OUR NETWORK

Eating Disorder Alert, Joaqin Phoenix Kehilangan 23 Kg untuk Peran Joker, Apa Bahayanya?

Eating Disorder Alert, Joaqin Phoenix Kehilangan 23 Kg untuk Peran Joker, Apa Bahayanya?
Foto: insider.com

Peran Joker, musuh besar Batman, selalu menjadi sorotan. Publik selalu menantikan sekaligus ketakutan sang pemeran karakter tersebut akan mengalami nasib nahas seperti Heath Ledger. Saat Warner Bros mengumumkan nama Joaquin Phoenix sebagai pemeran Arthur Fleck, para penggemar DC Comics berlomba-lomba melontarkan pendapatnya, baik positif maupun negatif. Pro dan kontra Joaquin Phoenix sebagai Joker terus bertahan hingga film tersebut rilis. Meragukan kualitas akting Joaqin Phoenix adalah kesalahan besar, dan ini dibuktikan dalam Joker. Para kritikus film sepakat bahwa akting adik mendiang River Phoenix ini layak diganjar Oscar.

Tidak mengherankan, sebetulnya, sebab Joaquin Phoenix adalah salah satu aktor papan atas Hollywood dengan metode akting yang luar biasa. Namanya sudah beberapa kali masuk nominasi Oscar untuk perannya dalam film Gladiator (2001), Walk the Line (2006), dan The Master (2013). Akan tetapi untuk peran teranyarnya dalam Joker, aktor berusia 44 tahun ini ternyata mengambil langkah ekstrem. Joaquin dilaporkan kehilangan bobot tubuhnya sebanyak 52 pound atau sekitar 23,6 kilogram untuk mendapatkan tampilan yang ‘mengganggu’, dan ternyata, hal ini pun mengganggu kesehatan mentalnya. Dalam wawancaranya dengan majalah People, pasangan Rooney Mara ini berkata, “Ternyata penurunan berat badan ekstrem berdampak pada psikologi Anda, dan Anda benar-benar mulai menjadi gila ketika kehilangan berat badan sebanyak itu untuk waktu yang lama.”

Baca juga: Berat Badan Turun Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ada Masalah Kesehatan!

Perlu Ladies ketahui bahwa penurunan berat badan yang dianggap aman secara kesehatan adalah sekitar 1 pound atau 450 gram perminggu. Jika Ladies sudah memiliki obsesi terhadap penurunan berat badan dan menghindari interaksi sosial, maka kemungkinan besar Ladies sudah memasuki tahap gangguan makan. Hal ini pun terjadi pada Joaquin Phoenix. Dalam wawancaranya dengan Associated Press, ia mengungkapkan kebiasaannya menimbang bobotnya dan menderita akan hasilnya. “Hal yang sulit adalah ketika saya harus bangun setiap hari dan terobsesi pada 0.3 pound (sekitar 136 gram). Benar-benar terlihat seperti kelainan, bukan? Maksudku, itu sungguh liar.”

Menurut Charlotte Markey, profesor psikologi dari Rutger’s University yang memiliki penelitian mengenai gangguan makan menyebutkan bahwa sering menimbang diri sendiri dan menjadi obsesif mengenai hasilnya, serta muncul kekhawatiran pada satu pon atau beberapa kilogram adalah tanda peringatan dari gangguan makan yang serius. Berat badan berfluktuasi setiap hari atau setiap jam berdasarkan faktor asupan makanan, asupan air, serta berapa banyak aktivitas yang dilakukan.

Joaquin Phoenix pun mengatakan bahwa ia sangat berkomitmen pada diet ketatnya sehingga memaksa dirinya terasing dari teman-temannya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan menaiki tangga hampir mustahil dilakukannya. Menurut Charlotte Markey, hal tersebut pun merupakan gejala umum ganggguan makan. Kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan melakukan aktivitas fisik merupakan efek samping dari penurunan yang parah atau gangguan makan. Selain itu ada pula efek lainnya, seperti merasa kedinginan, tidur terlalu banyak, atau tidur terlalu sedikit.

Terlepas dari gejalanya, gangguan makan bisa sangat berbahaya, sekalipun tidak membuat penurunan bobot tubuh yang serius. Efek bahaya dari gangguan makan antara lain serangan jantung atau masalah kardiovaskular. Menurut Charlotte, sangat sulit memprediksi tahap gangguan makan seperti apa yang sudah mengancam jiwa. Siapapun yang menderita gangguan makan, sebaiknya segera mencari bantuan. Better safe than sorry, Ladies!

Tapi, dalam wawancaranya dengan Jimmy Fallon (di menit ke-7), Joaquin mengatakan bahwa berat badan yang diturunkannya ‘hanya’ 15 pound, Ladies.

 

Sumber: Insider.com

Comments

Loading...