OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022

Film ‘Ivanna’ Horror Maksimal Khas Kimo yang Terhalang Rating

MD Pictures sepertinya sedang memanfaatkan momen setelah pandemi dengan menghadirkan pertunjukan bergenre horror yang berhasil memukau penonton. Setelah KKN Desa Penari sekarang, mereka sedang menanti keuntungan dari film Ivanna.

Tidak tahu berupa keberuntungan atau memang penonton Indonesia haus akan film horror berkualitas. Kedua tayangan tersebut berhasil mencuri perhatian bahkan, mampu bersaing dengan box office Hollywood.

Harus diakui sebuah kebanggaan tersendiri bagi sineas muda tanah air yang sukses dengan karyanya. Hanya saja, apakah pertunjukan dari semesta Danur ini memang layak mendapatkan atensi sekitar 700 ribu penonton setelah 4 hari penayangannya?

Film Ivanna lebih mengerikan dari KKN

Film 'Ivanna' Horror Maksimal Khas Kimo yang Terhalang Rating
Sumber: kabarbanten.pikiran rakyat.com

Karena kedua pertunjukan ini masih satu rumah produksi dan satu genre, maka bolehlah kalau dibandingkan satu sama lain. Harus diakui dari sisi jumlah penonton memang kalah jauh, hal itu jadi wajar karena, rasa penasarannya juga berbeda.

Hanya saja, secara keseluruhan pertunjukan yang menghadirkan balas dendamnya noni belanda ini memang menakutkan. Tingkatan kengeriannya di angka 7 atau 8, memang belum maksimal karena, keseraman sebuah film masih dipegang oleh Pocong 2 yang diproduksi oleh MD juga.

Kengerian ini terasa jauh sekali dari KKN Desa Penari yang levelnya 4 atau 5, kondisi itu dapat diketahui ketika kamu melihat di bioskop langsung. Atmosfer ketakutan dengan teriakan menyeruak ke seluruh studio terdengar menggema, bahkan hampir di setiap adegan.

Kengerian dari film Ivanna tersebut dibangun dengan sangat bagus, karena penggambaran tokohnya diceritakan secara jelas dan kompleks. Walaupun singkat, penonton menjadi paham siapa hantu yang akan meneror mereka sepanjang durasi film.

Momentumnya benar-benar dapat terbangun secara rapi, ibarat kata Kimo Stamboel yang duduk di kursi sutradara sudah menanamkan bom. Setiap saat akan diledakkan dengan adegannya yang membuat semua penonton merasakan ketakutan itu.

Sayangnya, Kimo Stamboel tidak bisa mengeksekusi sesuka hatinya. Semua itu terkendala oleh rating yang mengakibatkan kegilaan dan kreativitasnya soal horror gore yang mengerikan sedikit terhambat.

Sinematografi yang Bikin Geleng Kepala

Film 'Ivanna' Horror Maksimal Khas Kimo yang Terhalang Rating
Sumber: Babat.id

Film Ivanna ini merupakan pertunjukan yang hampir mendekati kata sempurna. Bukan hanya dari ceritanya saja, Kimo juga berhasil membawanya ke level lebih tinggi diantara semua pertunjukan di Indonesia.

Sinematografi dan efek visualnya benar-benar mengesankan. Semuanya tertata sangat rapi, halus, mulus, mulai dari eksekusi sampai editingnya. Dari epiknya visual inilah yang jadi alasan betapa mengerikannya Ivana.

Bukan Kimo namanya kalau tidak ada adegan gory, semuanya hadir termasuk jumpscare yang terasa tepat. Tidak heran, teriakan penonton bukan karena mereka meniru sebelahnya melainkan ketakutan luar biasa.

Ibaratnya, para penonton sedang dihipnotis dan masuk ke dalam semesta film Ivanna, merasakan kengerian serta mencekamnya para tokoh. Walaupun banyak orang mengakui gory yang ditampilkan masih kalah jauh dari Ratu Ilmu Hitam.

Tetap ada sisi kurangnya

Film 'Ivanna' Horror Maksimal Khas Kimo yang Terhalang Rating
Sumber: sewaktu.com

Namanya hasil karya manusia, tidak mungkin sempurna. Seperti yang terjadi di sini, dimana Kimo melupakan satu poin penting dari cerita yaitu kesinambungan serta jawaban dari beberapa pertanyaan yang muncul seketika.

Poin pertama hadir pada tokoh utama Ambar yang bisa melihat makhluk halus setelah operasi. Jika, dihubungkan dengan ilmu sains hal itu tidak masuk akal, bukan? Sayangnya, sisi ini departemen naskah kurang mampu menjelaskan.

Durasinya sendiri memang cukup panjang sekitar 1 jam 43 menit, hanya saja masih bisa untuk dipanjangkan lagi setidaknya 2 jam 30 menit. Sehingga, beberapa karakter bisa mendapatkan porsi kejelasan sehingga, film ini akan terasa sangat sempurna.

Walau begitu, dari sisi aktor pribadi semuanya telah menampilkan kemampuan akting luar biasa. Apalagi, para pemain senior yang mendapatkan ruh dan melahap bagiannya dengan cerdas, sehingga penonton terasa puas dengan sajian tersebut.

Hal ini pula yang menutupi kelemahan dari pertunjukan ini. Jadi, saat mereka keluar dari bioskop pembahasannya hanya pada sisi kengeriannya saja, keseluruhan cerita kurang mendapatkan atensi lebih karena masih banyak pertanyaan belum bisa terjawab dan mengganjal.

Film Ivanna menjadi sajian terbaik yang membuat kamu merasakan kengerian luar biasa. Sebenarnya eksekusinya sudah benar, hanya saja masih ada poin yang terlewat akibat durasi dan rating yang harus dipenuhi, walau begitu pertunjukan ini masih mendapat nilai 7,5 dari 10.

Must Read

Related Articles