test
OUR NETWORK

7 Perilaku Self-care yang Kerap Diabaikan Kebanyakan Orang

Self-care atau perawatan diri. Itu adalah kata yang dapat memiliki arti berbeda bagi orang yang berbeda. Namun yang jelas, terlepas dari definisi self-care apapun yang kamu yakini, tujuh tindakan di bawah ini mungkin tidak cukup sering masuk ke dalam menu pilihan self-care seseorang. Faktanya, mendapatkan hal-hal di bawah ini akan menyegarkan pikiran, tubuh, dan jiwa, serta memberikan perawatan diri dalam dirimu, Ladies. 

Mengabaikan tujuh perilaku di bawah ini dapat menimbulkan konsekuensi negatif yang parah dalam hidupmu, seperti kelelahan, kemunduran karier, keletihan, harga diri rendah, uang lebih sedikit, dan kesehatan mental yang lemah.

Yuk, cari tahu tujuh perilaku perawatan diri yang sering diabaikan oleh banyak orang, hanya di bawah ini, Ladies! 

1. Mendapatkan bantuan saat kamu membutuhkannya

7 Perilaku Self-care yang Kerap Diabaikan Kebanyakan Orang
Foto: freepik

Dalam masyarakat individualistis, meminta bantuan tidak disukai dan kerap dianggap sebagai tanda kelemahan. Jika kamu telah menginternalisasikan sikap ini, hal ini dapat menghambatmu dalam mencari dan mendapatkan bantuan yang kamu perlukan. 

Meminta bantuan sering kali merupakan respons realistis terhadap situasimu, bukan tanda kelemahan. Dan seringkali, orang-orang lebih bersemangat untuk membantumu daripada yang kamu kira, menurut psikolog sosial Heidi Grant, penulis Reinforcements: How to Get People to Help You. Hal yang penting dilakukan saat meminta tolong adalah meminta secara spesifik apa yang kamu inginkan, tanyakan pada orang yang tepat, dan ingat kamu berhak meminta bantuan dan orang lain berhak menolak.

Jika Ladies adalah orang tua yang bekerja dengan lebih banyak uang daripada waktu, pertimbangkan untuk menyewa pembersih rumah atau melatih anakmu untuk membantu pekerjaan rumah. Untuk bantuan mengatasi masalah emosional, mintalah rujukan ke terapis dari teman terpercaya. Dan jika kamu mampu membelinya, gunakan layanan pengiriman makanan atau bahan makanan pada saat-saat sulit.

2. Jangan menghindar

7 Perilaku Self-care yang Kerap Diabaikan Kebanyakan Orang
Foto: freepik

Kamu perlu menyelesaikan laporan kerja, tetapi kamu merasa tugas ini sangat tidak menyenangkan sehingga kamu memilih menonton drama favoritmu hingga larut malam. 

Sangat menggoda untuk menganggap perilaku penghindaran yang “menyenangkan” ini sebagai perawatan diri. Namun hal-hal tersebut adalah “perawatan diri yang salah”, karena hal tersebut menambah stres di atas masalah aslinya. Misalnya, kamu hanya mempunyai waktu yang lebih sedikit untuk menyelesaikan laporan dan penghindaran ini akan membuat rasa panik batin semakin meningkat.

Untuk menyelesaikan tugasmu yang tampak sudah menggunung itu, kamu bisa memulai dengan menyelesaikan serangkaian langkah kecil dan mudah. Misalnya, nyalakan komputer, buka dokumen Word, beri nama, dan simpan. Ucapkan selamat pada diri sendiri karena telah memulai. Lalu, ambil langkah kecil berikutnya hingga tugasmu selesai.

3. Ubah perfeksionisme menjadi “excellentisme

7 Perilaku Self-care yang Kerap Diabaikan Kebanyakan Orang
Foto: freepik

Ingat, sebagian besar tugas tidak harus diselesaikan dengan sempurna. Jika kamu membiarkan dirimu mengambil sikap “cukup baik” terhadap tugas-tugas kecil, kamu akan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan lebih sedikit rasa cemas. 

Entah kamu ingin harus membuat tugas kuliah, mengirim pesan pada dosen, atau mencuci pakaian, hemat waktumu dengan menyatakan “aku sudah menyelesaikan pekerjaanku dengan cukup baik”.

Sementara itu jika kamu ingin menyelesaikan tugas yang lebih penting, kamu sebaiknya mengarahkan tujuanmu untuk menyelesaikan tugas secara unggul dan baik, bukan sempurna. Dengan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan secara lebih cepat, kamu pun akan memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri.

