OUR NETWORK

Stop Overthinking dan Mulai Jalani Hidupmu

Stop Overthinking dan Mulai Jalani Hidupmu
Foto: everydaypower.com

Ladies, apakah kamu orang yang suka overanalyzing? Misalnya orang yang kamu taksir tiba-tiba WA kamu dan kamu langsung kepikiran. Atau secara nggak sengaja menyentuh tangan kamu? Ngeliatin kamu? Atau melakukan sesuatu yang memiliki banyak arti. Terus kamu langsung berpikir “Jangan-jangan kita emang jodoh…” Trus apa? Apa? Bagi kebanyakan dari kita ini termasuk overanalyzing situation. Memeriksa semua yang mereka katakan, bahasa tubuh mereka, atau membaca pesan yang dikirimkan doi  secara berulang-ulang untuk mencoba memahami maknanya. 

Baca juga: 8 Tips Ini Bisa Membantumu Mengurangi Overthinking

Aku tahu, aku pun melakukan hal itu. Ternyata semua yang aku lakukan itu termasuk dari kategori overthinking loh, Ladies. Aku terlalu banyak berpikir tentang sinyal dan membaca apa yang mungkin benar, apa yang mungkin terjadi, walau pada kenyataannya tidak ada apa pun yang terjadi. Aku tau kamu juga seperti itukan? Enggak? Kadang-kadang? Sedikit? Ayolah, temani aku. 

Ternyata terlalu banyak overthinking atau overanalyzing sebuah situasi bisa berdampak buruk untuk kehidupan kita secara pribadi, Ladies.

Energi kita habis, waktu kita yang sebenarnya bisa dilakukan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat pun habis untuk sesuatu yang belum tentu terjadi. Hal terbaik yang seharusnya dilakukan adalah dengan tidak memikirkan apapun: bersikap netral dan hanya “mengikuti arus” seperti orang-orang pada umumnya lakukan. Aku tau hal itu sulit untuk dilakukan. Tetapi ketika kamu mampu untuk membersihkan diri dari pemikiran tentang apa yang mungkin dan tidak mungkin terjadi dari suatu kejadian, maka akan lebih mudah untuk menghadapi kehidupan dan menjadi pribadi yang chill.

Stop Overthinking dan Mulai Jalani Hidupmu
Foto: pinterest.com

Mungkin terdengar klise, tetapi percayalah Ladies, lebih mudah untuk melihat hal-hal seperti apa adanya, bukan bagaimana keadaannya akan terjadi nanti. Mari ambil contoh, misalkan teman kamu mengatakan dia harus pulang karena kelelahan. Apakah kamu langsung memercayai alasannya atau justru berpikir dia mungkin hanya sedang marah sama kamu? Yang manakah itu? Apakah nada suaranya menunjukkan sesuatu? Terkadang memang lebih baik membiarkan sesuatu berjalan dan fokus untuk menjalani harimu saja. Bagaimana kalau pesannya disampaikan melalui SMS atau WA atau Line? Gimana kamu bisa menganalisa apa yang sebenarnya terjadi? Kecuali kamu memang udah kenal banget sama dia atau kamu punya insting yang kuat gimana dia bakal menyampaikannya secara langsung. Kalau ternyata kamu nggak kenal-kenal banget lebih baik kamu tanyakan apa sebenarnya maksudnya. Atau kalau kamu gak mau repot lebih baik nggak usah dipikirin sama sekali karena menganalisanya secara berlebihan sendirian nggak akan membantu sama sekali. 

Seperti kalimat yang mengatakan “jangan memusingkan hal-hal kecil.”

Ada banyak hal lain yang lebih baik yang bisa kamu lakukan di hari-harimu daripada berlama-lama memikirkan apa yang seseorang katakan. Setidaknya tidak setiap waktu, kalau kadang-kadang saja masih nggak masalah. Apalagi ucapan orang yang hampir nggak kamu kenal.  

Seperti di artikel ini nih. Judulnya “Jangan Biarkan Teknologi Mengacaukan Hubungan Kehidupan Nyata”. Di situ dijelaskan segala sesuatu yang dikatakan melalui teknologi harus dengan mudah dapat dikatakan secara langsung. Jadi, mengirim SMS sebenarnya adalah kegagalan berkomunikasi. Kecuali itu hanya beberapa pesan singkat seperti memberi tahu seseorang tentang rencana kamu ingin menemui temanmu untuk sekedar minum kopi. Kalau tidak, akan sangat mudah untuk menganalisa secara berlebihan dan bertanya-tanya maksud dari pesan tersebut, karena kata-kata itu nggak mengandung nada penyampaian. Karena nggak ada nada dari kata itu, maka nggak mudah buat mengurai maksud dari kata-kata tersebut. Maka ada baiknya untuk nggak terlalu overthinking terhadap sesuatu yang kamu juga nggak pahami. Akan lebih bijak jika ditanyakan langsung maksud dari orang tersebut, dan mengurangi kecemasan-kecemasan yang nggak perlu itu. 

Baca juga: Merasa Sulit Bahagia? Mungkin 5 Hal Inilah Penyebabnya

Good Things Love GIF by SHASMIMO - Find & Share on GIPHY

Karena terlalu sibuk cemas, kita sampai melewatkan apa yang sebenarnya terjadi. Dengan belajar melepaskan dan melanjutkan hidup, kehidupan kita pun akan lebih mudah karena lebih sedikit kebingungan dan rasa sakit yang dirasakan tidak perlu. Lebih baik nggak perlu khawatir untuk hal-hal kecil dan menjalani hidup dengan lebih percaya diri dan optimis. Dengan menanamkan mindset tersebut maka percayalah Ladies kamu akan lebih kuat dan lebih mandiri dalam hidup dan semuanya tampak lebih cerah! 

 

Source: hellobeautiful

Comments

Loading...