OUR NETWORK

Fight or Flight? Atur Respon Stres Ini dengan 3 Langkah Mudah

Fight or Flight? Atur Respon Stress Ini dengan 3 Langkah Mudah
Foto: unsplash.com

Banyaknya hal yang mesti dikerjakan dan diselesaikan dalam waktu yang singkat. Entah itu berbentuk pekerjaan kantor, urusan di rumah, percintaan, pertemanan, hingga finansial yang menumpuk bisa menjadi penyebab stres, Ladies.

Ketika tingkat stres menjadi-jadi dan sangat tinggi, tubuh kamu akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa kamu sedang dalam bahaya. Karena sinyal ini nih ladies tubuh kamu masuk ke mode fight or flight atau mode bertarung atau kabur.

Baca juga: Tips Mudah unutk Generasi Milenial Supaya Jauh dari Stres

Ketika zaman purba dulu, respon ini berguna banget lho untuk bertahan hidup terlebih saat berhadapan dengan ancaman seperti binatang buas. Mode fight or flight ini menyebabkan denyut jantung yang lebih cepat, nafas lebih pendek, pupil mata membesar dan fokus yang lebih baik.

Tapi di jaman modern dimana kita jarang bertemu binatang buas, tubuh bisa salah mengartikan atasan, kolega, atau orang yang tak sengaja kamu senggol di jalan menjadi sumber bahaya. Akibatnya mode fight or flight ini bisa menyebabkan stres berkepanjangan, kelelahan, serta anxiety atau kekhawatiran berlebih.

Jika kamu sedang mencari cara untuk mengatur tubuhmu keluar dari mode fight or flight, ada 3 langkah mudah yang bisa kamu coba.

1. Melatih kesadaran

Latihlah dirimu untuk sadar akan kondisi kamu saat dalam mode fight or flight. Jika kamu sadar dengan yang sedang terjadi, kamu bisa mengaturnya. Lakukan hal ini tanpa menghakimi ya, Ladies. Cukup rasakan dan beri nama pada apa yang kamu rasakan tadi, entah itu perasaan sesak, detak jantung yang cepat, otot kaki mengeras, dan sebagainya.

3. Ambil napas panjang dan hitung sampai 4

Fight or Flight? Atur Respon Stress Ini dengan 3 Langkah Mudah
Foto: unsplash.com

Mode fight or flight membuat napasmu pendek. Atur napasmu menjadi panjang dan dalam lalu hitung sampai hitungan ke-4. Ulangi selama 5 kali. Selain menambah asupan oksigen, mengatur nafasmu menjadi panjang memberi sinyal balik bahwa kamu tidak sedang dalam mode tersebut.

3. Perhatikan keadaan lingkungan dengan pikiran yang lebih jernih

Lihat kesekeliling kamu, Ladies. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? biarkan pikiranmu memprosesnya. Walaupun keadaan di sekitarmu tidak menyenangkan, namun bukan berarti kamu benar-benar ada di situasi antara hidup dan mati. Biarkan tubuhmu memahami hal tersebut dan menyimpulkan bahwa sebenarnya nyawa kamu tidak dalam bahaya. Kecuali kalau kamu memang sudah merasa di ujung tanduk, segera cari pertolongan, Ladies.

Baca juga: Dapat Meredam Stres dan Kecemasan, Apakah Epsom Salt Itu?

Mode fight or flight bisa menjadi penyelamat sekaligus sumber stres. Ketika tubuhmu butuh istirahat, mode ini bisa menjadi pengingat untuk kamu. Kuncinya adalah mengaturnya dengan baik ya, Ladies. Jika kamu bisa mengaturnya, kemungkinan besar kamu bisa terbebas dari stres yang diakibatkannya.

Sumber: mindbodygreen

Comments