test
OUR NETWORK

Film ‘Doctor Strange in the Multiverse of Madness’ Salah Panggung Tetapi Tetap Keren

Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness menjadi sajian menarik yang paling ditunggu oleh fans Marvel di seluruh dunia. Setelah mengalami penundaan beberapa kali, akhirnya karya Sam Raimi ini rilis juga. Lalu, bagaimana dengan banyaknya teori dan materi promosi yang coba dikembangkan oleh pihak Marvel Studio? Apakah sesuai dengan harapan para fans? Atau justru mengecewakan karena ada banyak durasi yang dipotong?

Menurut kabar, seharusnya pertunjukan ini sendiri kurang lebih 2 jam 40 menit. Hanya saja, saat penayangannya ternyata menjadi 2 jam 6 menit. Walaupun, cukup panjang tetap tidak mengubah esensi cerita, tidak heran beberapa penonton memberikannya nilai 8 dari 10, apakah sebagus itu?

Spoiler alert!

Film Doctor Strange dengan konsep horror

Doctor Strange in the Multiverse of Madness
Sumber: beritadiy.com

Tidak bisa dipungkiri beberapa adegan jumpscare serta adegan menakutkan layaknya film horor tersaji di sini. Kondisi yang sebenarnya tidak pernah ada di beberapa film MCU, bahkan sampai kehadiran Moon Knight. Nuansa horor ini sebenarnya sudah bisa diprediksi dengan perkembangan karakter Wanda dan kehadiran Sam Raimi sebagai sutradara. Selain sukses menyutradari film Spider-Man OG, ia juga menyutradai film horor seperti Drag Me to Hell dan franchise Evil Dead.

Menyelipkan kesan menakutkan di dalam pertunjukannya sehingga terasa sangat tepat, apalagi konsep utama dari sekuel kedua Stephen Strange adalah Darkhold serta multiverse yang begitu menakutkan.

Sam Raimi seakan ingin menggiring penonton ke dalam semesta kegelapan. Karena, Darkhold, Scarlet Witch, dan multiverse itu sendiri bila dipahami adalah sebuah ancaman besar bagi tatanan hidup manusia.

Kondisi inilah yang dieksplor secara lugas dan tajam apalagi kehadiran America Chavez ternyata bukanlah sebagai pengenalan karakter untuk Young Avengers saja. Kehadirannya merupakan penghubung sekaligus guru untuk mengenal bagaimana konsep multiverse secara singkat.

Kesan horor juga memberikan dampak luar biasa bagi para penonton. Mungkin pula, beberapa dari mereka akan membenarkan pernyataan serta sikap Wanda, apalagi kalau mereka mengikuti kisahnya mulai dari Avengers: Age Of Ultron, WandaVision, sampai film Doctor Strange ini.

Alur yang terlalu cepat dan kurang logis

Doctor Strange in the Multiverse of Madness
Sumber gambar orami.co.id

Kelemahan utama dari pertunjukan ini terletak pada cerita yang diangkat. Mungkin, Marvel mencoba memberikan jembatan bagi penontonnya agar mengenal bagaimana konsep multiverse secara keseluruhan dengan memberikan alur cerita House Of M.

Pada komik tersebut memang Scarlet Witch menjadi sosok villain yang menakutkan. Sayangnya, apa yang coba diceritakan ini memiliki tempo terlalu cepat. Unsur dramatic antara Strange dan Christine Palmer terasa dipaksakan agar tidak kehilangan panggung. Sebenarnya, tanpa ada cerita tersebut kisah ini masih tetap berjalan karena sejatinya cerita ini bukanlah panggung Stephen Stange, melainkan Wanda Maximoff. Bisa dikatakan inilah kelanjutan dari series WandaVision.

Mungkin juga, alasan tersebut pihak Marvel tidak akan melanjutkan series tersebut ke musim keduanya. Satu hal paling mengganggu dalam cerita ini adalah kenyataan tidak logis ketika mereka sudah tahu kejadian hari ini terjadi, tetapi menyangkal adanya kekuatan mengerikan.

Hanya salah panggung saja

Doctor Strange in the Multiverse of Madness
Sumber gambar inews.id

Harus diakui film Doctor Strange in the Multiverse of Madness secara keseluruhan merupakan pertunjukan yang bagus dan mengesankan. Akting Benedict Cumberbatch tidak perlu diragukan lagi. Namun, Elizabeth Olsen benar-benar mencuri perhatian dengan performanya sebagai Wanda/Scarlett Witch sehingga Doctor Strange sang pemeran utama terkesan seperti figuran belaka.

Dari 126 menit durasi, hanya kisah dari penyihir itu saja yang mempunyai runutan cerita dari awal sampai akhir paling bagus. Sosok superhero-nya ada walau porsinya sedikit, dan masih kalah dengan screen time saat menjadi villain.

Satu lagi yang mengganjal adalah kisah di Spider-Man: No Way Home yang chaos karena rapalan mantranya ternyata tidak disinggung sama sekali. Justru, menyambung dari serial What If…? mengenai frustasinya varian Strange gara-gara Christine Palmer.

Walau salah panggung secara keseluruhan kisah film Doctor Strange bukannya tidak menarik untuk diikuti. Kira-kira bagaimana kelanjutannya? Apalagi mid credit scene yang menunjukan kegilaan multiverse di petualangan Doctor Strange selanjutnya. Kalau menurut kamu apakah pertunjukan ini sesuai ekspektasi atau justru sebaliknya? Oh iya, saran kami sih nggak usah nunggu credit scene terakhir. Just saying…

Must Read

Related Articles