OUR NETWORK

Hair Comb Style Khas Tahun 80-an Diprediksi Akan Kembali Populer

Hair Comb Style Khas Tahun 80-an Diprediksi Akan Kembali Populer
Foto: hollywoodreporter.com

Melalui pagelaran Tory Burch Spring Show, menjelang akhir tahun 2019, hair comb style khas khas 80-an diprediksi akan kembali meraup popularitas tinggi. Terinspirasi dari gaya Diana Spencer atau akrab dipanggil dengan nama Lady Di, berbagai desainer memamerkan beragam koleksinya yang menunjukkan tampilan klasik dan sederhana namun kuat dengan kesan anggun tanpa melibatkan aksen yang berlebihan.

Namun, tak seperti desainer lainnya yang cenderung fokus pada kemewahan Lady Di, ketika Guido Palau terinspirasi dari style Diana Spencer, ia tidak mengaitkan gaya Lady Di ini dengan gaya subkultur yang sempat populer pada tahun 80-an.

Guido malah menggambarkan dirinya sebagai Ultimate Sloane Ranger. Sebuah panggilan yang berkaitan dengan kediriannya yang mirip dengan kemewahan tertentu yang terhindar dari kepura-puraan. Konsep ini dikemasnya dengan “ironi kecil”.

Baca juga: Kesan Segar ala 70-an Jadi Tren Gaya Rambut Musim Panas 2019

Untuk menunjukkannya, Palau menggunakan aksesori hair comb. Sisir-sisir ini dimodifikasi untuk koleksi Burch dengan menggunakan spray paint berwarna poppy pastel. Seperti  warna lemon, mint, peach, raspberry, dan gorgeous periwinkle yang dikenakan Natalia Vodianova ketika membuka acara.

Hair Comb Style Khas Tahun 80-an Diprediksi Akan Kembali Populer
Foto: esteticamagazine.com

“Ini tampak sangat klasik, namun dalam versi yang lebih lembut,” tambahnya. Ia menggunakan teknik era 1940-an yang mengambil sisi punk pada 1980-an. Ia memperlihatkan tampilan rambut pada bagian sisi yang ditata ke dalam, dengan pahatan gelombang pada garis rambut. Kemudian, panjang rambutnya dibiarkan tergerai alami dengan sedikit tekstur gelombang. Ditambah dengan sentuhan hairspray Triple Pure 32 dari Redken, rambut tampak mengeluarkan efek cahaya dan beraroma netral yang alami.

Baca juga: Tren Gaya Rambut DNA Braids, Yay or Nay?

Makeup artist, Diane Kendal, melanjutkan gaya “posh girl” ini melalui tampilan kulit yang sempurna. Dipadu dengan warna pink-ish taupe pada mata, warna pipi yang hangat, eyeliner yang dramatis, namun, tidak kasar. Lalu dominasi warna cokelat pada bagian inner cornernya hingga bagian tengah pada upper lash line. Dan sempurnakan langkah terakhir dengan menggunakan liquid black pen.

Perpaduan aksesori, tatanan rambut, dan makeup ini, diprediksi akan mendominasi tren menjelang akhir 2019 yang akan banyak ditiru masyarakat. Penampilan berkelas dan anggun tanpa menerapkan banyak aksesori layaknya Lady Di akan kembali meraup popularitas. Nah, sebelum tren ini lewat, yuk, coba diterapkan pada kehidupan sehari-harimu, Ladies.

 

Sumber: Vogue

Comments

Loading...