OUR NETWORK

Halle Bailey Terpilih Sebagai Ariel, Penggemar Ungkapkan Kekecewaan

Halle Bailey Terpilih Sebagai Ariel, Penggemar Ungkapkan Kekecewaan
Foto: people.com

Setelah Disney mengumumkan penyanyi muda bertalenta, Halle Bailey secara resmi sebagai pemeran tokoh Ariel dalam The Little Mermaid versi live action, banyak netizen yang justru kecewa. Halle Bailey dinilai tidak mewakili gambaran tokoh Ariel [kartun] dalam The Little Mermaid yang berkulit putih dan berambut merah menyala. Halle Bailey yang merupakan keturunan kulit hitam dianggap bukan gambaran Ariel di mata netizen. Penolakan ini bahkan mereka ramaikan dengan perisi dan tagar #NotMyAriel yang ditujukan kepada pihak Disney.

Kebanyakan netizen mempermasalahkan pemilihan Halle Bailey yang dinilai merusak karakter ikonik ini dengan memilih aktris berkulit hitam. As you know, Ladies, karakter Ariel sendiri memang digambarkan sebagai gadis berkulit putih, bermata biru, dan berambut merah. Polemik terpilihnya Halle Bailey ini diakui sebagian besar penggemar muncul lantaran ada kesan bahwa Disney seolah ingin mengubah total karakter Ariel idola mereka yang selama ini telah tertanam di dalam benak mereka. 

Baca juga: Halle Bailey Berperan Sebagai Ariel. Kenali Lebih Dalam, Yuk!

Hmm, jadi warna kulit ya persoalannya? Rasiskah? Para penggemar kartun The Little Mermaid ini mengklaim bahwa mereka sebenarnya tidak ingin terlalu rasis, hanya saja perubahan total karakter Ariel yang menurut mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan agaknya akan menimbulkan kekecewaan tersendiri. 

Dilansir dalam CNBCindonesia.com, beberapa komentar netizen beragam mulai dari mereka yang berkulit putih sampai mereka yang berkulit hitam pun turut mengungkapkan kekecewaannya dalam akun sosial media Disney.

“Walt Disney kali ini keterlaluan dan menggali kuburnya, kisah The Little Mermaid jadi rusak,” komentar @Carsondre di akun instagram Disney.  Komentar lain datang dari penggemar berkulit hitam, “Dengar, saya kulit hitam dan saya tidak suka ini. Saya sangat dukung gerakan merepresentasi kulit hitam, tapi tidak begini. Dia bisa saja memerankan Putri Tiana atau karakter lainnya, jadi tolong dijaga originalitasnya!” Tulis @miss.clarkee.

Dilansir dalam Line Today, jaringan televisi kabel Disney, Freeform menjawab kekecewaan penggemar yang mempermasalahkan pemilihan Bailey sebagai Ariel. Freeform menanggapinya dengan postingan Instagram. Postingan itu diberi caption “Surat terbuka untuk Orang yang Malang, Jiwa yang Tidak Beruntung.” Dalam postingan itu Freeform mengungkapkan bahwa penulis The Little Mermaid adalah orang Denmark. Dan berhubung Ariel adalah putri duyung, dia bisa berenang ke mana saja yang ia mau. Mereka juga menekankan bahwa tidak semua orang Denmark berkulit putih. Bisa saja ada orang Denmark berkulit hitam dan secara genetik memiliki rambut merah. Baca selengkapnya di bawah ini, Ladies.

View this post on Instagram

An open letter to the Poor, Unfortunate Souls: ______ #TheLittleMermaid #Ariel #MyAriel

A post shared by Freeform (@freeform) on

Selain itu, Freeform juga mengingatkan orang-orang bahwa cerita dan karakter Ariel adalah karya fiksi. “Jadi, setelah semua ini dikatakan dan dilakukan, dan kalian masih tidak dapat memahami bahwa memilih Halle Bailey yang luar biasa, sensasional, sangat berbakat, cantik adalah segalanya dibanding dia tidak terlihat seperti yang di kartun,” tulis FreeForm.

Terlepas isu rasisme dalam penolakan pemilihan Halle Bailey ini, tentu saja pemilihan sang aktris sudah melewati tahap yang serius ya, Ladies.

Rob Marshall, sang sutradara sendiri mengatakan bahwa pemilihan Halle Bailey telah melalui tahap pencarian yang panjang. Marshall dalam kacamata sutradaranya melihat dengan jelas  bahwa Halle Bailey memiliki kombinasi yang langka. Ia memiliki semangat, kebaikan hati, jiwa muda, keluguan, dan juga suara yang menakjubkan—hal yang diperlukan untuk peran ikonik ini. Artinya, karakter Ariel menurut Marshall memang sudah diperhitungkan dengan matang lewat pendalaman peran yang dilakukan oleh Halle Bailey ya, Ladies. 

Dibanding melihat hanya dari perspektif warna kulit, pemahaman terhadap kekuatan karakter sang aktris dalam memerankan tokoh Ariel jauh lebih penting ya. Sebagaimana layaknya sebuah karya adaptasi [live-action], sudah pasti ada sebuah penafsiran yang akan menghadirkan perubahan-perubahan tertentu dan membuatnya tak sama persis dengan versi sebelumnya. Tetapi, keduanya perlu diapresiasi dan dinikmati. So, kita tunggu aja yuk, Ladies. Pasti seru!

 

Sumber: today.line, cnbcindonesia

Comments

Loading...