OUR NETWORK

Hidup Sendiri Memiliki Risiko Tingkat Gangguan Mental Lebih Tinggi

Hidup Sendiri Memiliki Risiko Tingkat Gangguan Mental Lebih Tinggi
Foto: socialconnectedness

Apakah kamu berpikiran untuk hidup sendirian, Ladies? Sampai hari tuamu nanti? Being single and free and do what I want to do. Mungkin pilihan itu akan indah pada saat-saat tertentu. Tapi tahukah kamu Ladies kalau menurut penelitian di PLOS ONE gangguan mental itu lebih umum terjadi kepada mereka yang memutuskan untuk tinggal sendiri.

Para peneliti melakukan survey National Psychiatric Morbidity pada tahun 1993, 2000, dan 2007 terhadap 20,500 orang di Inggris yang berumur 16 sampai 64 tahun. Selama seminggu sebelum survey, mereka ditinjau terhadap gangguan syaraf yang kemungkinan memiliki masalah mental seperti depresi, khawatir, tegang yang berlebihan, dan kecemasan sosial.

Setelah 3 tahun penelitian, ditemukanlah data yang menunjukkan kalau orang yang tinggal sendiri lebih berkemungkinan memiliki masalah mental, tanpa memperhatikan umur serta jenis kelaminnya.

Dan yang menjadi penyebab utamanya adalah kesepian, Ladies. Berdasarkan hasil datanya, kesepian menjelaskan 84 persen gangguan mental berhubungan dengan hidup sendiri. Dalam datanya, peneliti menjelaskan kesepian sering kali mendorong seseorang fokus terhadap pikiran negatif, kecemasan sosial, phobia, sakit badan dan kelelahan atau ketagihan.

Namun, yang perlu digaris bawahi adalah hidup sendiri belum tentu kesepian loh, Ladies. Jadi jangan disamakan hidup sendiri dengan kesepian yah, Ladies. Bahkan banyak orang yang memutuskan untuk hidup sendiri menjadi pribadi yang lebih berkembang dan mereka menyukainya.

Hidup Sendiri Memiliki Risiko Tingkat Gangguan Mental Lebih Tinggi
Foto: favim.com

Kesepian itu hanya akan muncul ketika kita merasa kehilangan koneksi kepada diri sendiri serta orang lain. Bagaimanapun juga, menurut data yang ditunjukkan, rasa tidak terhubung dapat menyakiti hati ketika kita hidup sendirian.

“Kesepian memiliki peran dalam tidak terhubung kepada orang lain.” kata penasihat relationship Margaret Paul, Ph.D. “Rasa kesepian, tersesat, hampa, dan perasaan kosong memiliki tanggung jawab terhadap tidak bisanya kita berhubungan dengan diri kita sendiri dan dengan perasaan cinta yang lebih tinggi. Perasaan kesepian inilah yang membuat kita mengasingkan diri.”

Paul mengatakan bahwa untuk menghindari kesepian adalah dengan mempraktikkan kasih sayang terhadap diri sendiri. Yang dalam teorinya harus membentuk mindfulness.

Tentu saja, penelitian pada 2019 menunjukkan melatih mindfulness memang mengurangi kesepian individu dan meningkatkan interaksi sosial. “Mencintai diri sendiri berarti dengan secara penuh hadir dalam diri dan dalam perasaan” katanya. “Itu berarti lebih baik menghadapi kesepian dengan rasa sedih daripada menghindari sehingga menjadi kebiasaan mengasingkan diri.” Itu artinya, kamu ingin bertanggung jawab dan belajar atas apa yang mereka coba katakan pada dirimu tentang bagaimana kamu memperlakukan dirimu selama ini serta dengan menikmati perasaan sakit ketika life hits you harder seperti kesepian, patah hati, perasaan duka dan rasa tidak berdaya yang pasti akan kita rasakan dalam hidup ini.

Jadi Ladies, kalau kamu hidup sendiri pun kamu nggak perlu takut kalau kamu akan secara otomatis dianggap memiliki masalah kejiwaan. Kamu cuma harus tetap terhubung dengan dirimu dan dengan orang-orang sekitar yang sayang padamu.

 

Sumber: mindbodygreen

Comments