test
OUR NETWORK

Ketahui Efek Menopause Pada Kondisi Kulit

Tak hanya sekali, sepanjang hidupnya, perempuan banyak mengalami perubahan kondisi hormon dalam tubuhnya. Menstruasi setiap bulan, hamil, hingga pada akhirnya menopause. Bersamaan dengan cepatnya perubahan mood, sensasi panas dalam tubuh, sampai vagina mengering, menopause juga ternyata akan mengubah kondisi kulitmu, lho! Berikut beberapa dampaknya pada kulitmu:

Perubahan bisa terjadi sebelum menopause

Percaya atau tidak, perubahan kondisi kulit bisa terjadi bahkan sebelum menopause dimulai. Tahap ini dikenal dengan nama perimenopause, ditandai dengan fluktuasi kadar estrogen, testosteron, dan DHEA. Terjadi penurunan kadar hormon secara bertahap. Namun, hal ini tidak merata hingga menyebabkan sejumlah masalah pada kulit, seperti hot flashes dan kulit memerah, atau kulit menjadi lebih kering, lebih sensitif, serta lebih rentan terhadap jerawat hormonal, dan lainnya.

Kulit lebih sensitif terhadap produk skincare

Menopause membuat kulitmu menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Bahkan bisa membuat kulitmu tidak bisa lagi menerima manfaat dari produk skincare yang sebelumnya tidak memberi masalah apapun saat menggunakannya. Ini karena menopause membuat kadar estrogen dalam tubuh turun, produksi minyak berkurang, dan kulit juga bisa menjadi kering. Jika Ladies kini sedang mengalami kondisi ini, para pakar menyarankan untuk menggunakan pembersih wajah yang lembut, pelembap kaya nutrisi squalene dan ectoine.

Ketahui Efek Menopause Pada Kondisi Kulit
Sumber: oprahdaily.com

Alami kulit kemerahan

Selama perimenopause dan menopause, kulit menjadi lebih rentan terhadap pembilasan. Untuk mengatasinya, gunakan serum antioksidan dengan bahan penenang yang membantu melawan kemerahan, seperti resveratrol, polifenol teh hijau, kafein, dan Vitamin C.

Kulit mengering dan muncul jerawat dalam jumlah banyak secara bersamaan

Fluktuasi estrogen luar biasa terjadi selama perimenopause dan menopause. Estrogen terbukti menghambat sekresi sebum yang menyebabkan kulit terlalu kering. Di saat bersamaan, kadar androgen, seperti testosterone secara konstan merangsang sekresi sebum. Dengan estrogen yang tak lagi melindungi kelenjar sebaceous untuk menjaganya tetap terkendali, androgen yang mengambil alih membuatnya bekerja secara berlebihan. Alhasil, produksi sebum berlebihan yang menyebabkan pori-pori tersumbat dan memunculkan jerawat.

Atasi jerawat membandel tersebut dengan bahan-bahan seperti benzoil peroksida dan asam salisilat. Bagi Ladies yang bertipe kulit kering, bisa mengatasinya dengan retinoid lembut. Jika tidak mempan juga, jangan takut untuk berkonsultasi dengan dokter kulit tentang krim dapson topical atau spironolakton oral.

Baca juga: Beginilah Cara Dokter Dapat Mengonfirmasi bahwa Pasiennya Telah Memasuki Masa Menopause

Kulit area pergelangan kaki, tumit, dan tulang kering menebal dan mengering di usia 40-an

Terkadang, orang cukup lambat untuk menyadari perubahan kondisi kulit mereka selama menopause, salah satunya kulit yang mengering ekstrim pada beberapa bagian tubuh. Di antaranya, pergelangan kaki, tumit, dan tulang kering. Untungnya, Ladies bisa mengatasinya dengan menggunakan pelembap setiap hari, terutama setelah mandi.

Menopause memang tidak bisa dihindari, tapi bukan berarti tidak bisa diperlambat dan dikurangi dampak negatifnya. Yuk, mulai sadari perubahan tubuhmu dan rawat seoptimal mungkin sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, Ladies!

 

Sumber: Pure Wow

Must Read

Related Articles