OUR NETWORK
From Korea With Love Concert

Mengapa Wajah Kita Terlihat Berbeda saat di Cermin dengan di Foto?

Pernahkah Ladies melihat foto dirimu dan berpikir, “Itu tidak mirip dengan saya”. Lucunya, teman dan keluargamu menyukai foto itu dan berpikir bahwa Ladies selalu terlihat sama dengan yang di foto tersebut?

Well, pengalaman ini sebenarnya cukup umum. Mengapa itu terjadi? Jawabannya sederhana: Cermin.

Ada perbedaan antara gambar Ladies di cermin dan di foto. Gambar yang Ladies lihat di cermin ternyata berposisi terbalik dibandingkan dengan gambar yang orang lain lihat secara tatap muka. Teman-temanmu akrab dengan bayanganmu yang tidak dibalik, sementara Ladies akrab dengan bayangan terbalikmu di cermin biasa.

Jadi, salah satu alasan Ladies tidak terlalu menyukai foto diri Ladies adalah karena foto-foto itu menghadirkan pemandangan wajah yang kurang familiar bagimu, Ladies. 

Faktanya, para peneliti telah menunjukkan bahwa individu lebih suka foto yang menunjukkan bayangan cermin mereka. Sementara yang lain lebih suka foto dari individu yang sama yang menunjukkan gambar “asli” mereka (Mita et al., 1977). Fenomena ini mungkin karena efek eksposur belaka, yang merupakan temuan konsisten bahwa kita lebih nyaman dan menyukai hal-hal yang sering kita lihat (Zajonc, 1968).

Mengapa Wajah Kita Terlihat Berbeda saat di Cermin dengan di Foto?
Foto: pexels.com

Mengapa itu penting? Penelitian tentang psikologi cermin dan refleksi, menemukan bahwa banyak orang tidak menyukai bayangan mereka di cermin—dan bahkan kurang menyukai bayangan mereka yang tidak terbalik!

Selain meresahkan, bayangan seseorang di cermin bisa menjadi dorongan untuk rencana perbaikan.

Banyak orang mempertimbangkan operasi kosmetik karena mereka berjuang dengan penampilan mereka di cermin. Orang sering mencari operasi kosmetik untuk memperbaiki asimetri wajah, seperti satu mata lebih besar dari yang lain atau hidung yang sedikit bengkok. Asimetri ini dapat mengganggu pasien karena mereka percaya itu mempengaruhi kesan yang mungkin dimiliki orang lain tentang mereka. Namun, orang lain melihat gambar mereka yang tidak terbalik, bukan gambar yang dihadapi pasien di cermin.

Masalah ini semakin rumit karena ahli bedah kosmetik menggunakan foto wajah secara ekstensif untuk merawat pasien. Jadi, saat pasien menjalani konsultasi dan prosedur, mereka melihat foto diri mereka sendiri, yang merupakan citra mereka yang tidak terbalik. Jika pasien tidak terbiasa melihat bayangan cermin yang tidak terbalik, mungkin akan lebih sulit bagi mereka untuk menerima penampilan wajah mereka sebelum dan sesudah perawatan.

Baca juga: Dengan Tips Foto Ini, Semua Orang Jadi Bisa Fotogenik

Satu studi menemukan bahwa peserta mendapat skor yang secara signifikan lebih baik pada skala Penilaian Usia FACE-Q dan Gangguan Psikososial Terkait Penampilan ketika melihat ke cermin standar daripada di Non-Reversing Mirror (NRM). Selain itu, sebagian besar melaporkan bahwa wajah mereka tampak kurang simetris dan kurang seimbang dalam NRM. Secara keseluruhan, 83% melaporkan melihat perbedaan kualitatif dalam penampilan mereka, dengan 30% menjawab bahwa melihat di NRM telah mengubah tujuan estetika wajah mereka (Frautschi, et al, 2021).

Dengan demikian, Non-Reversing Mirrors dapat menjembatani keakraban dari refleksi terbalik pasien dan citra asli mereka yang kurang familiar, non-reverse. Ini mungkin menjadi alat komunikasi dokter-pasien yang berguna ketika mendiskusikan tujuan dan harapan untuk prosedur estetika wajah.

Ladies merasa resah saat melihat foto diri atau sedang mempertimbangkan operasi wajah kosmetik? Membiasakan diri dengan gambar wajahmu yang tidak terbalik bisa bermanfaat.

Gunakan efek eksposure ini untuk keuntunganmu. Eksposur berulang terhadap stimulus memfasilitasi preferensi, sehingga Ladies dapat memanfaatkan efek eksposur semata untuk meningkatkan rasa suka dan kenyamanan dirimu pada fotomu sendiri. Penelitian juga menunjukkan bahwa eksposur dengan durasi yang lebih pendek lebih efektif dalam meningkatkan kesukaan daripada eksposur dengan durasi yang lebih lama (Bornstein, 1989).

Ladies dapat menggunakan fotomu sebagai foto background pada ponsel atau melihat foto dirimu dengan cepat, yang dapat memberikan eksposur singkat berulang dan dapat meningkatkan apresiasimu terhadap foto-foto tersebut.

Selamat mencoba, Ladies!

 

Sumber: psychologytoday.com

Must Read

Related Articles