baiknya kamu segera mengunjungi dokter kulit untuk melakukan ekstraksi. Jangan pernah melakukan ekstraksi sendiri, ya Ladies!

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Sebenarnya, kamu masih bisa menghindari terjadinya benjolan-benjolan bekas pisau cukur ini, Ladies. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana interaksi rambut, kulit, dan pisau cukur itu dilakukan dengan baik dan benar.

Pertama, pilihlah pisau cukur yang sesuai, Ladies. Ahli dermatologi bersertifikat, Mona Gohara, M.D., merekomendasikan untuk memilih pisau cukur dengan mata pisau (silet) yang tidak lebih dari dua bilah. Jenis pisau cukur yang disarankan para ahli adalah pisau cukur yang sangat mengutamakan keselamatan seperti Rose Gold Single Blade Razor Oui. Pisau cukur jenis ini hanya menggunakan satu pisau tajam, sehingga kamu dapat mencukur secara dekat tanpa harus menekan kulit.

Kedua, bercukurlah setelah mandi. Setelah mandi keadaan rambut dan kulit lembap dan terhidrasi dengan baik sehingga memudahkan kita untuk mencukur, Ladies. Jangan lupa untuk melumasi permukaan yang akan dicukur dengan gel, krim, atau minyak cukur. Sebab, pelumasan yang tepat adalah kunci agar kamu tidak menarik dan mengikis permukaan kulit. Bonusnya, pelumas ini juga dapat melembutkan dan melembabkan kulit. Sejatinya mencukur merupakan bentuk pengelupasan fisik, bersama dengan rambut kamu juga menghilangkan sel-sel kulit mati.

Ketiga, ikuti pola pertumbuhan rambut yang dicukur. Di sepanjang tulang kering, misalnya, rambutnya berpola menurun, maka bercukurlah dengan arah menurun. Hal ini bisa menghindari penekanan kulit berlebihan yang dapat menimbulkan benjolan.

Nah, itu dia Ladies, beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang benjolan merah bekas pisau cukur. Meski sering dianggap remeh, kamu tetap harus tetap aware sama si kecil yang satu ini ya, Ladies.

 

Sumber: mindbodygreen

Comments