OUR NETWORK

10 Cara Berhenti Bersikap Posesif terhadap Pasangan

10 Cara Berhenti Bersikap Posesif terhadap Pasangan

Rasa memiliki dalam sebuah hubungan memang diperlukan. Namun apabila berlebihan, bisa-bisa hubungan jadi berantakan loh, Ladies. Sikap posesif terhadap pasangan memang sebaiknya dihindari, demi kebaikan Ladies dan juga pasangan. Namun, kalau Ladies atau pasangan kadung memelihara sifat ini, bagaimana?

Posesif dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti sulit percaya, cemburu berlebihan, dan rendahnya self-esteem seseorang. Akan tetapi, apapun alasannya, posesif sama sekali tidak dapat dibenarkan karena membuat hubungan menjadi tidak sehat. Ingin tahu bagaimana cara agar Ladies mampu mengubah perspektif sebuah hubungan agar sifat posesif perlahan-lahan dapat memudar? Simak tipsnya di bawah ini, Ladies. ?

1. Lupakan masa lalu.

Seperti kata Bunda Inul, masa lalu biarlah masa lalu ~

Mungkin Ladies pernah diselingkuhi atau dibohongi di masa lalu sehingga hubungan yang dibina harus berakhir. Namun saat Ladies memasuki sebuah hubungan baru, jangan biarkan masa lalu menghantuimu. Pasangan Ladies yang sekarang adalah orang yang berbeda dan ia pantas mendapatkan awal yang bersih dan segar. Jadi, fokuslah dengan apa yang Ladies jalani. Selain itu, melepaskan masa lalu pun akan membuat Ladies menjadi orang yang lebih bebas, baik, dan optimis.

2. Jangan terlalu khawatir.

“Dia sayang aku nggak ya?”

“Kok dia lama sih ngebales chat-nya. Jangan-jangan udah bosen nih sama aku.”

“Ih di kampusnya banyak cewek cakep. Kalau dia selingkuh gimana?”

Ladies, stop! Semakin Ladies bersikap khawatir kehilangan perhatian atau cinta pasangan, maka sesungguhnya Ladies sedang mendorongnya untuk menjauh dari hidup Ladies loh. Tidak ada seorangpun yang mau menjalin hubungan dengan orang yang selalu curiga. Hubungan yang sehat haruslah dilandasi oleh komunikasi dan kepercayaan. Tetap jaga komunikasi dengan pasangan dan percayalah pada pasangan. Kalau Ladies terus curiga dan khawatir, pasangan justru akan merasa serba salah dan akhirnya malah nekat melakukan hal tersebut.

3. Jangan lupa dengan kehidupan diri sendiri.

Ladies pasti memiliki pekerjaan, hobi, dan kehidupan sosial sendiri di luar pasangan, bukan? Nah, cobalah untuk menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Bertemu pasangan memang menyenangkan, tetapi alangkah lebih serunya apabila Ladies memiliki aktivitas yang dapat dibagikan dan dibicarakan dengan pasangan.

4. Cemburu buta? Big no!

Cemburu memang diperlukan, namun cemburu buta adalah salah satu faktor utama ‘terbunuhnya’ suatu hubungan. Bukan saja melukai pasangan, tetapi juga akan membuat Ladies merasa tidak berarti, penuh kemarahan dan kebencian, serta capek sendiri. Untuk mengatasi cemburu buta, pastikan Ladies paham mengenai kelebihan diri, hal-hal dalam diri Ladies yang membuat pasangan tertarik, dan juga yakinkan diri bahwa he’s lucky to be with you. ?

5. Kenali teman satu sama lain.

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rasa cemburu adalah dengan mengenal kehidupan sosial satu sama lain. Apabila Ladies mengenal dan mengetahui teman-teman pasangan, begitupun sebaliknya, maka Ladies tidak akan merasa khawatir saat mereka sedang hangout bareng. Bonusnya lagi, bisa saja loh Ladies diterima oleh circle pasangan dan bahkan diajak hangout oleh mereka.

6. Jangan mencoba untuk mengubah pasangan.

Ladies pasti sudah mengenal kelebihan dan kekurangan pasangan sebelum akhirnya menjalin hubungan, jadi untuk apa mengubahnya? Kalau pasangan berubah menjadi lebih baik atas keinginannya sendiri, tentu saja harus diapresiasi. Namun jangan sampai Ladies memaksanya untuk mengubah hal yang sebelumnya tidak Ladies permasalahkan.

7. Cari akar permasalahan.

Saat Ladies atau pasangan bersikap posesif, coba deh pertama-tama, Ladies cari tahu akar masalahnya itu apa. Apakah trauma dari hubungan sebelumnya, atau mungkin ada sikap pasangan atau Ladies di masa lalu yang menyakitkan? Jika sudah mengetahui akar masalahnya, maka penyelesaiannya pun akan lebih tepat sasaran.

8. Percayalah pada pasangan (dan diri sendiri).

Seringkali, seseorang akan meragukan pasangannya karena sedang memproyeksikan dirinya sendiri di dalam pasangan. Jadi, bisa saja nih Ladies khawatir pasangan akan lirik-lirik atau goda-goda perempuan lain karena Ladies melakukan hal seperti itu juga. Oops… Apabila Ladies mampu menahan diri untuk tidak menggoda orang lain, maka Ladies pun harus percaya bahwa pasangan dapat melakukan hal serupa.

9. Jangan memata-matai pasangan.

Mungkin Ladies pernah mengecek aplikasi messenger pasangan, seperti WhatsApp, LINE, atau bahkan DM di platform Twitter ataupun Instagram, atau lebih jauh nih, Ladies mengecek browser history dan dial history. Mungkin hal tersebut tampak normal. Namun, tahukah Ladies, ternyata hal tersebut dapat menimbulkan keretakan dalam sebuah hubungan. Selain melukai kepercayaan, Ladies pun pasti akan salah tingkah saat ketahuan. Cobalah untuk menyibukkan diri sendiri dengan aktivitas lain yang lebih positif dan tahan godaan untuk mengintip atau menguping aktivitas pasangan.

10. Terbuka.

Komunikasi adalah kunci dari sebuah hubungan yang sehat. Selalu beritahukan pasangan mengenai apa yang Ladies rasakan saat pasangan melakukan hal yang kurang menyenangkan atau membuat Ladies khawatir. Namun atur sedemikian rupa hingga terdengar tidak menyalahkan atau menghakimi ya. Jadikan diskusi ini sebagai dialog terbuka, bukan pertengkaran. Apabila Ladies mampu untuk jujur dan terbuka atas isu dalam hubungan, pasangan pun akan lebih mungkin untuk memahami kondisi hubungan.

Begitulah, Ladies. Emang nggak mudah, tapi sudah sadar kalau ini demi kebaikan bersama, kenapa enggak? 🙂

Sumber: Lifehack, Foto cover: lovepanky.com

Comments

Loading...