OUR NETWORK

Lepaskan Diri Dari Kehidupan yang Toxic, Begini Cara Jalani Non-Toxic Life

Lepaskan Diri Dari Kehidupan yang Toxic, Begini Cara Jalani Non-Toxic Life
Foto: mysterywallpaper.blogspot.com

Dalam menjalani hidup, akan ada suatu momen di mana kamu merasa dunia tempatmu tinggal terasa sangat toxic. Mulai dari lingkungan yang terasa toxic, hingga merasa hidup sendiri merupakan sesuatu yang toxic. Well, Ladies, jika saat ini kamu berada dalam tahap ini, hal pertama yang perlu kamu lakukan ialah menggeser pola pikirmu. ‘Detoksifikasi’ dalam hal ini menjadi langkah kunci yang perlu dilakukan.

Baca juga: Muncul Hubungan Toxic dengan Anggota Keluarga, Begini Cara Mengatasinya

Bukan berarti kamu harus mengambil tindakan drastis dalam ‘detoksifikasi’ ini.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendetoksifikasi apa yang kamu rasa toxic di lingkungan sekitarmu, bahkan di dalam dirimu sendiri. Dengan beberapa tindakan sederhana, ‘detoksifikasi’ dapat membantu kita merasa lebih baik tentang diri sendiri dan peran diri di dunia yang lebih luas.

Area pertama yang bisa ditelusuri ialah rumah sendiri. Tidak perlu memperbaiki semua hal yang terasa toxic di rumah sekaligus. Mulailah dari hal yang sederhana namun bermakna. Misalnya, dari barang-barang yang digunakan di rumah. Seperti mengganti plastik ketika belanja dengan reusable bag atau menghemat penggunaan listrik sesuai dengan kebutuhan. Atau mungkin menggantinya dengan listrik dari sumber terbarukan, atau lainnya.

Lepaskan Diri Dari Kehidupan yang Toxic, Begini Cara Jalani Non-Toxic Life
Foto: stevenaitchison.co.uk

Kemudian, area lainnya yang juga sangat penting ialah detoksifikasi pikiran dan emosi diri sendiri. Luangkanlah waktu untuk berhenti melakukan kegiatan sehari-hari sejenak untuk menelusuri pikiran. Disadari atau tidak, kita akan menemukan bahwa ternyata ada banyak kata-kata dalam pikiran kita yang ternyata tidak ramah terhadap diri kita sendiri. Kita cenderung fokus pada kekurangan kita dan kesulitan melihat kelebihan kita. Untuk itu, penting bagi kita untuk meluangkan waktu dan menguraikan pikiran kita. Pada tahap ini, berusahalah untuk mengurangi pikiran negatif yang menyerang diri sendiri, buatlah perasaan yang nyaman untuk dirimu sendiri. Lakukan secara teratur, semakin lama kita akan mampu mengabaikan pikiran-pikiran toxic yang suatu saat muncul kembali.

Setelah diri telah terlepas dari jerat toxic mind, barulah kita bisa siap melakukan detoksifikasi terhadap komunitas di lingkungan sekitar.

Meski tampaknya sangat luas, seperti sebelumnya, kita tidak perlu langsung melakukan hal yang sangat besar. Untuk langkah awalnya, kita bisa mulai bersikap baik di media sosial dan tidak membiarkan diri meremehkan orang lain melalui berbagai post atau tweet yang kita unggah. Langkah yang terbilang sederhana, namun, hal ini dapat melatih empati diri sekaligus mengajak orang lain secara implisit untuk melatih dirinya berempati pula dan bersikap positif di komunitasnya. Dengan kata lain, ini merupakan langkah sederhana yang berdampak besar, Ladies.

Baca juga: 9 Tanda Kamu Berada dalam Toxic Relationship

Dengan berbagai masalah yang ada, dunia memang terasa sangat toxic, dan tampak mustahil untuk menemukan keseimbangan hidup di dalamnya. Hingga akhirnya, keadaan ini menjebak banyak individu untuk mulai meragukan dirinya dan sikap orang lain. Namun, alih-alih tenggelam dalam hidup yang toxic dan berakhir depresi, dengan menerapkan detoksifikasi melalui langkah-langkah sederhana, sedikit demi sedikit, kamu bisa membangun kenyamanan hidupmu sendiri dan memastikan kamu mampu berkembang dengan baik dari dalam dan luar meski dunia tengah menghadapi hidupnya yang toxic ini. Siapa tahu suatu saat nanti langkah-langkah sederhanamu ini dapat mengurangi toksifikasi yang ada di dunia, Ladies.

 

 

Sumber: All Women’s Talk

Comments

Loading...