test
OUR NETWORK

Belum Siap Menerima Permintaan Maaf Seseorang? Lakukan 3 Hal Ini, Ladies!

Memang benar bahwa setiap orang akan membuat kesalahan. Namun juga benar adanya bahwa selalu ada konsekuensi atas keputusan yang Ladies buat, dan ketika Ladies menyakiti orang lain, mengharapkan mereka untuk memaafkan dan melupakan kesalahanmu tidak selalu realistis (dan bahkan bisa jadi tidak sehat), dan bahkan toxic (bergantung pada keadaannya.)

Namun, yang juga tidak sehat dan beracun adalah ketika Ladies tidak siap untuk menerima permintaan maaf, tetapi berpura-pura memaafkan orang karena berpikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Tindakan ini bisa membuat kita terlibat dalam pemaafan yang tidak sehat, alias pemaafan yang beracun.

Belum Siap Menerima Permintaan Maaf Seseorang? Lakukan 3 Hal Ini, Ladies!
Foto: pexels

Pengampunan yang tidak sehat mengacu pada jenis pengampunan yang mungkin tampak positif di permukaan tetapi bisa berbahaya dalam jangka panjang. Ini bisa terlihat seperti terus menerus memaafkan seseorang yang berulang kali menyakitimu tanpa mengubah perilakunya; memaafkan seseorang tanpa mengakui kerugian yang mereka sebabkan atau meminimalkan dampak dari tindakan mereka; atau menerima permintaan maaf terlalu cepat, tanpa meluangkan waktu untuk memproses dan menyembuhkan luka yang ditimbulkan orang tersebut.

Pengampunan adalah pilihan. Ladies perlu tahu bahwa Ladies dapat memilih apa yang akan kamu izinkan, toleransi, dan layak didapatkan. Jika Ladies belum siap untuk menerima permintaan maaf seseorang, penting untuk mengomunikasikan perasaanmu dengan cara yang jelas, langsung, dan penuh hormat. Berikut beberapa tips yang bisa Ladies ikuti:

1. Luangkan waktu untuk memproses emosimu

Sebelum berbicara dengan orang tersebut, luangkan waktu untuk merenungkan mengapa Ladies belum siap menerima permintaan maafnya. Penting untuk memahami perasaanmu dan memastikan kamu tidak bereaksi secara impulsif atau karena marah.

2. Jujur dan terus terang

Saat Ladies siap untuk melakukan percakapan, jelaskan dan jujurlah dengan orang tersebut. Beri tahu mereka bahwa Ladies menghargai permintaan maaf mereka, tetapi Ladies belum siap menerimanya. Jelaskan mengapa Ladies merasa seperti itu, dan gunakan pernyataan “aku” untuk mengungkapkan perasaanmu tanpa menyalahkan.

Apa yang harus dikatakan kepada seseorang yang belum dapat kamu maafkan?

Berikut adalah beberapa skenario untuk membantumu melakukan brainstorming mengenai apa yang mungkin ingin Ladies katakan.

  • “Aku menghargai permintaan maafmu, tetapi aku harus melihat perubahan perilaku sebelum dapat memaafkanmu dan move on.”
  • “Aku belum siap untuk kembali ke keadaan semula. Aku butuh waktu sebelum bisa memaafkanmu.”
  • “Aku belum siap untuk memaafkanmu. Aku masih sangat terluka oleh tindakanmu dan aku ingin kamu menghargai perasaan saya dan memberiku ruang yang kubutuhkan.”

3. Tetapkan batasan

Jika orang tersebut terus meminta maaf atau mencoba menekanmu untuk menerima permintaan maafnya, penting untuk menetapkan batasan. Beri tahu mereka bahwa Ladies membutuhkan lebih banyak waktu untuk memproses emosimu, dan bahwa Ladies akan menghubungi mereka saat sudah siap untuk berbicara lebih banyak.

Baca juga: Damaikan Hati, Ini Tips Jitu Memaafkan Orang yang Telah Menyakitimu

Bersikaplah terbuka untuk percakapan di masa mendatang

Meskipun Ladies mungkin belum siap untuk menerima permintaan maaf orang tersebut sekarang, Ladies harus terbuka untuk percakapan di masa mendatang. Beri tahu mereka bahwa Ladies menghargai hubunganmu dengan mereka, dan bersedia mengupayakan penyelesaian saat kalian berdua siap.

Ingat, tidak apa-apa memproses emosimu dan memutuskan apakah Ladies siap menerima permintaan maaf. Meskipun memaafkan bisa menjadi pengalaman yang kuat dan menyembuhkan, penting untuk diingat bahwa itu adalah pilihan pribadi dan bukan sesuatu yang harus dipaksakan atau diharapkan dari seseorang. Pada akhirnya, keputusan untuk memaafkan seseorang harus didasarkan pada nilai, keyakinan, dan kebutuhan emosionalmu sendiri.

 

Sumber: wellandgood

Must Read

Related Articles