OUR NETWORK

Kru Pesawat Usir Ibu dan Anak karena Kulit Kering, American Airlanes Meminta Maaf

https://meramuda.com/news-entertainment/viral/epik-tapi-hoax-saja-selfie-pilot-di-pesawat-saat-terbang/
Foto: jezebel.com

Di akhir Februari ada sebuah kejadian yang menjadi pembicaraan luas nih, Ladies. Kru pesawat American Airlanes kedapatan mengusir seorang ibu dan anaknya yang baru berusia satu tahun karena kru pesawat melihat keduanya memiliki ruam misterius. Rupa-rupanya, ruam tersebut diakibatkan dari kondisi kulit yang langka yang diidap oleh keduanya dan sama sekali tidak menular. Lebih parahnya lagi, pasangan ibu dan anak ini dipermalukan di hari Rare Disease Day! Waduh… Untung saja pihak maskapai segera meminta maaf meskipun tentu saja permintaan maaf mereka tidak bisa membantu korban tiba di tujuan tepat waktu.

Menurut The Washington Post, skandal penerbangan tersebut terjadi pada wanita bernama Jordan Flake yang sedang berada dalam perjalanan pulang menuju Carolina Selatan setelah menghabiskan waktu bersama suaminya di Texas sebelum keberangkatan dinas militernya. Jordan dan puteranya, Jackson, mengidap ichtyosis, suatu kondisi kulit genetik yang menyebabkan kulit terasa kering, tebal, dan bersisik.

Dalam akun Facebook-nya, ibu satu anak ini menuliskan pengalamannya. Menurutnya, sebelum take off, seorang karyawan mendatangi bangkunya, meminta dua penumpang di barisannya berdiri, kemudian mulai menanyakan ruam di tangannya. Karyawan tersebut juga menanyakan apakah Jordan memiliki surat keterangan layak terbang dari dokter. Mendengar ucapan karyawan tersebut, Jordan segera menjelaskan bahwa ruam yang berada di tangannya dan puteranya adalah penyakit genetik yang sama sekali tidak menular. Namun, karyawan tersebut tidak memercayai Jordan dan selanjutnya berkata bahwa Jordan tidak bisa terus berada di pesawat. Sebetulnya, sang pilot tidak mempermasalahkan kondisi tangan Jordan, akan tetapi seorang pramugari dengan kasarnya menyela dengan berkata “Well, dia tidak punya surat izin dari dokter, jadi yah…” Pada akhirnya, Jordan pun dipaksa turun dari pesawat.

Pihak maskapai American Airlanes memang tidak mencampakan Jordan begitu saja. Karyawan maskapai selanjutnya membantu Jordan memesan hotel dan penerbangan baru dengan maskapai yang berbeda.

Akan tetapi hal tersebut tidak membuat penghinaan ataupun lelahnya berkurang. Apalagi Jordan bepergian seorang diri dengan seorang balita. Jordan mengakhiri unggahannya dengan menyatakan bahwa dirinya sudah mengirimkan email kepada pihak maskapai, juga saran pada pengidap rare disease untuk tidak diam saja saat diperlakukan tidak adil.

Baca juga: Epik Tapi Hoax Saja, Selfie Pilot di Pesawat Saat Terbang

“I had to make unexpected childcare arrangements for my daughter at home and I am having to get a ride to the store to get our lotions and some clothes for tomorrow. I have never been so humiliated in my life! I have emailed them and am waiting for a reply. Happy Rare Disease Day! Quit being ignorant and take the time to listen to people! I shouldn’t have to explain myself.”

Pihak maskapai American Airlanes bergerak cepat dengan merilis permintaan maaf secara terbuka kepada Jordan dan puteranya.

“Our goal at American Airlines is to create a welcoming environment for all of our customers.“We sincerely apologize to Ms. Flake and her son for the experience they had Thursday, and our team has begun an investigation into the matter.” Begitu bunyi surat permintaan maaf dari maskapai ini. Mereka juga mengatakan tim Custumer Relations mereka sudah berbicara langsung dengan Jordan dan bersedia mengganti biaya perjalanannya.

Duh, semoga nggak ada kejadian-kejadian kayak gini lagi yah…

 

Sumber: jezebel.com

Comments