OUR NETWORK

Waspada, Ini Bahan-Bahan di Dalam Kosmetik yang Perlu Dihindari Semasa Kehamilan!

Waspada, Ini Bahan-bahan di Dalam Kosmetik yang Perlu Dihindari Semasa Kehamilan!
Foto: mothermag.com

Kehamilan yang diidam-idamkan datang, tentu hati akan sangat berbunga-bunga ya, Ladies. Namun, jika kamu selama ini langganan perawatan wajah dengan produk-produk kecantikan, ada baiknya dihentikan terlebih dahulu. Pasalnya, kandungan-kandungan kimia yang terdapat dalam produk kecantikan bisa saja memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan. Dan hal tersebut bisa membahayakan.

Baca juga: Jerawat Hebat Saat Kehamilan? Simak Tips Dari Ahli Dermatologi Ini

Berdasarkan Dr. Anjali Mahto, seorang consultant dermatologist dan penulis buku The Skincare Bible menyebutkan kandungan kosmetik tertentu bisa terserap oleh kulit pada masa kehamilan dan bisa membahayakan janin juga. Berikut ini akan dijelaskan beberapa kandungan di dalam kosmetik yang sebaiknya dihindari saat masa kehamilan.

Retinoids Seperti Halnya Retinol

Kandungan seperti retinoids, “Ini perlu dihindari selama masa kehamilan,” papar Mahato. Meskipun penyerapan retinoids rendah, kandungan ini cukup berbahaya lantaran bisa menyebabkan yang namanya embryopathy yakni perkembangan embrio secara tak normal. Dan karena bisa menyebabkan hal yang cukup membahayakan inilah, retinoids seperti halnya retinol dan beberapa kandungan yang terdapat di dalam produk penghilang jerawat, sangat dianjurkan untuk dihindari selama kehamilan.

Salicylic Acid

Salicylic Acid atau yang lebih familiar disebut dengan asam salisilat merupakan bahan yang juga kerap digunakan untuk menumpas jerawat. Sebenarnya, asam salisilat yang digunakan dalam konsentrasi yang rendah aman digunakan selama kehamilan. Bahan ini masih aman digunakan dalam konsentrasi rendah hingga 2%. Namun lain lagi jika digunakan dalam jumlah yang besar, tentunya akan membahayakan. Ada baiknya untuk memeriksakan kondisi dan berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakannya.

Hydroquinone

Kandungan ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk pencerah kulit dan di dalam krim pemutih. Hydroquinone ini tidak aman digunakan pada masa kehamilan. Perlu diingat, jangan coba-coba menggunakan krim pemutih illegal kapanpun, apalagi saat kehamilan. Ingat hal ini baik-baik ya, Ladies.

Formaldehida

Kandungan yang selanjutnya adalah formaldehida yang dulunya kerap menjadi salah satu bahan untuk meluruskan rambut professional. Namun, penggunaanya terbatas setelah ditemukan sebagai salah satu bahan karsinogen sekitar tahun 2014 yang lalu. Memang sudah jarang ditemui di produk rambut, tapi masih ada. Jika kamu menemukan produk satu ini, jangan coba-coba ya, apalagi saat hamil. Karsinogen bisa diserap ke dalam organ. Cukup beresiko saat digunakan kala hamil.

Spirolakton

Ini sebenarnya merupakan obat. Namun kadang-kadang diresepkan untuk mengobati yang namanya jerawat. Penggunaannya saat hamil sangat tidak disarankan. Pasalnya, kemungkinan terburuknya bisa menyebabkan banyak kondisi yang tidak diinginkan. Misalnya saja cacat lahir, dan ini sangat perlu dihindari. Gunakan kandungan lainnya yang lebih aman, misalnya saja asam azelaic topikal.

Paraben

Kemudian kandungan lainnya yang perlu dihindari adalah paraben yang selama ini kerap dimanfaatkan untuk pengawet seperti shampo, dan beberapa bahan lainnya. beberapa penelitian menyebutkan jika kandungan ini bisa meningkatkan kadar estrogen di dalam tubuh. Sebaiknya hindari kandungan bahan ini selama kehamilan. Jangan sampai hal-hal seperti ini memengaruhi janin di dalam kandungan. Untungnya, sekarang sudah banyak produk kecantikan dengan alternatif bahan yang lebih aman atau memang dikhususkan untuk ibu hamil.

Baca juga: Bahan yang Dibutuhkan Kulit di Setiap Rentang Usia

Itulah bahan-bahan kosmetik yang sangat perlu kamu hindari saat sedang hamil. Lebih teliti lagi membaca label di produk kecantikan yang digunakan dan mencari tahu efek sampingnya. Jangan sampai kesehatan kamu dan janin dipertaruhkan hanya karena skincare. Kalau kamu tidak yakin, jangan ragu untuk melakukan konsultasi kepada dokter supaya lebih aman.

Sumber: Women’s Health Mag

Comments

Loading...