OUR NETWORK

Apa Sih Arti AHA dan BHA yang Ada di Produk Skincare? 

Apasih Arti AHA dan BHA yang Ada di Produk Skincare? 
Foto: pinterest.com

Ladies kamu pasti udah nggak asing lagi kan sama istilah AHA dan BHA yang biasanya ada di produk-produk skincare yang kalian pakai.  Tapi kamu tau nggak sih kandungan AHA dan BHA itu sebenarnya apa? Dan apa pula fungsinya AHA dan BHA terhadap kulit wajahmu? Di sini kami akan membantu kamu untuk meluruskan pengertian AHA dan BHA yang terdapat di produk skincare kamu berdasarkan penjelasan Nathan Rivas selaku Direktur Edukasi Drunk Elephant.

Sebenarnya AHA dan BHA memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai pengelupasan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit terluar. Biasanya kandungan AHA dan BHA sering kali ditemui di satu produk skincare sekaligus. Namun, yang jadi perbedaan adalah kandungan asam di dalamnya. 

Baca juga: Ini yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Pineapple Skincare

Nathan mengatakan asam AHA (Alpha Hydroxy Acid) biasanya adalah asam laktat, sitrat, dan glikolat, yaitu asam yang berasal dari vegan dan non-vegan. Asam tersebut bekerja untuk melarutkan ikatan yang mengikat sel-sel kulit mati. Selain itu, katanya, asam ini sangat membantu dalam meningkatkan tekstur dan warna kulit, dan mengurangi munculnya garis-garis dan hasil kerutan. 

Nathan merekomendasikan untuk penggunaan produk AHA yang sebesar 8% atau 15%. Karena kandungan asam glikolat (asam AHA yang yang paling umum digunakan) sebesar 10% itu sudah termasuk cukup kuat. Jadi, kamu harus lebih berhati-hati dalam penggunaannya dan juga memerhatikan seberapa sering kamu menggunakannya. Maka dari itu, Ladies, kalau kamu menggunakan kandungan AHA kedalam rutinitas skincare harianmu, coba cek dahulu besaran persentase AHA di skincare-mu. Perhatikan juga reaksi dari kulitmu. Nathan juga menambahkan kalau asam AHA tidak terlalu efektif dalam membersihkan pori-pori seperti asam BHA. 

Berbeda dengan AHA, BHA (Beta Hydroxy Acid) bekerja jauh lebih dalam hingga menembus pori-pori dan mengelupas sel kulit mati yang tersumbat di dalamnya. 

Nathan mengatakan kalau asam salisilat adalah bentuk umum BHA yang paling sering digunakan pada produk skincare. Berasal dari salicin kimia (bahan yang sering ditemukan dalam aspirin). Asam ini memiliki manfaat anti-inflamasi dan anti kemerahan yang kuat. Menurut Nathan, Salicin ini adalah bentuk lain dari BHA, namun tidak memiliki sifat pengelupasan yang sama seperti asam Salisilat ketika dioleskan. Untuk menggunakan BHA yang benar, Nathan mengingatkan jangan menggunakannya terlalu berlebihan. 

“Sedikit asam salisilat yang digunakan, efeknya akan lama. Persentase kandungan bahan sebesar 0,5% sampai 2% (1% adalah jalan tengah yang bagus) adalah maksimal yang diperlukan untuk penggunaan sehari-hari. Kalau lebih dari itu, ada kemungkinan risiko kulit wajah yang akan menjadi kebal terhadap kandungan BHA tersebut”, tambahnya. 

Nathan juga memperingatkan kesalahpahaman seputar alpha dan hydroxy acid.

Karena menurutnya, siapapun dapat menggunakan produk ini jika bebas dari iritasi kulit dan diformulasikan pada tingkat pH yang tepat. Dia merekomendasikan penggunaan hydroxy acid yang diformulakan pada pH yang lebih rendah dari 4,0, karena persentase kandungan bahan yang lebih tinggi dapat sangat mengiritasi kulit. Namun, saat menggunakan produk yang terkandung AHA dan BHA, kamu harus memastikan terlebih dahulu apakah kulitmu memiliki gangguan terhadap suatu hal guna menghindari iritasi tertentu. Terlalu banyak alkohol dan minyak atsiri dapat menyebabkan kulit lebih sulit mentolerir kedua AHA dan BHA tersebut.  “Tingkat pH 3,5 sampai 4,0 adalah kisaran ideal untuk pengelupasan tanpa menimbulkan sensitivitas,” tambahnya. 

Baca juga: Breakout vs Purging: Bagaimana Cara Membedakannya?

Namun pada akhirnya, Nathan mengatakan kedua AHA dan BHA sangat bermanfaat. Ketika digunakan setiap hari, maka akan mengurangi timbulnya jerawat, perbaikan warna kulit yang tidak rata, dan merangsang percepatan pergantian sel baru. 

“AHA dan BHA adalah dua sisi dari koin yang sama. Keduanya secara bertahan mengelupas kulit dengan melarutkan sel-sel kulit mati pada lapisan permukaan kulit kamu, sehingga keduanya bagus untuk meningkatkan warna dan tekstur. BHA hanya bekerja sedikit lebih jauh untuk melakukan hal yang sama dari dalam pori-pori,” ujarnya.

Sekarang kamu udah tau gimana AHA dan BHA bekerja, kan Ladies? Jadi, kamu nggak perlu bingung lagi buat beli skincare dengan kandungan AHA atau BHA yang mana yang cocok dan sesuai kebutuhanmu.

 

Sumber: Hello Giggles

Comments

Loading...