4. Tetapkan batasan

7 Perilaku Self-care yang Kerap Diabaikan Kebanyakan Orang
Foto: freepik

Inilah kunci untuk mendapatkan “me time”: tetapkan batasan. Itu berarti kamu harus bersikap tegas terhadap apa yang kamu inginkan. Sikap asertif—mampu mengatakan tidak secara langsung, jujur, dan terus terang tanpa merasa bersalah—akan melindungi waktu, uang, dan harga dirimua. Perilaku asertif menghormati hakmu dan hak orang lain, bukan perilaku “penindas” yang agresif atau perilaku “keset” yang tidak asertif.

Untuk mendapatkan keleluasaan bersikap asertif, jangan biarkan orang lain membebani pikiran atau jadwalmu. Hafalkan ungkapan-ungkapan asertif yang serba guna ini: “Saya harap saya bisa, tetapi saya mempunyai terlalu banyak hal yang harus dilakukan saat ini.” “Aku akan memikirkannya dan menghubungimu kembali.” “Aku hanya tidak nyaman dengan hal itu.” 

Jika membela diri sendiri merupakan masalah bagimu, kamu mungkin perlu menemui konselor, Ladies.

5. Jaga uangmu 

7 Perilaku Self-care yang Kerap Diabaikan Kebanyakan Orang
Foto: freepik

Pengelolaan keuangan yang baik jarang disebutkan sebagai aspek perawatan diri. Namun mengabaikan keterampilan pengelolaan uang dapat membuat hidupmu menjadi kesengsaraan sehari-hari karena harus memutuskan tagihan apa yang harus dibayar, melakukan berbagai pekerjaan, dan memikirkan apakah kamu dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Ada gagasan populer bahwa “uang tidak bisa membeli kebahagiaan”. Namun faktanya, ungkapan tersebut tidak begitu tepat. Meskipun uang bukan satu-satunya bahan dalam resep kebahagiaan, memang benar bahwa keamanan finansial meningkatkan kebahagiaan, mengurangi stres, dan memungkinkan lebih banyak pilihan dalam hidup. 

Hal ini didasarkan pada berbagai penelitian psikologis, serta akal sehat. Mari kita hadapi itu: Ketidakamanan ekonomi dan kemiskinan umumnya menyebabkan kehidupan yang penuh stres dan kekhawatiran.

Tips: Ambil langkah menuju kemandirian ekonomi. Habiskan lebih sedikit, hemat lebih banyak, dan buka rekening pensiun. Miliki cukup uang di bank untuk menutupi keadaan darurat. Didiklah dirimu sendiri tentang keuangan.

6. Rapi-rapi dan bersih-bersih

7 Perilaku Self-care yang Kerap Diabaikan Kebanyakan Orang
Foto: freepik

Merapikan lingkungan atau rumahmu dapat memberikan banyak manfaat, termasuk rasa kontrol yang lebih besar, berkurangnya stres, dan bahkan peningkatan kekuatan otak, produktivitas yang lebih tinggi, dan pengambilan keputusan yang lebih baik, menurut penelitian yang dijelaskan oleh blogger Psychology Today, Mark Travers. Dia menjelaskan bahwa,

Membersihkan rumah atau lingkungan sekitar bukan hanya proses fisik, tapi juga mental. Mengurangi kekacauan akan meminimalkan gangguan, sehingga otak Anda dapat berkonsentrasi pada tugas-tugas yang lebih penting. Tindakan mengatur ruang Anda juga dapat memberikan rasa kendali dan ketertiban, yang dapat mengurangi perasaan stres dan meningkatkan rasa sejahtera. Peremajaan mental yang dihasilkan dari merapikan barang adalah bukti nyata adanya hubungan antara lingkungan fisik dan fungsi kognitif.

Hilangkan kekacauan di ruang kerjamu agar kamu dapat berkonsentrasi lebih baik. Atasi kekacauan rumah tangga menggunakan metode langkah demi langkah, satu laci, lemari, atau ruangan dalam satu waktu. 

7. Cantumkan waktu luang/me time pada jadwalmu

7 Perilaku Self-care yang Kerap Diabaikan Kebanyakan Orang
Foto: freepik

Memiliki rutinitas harian untuk perawatan diri—entah kamu mendefinisikannya sebagai olahraga, aktivitas meditasi, waktu bersama keluarga, membaca, atau waktu sendirian—dapat memastikan bahwa kamu membangun perawatan diri dalam keseharianmu. 

Jadwalmu juga bisa menjadi cara praktis untuk menolak permintaan yang tidak menarik: “Maaf, ini waktunya aku untuk olahraga”.

Perlu Ladies ketahui juga loh bahwa terdapat bukti, setidaknya untuk orang dewasa di atas 65 tahun, bahwa menjalani rutinitas yang sehat meningkatkan kebahagiaan dan kemampuan kognitif yang lebih baik. 

Yuk, mulai pikirkan tentang rutinitas harianmu. Apakah kamu menikmatinya? Perubahan kecil apa yang bisa membuatnya lebih sehat atau menyenangkan?

 

Sumber: psychologytoday.com

Must Read

Related Articles