OUR NETWORK

Sel Kulit Mati Membawa Dampak yang Baik Bagi Kulitmu, Benarkah?

Sel Kulit Mati Membawa Dampak yang Baik Bagi Kulitmu, Benarkah?
Foto: boldsky.com

Selama ini kita pasti sudah terbiasa dengan anggapan bahwa sel-sel kulit mati adalah akar dari semua kejahatan dalam perawatan kulit ya, Ladies. Bagaimana tidak, sel-sel kulit yang mati inilah penyebab dari masalah kulit kita seperti kusam, kering, pori-pori tersumbat, jerawat, dan lain-lain.

Akan tetapi, sepertinya anggapan kita ini harus sedikit diluruskan nih, Ladies. Rupanya, sel kulit yang mati dapat memainkan peran penting dalam perlindungan kulit kita, lho. Menurut dermatologis, ketika sel-sel kulit mati ini digosok, dikelupas, atau dibakar dengan asam untuk dihilangkan, hal ini justru akan membuat kesehatan keseluruhan kulit menderita. Dengan kata lain, sel kulit mati sebenarnya adalah hal yang baik dan kamu bahkan mungkin bisa memanfaatkan keberadaannya.

Baca juga: Jaga Kelembapan Rambut Saat Beraktivitas di Pantai dengan Trik Berikut!

Untuk memahami apa yang membuat sel-sel kulit mati (atau, dalam istilah ilmiah, corneocytes) sangat penting, kamu perlu memahami siklus kehidupan alami sel kulit. Pertama-tama, sel-sel berkembang biak dengan laju sekitar 40.000 per hari. “Sel-sel kulit baru berasal dari lapisan basal kulit,” kata Dr. Ronald Moy, seorang ahli dermatologi bersertifikat dan pendiri DNA Renewal dalam Hello Giggles.

Saat sel-sel baru ini terbentuk, mereka mendorong sel-sel yang lebih tua dan lebih dekat ke lapisan atas kulit. Ini dikenal sebagai stratum corneum. Dr. Moy menjelaskan bahwa dibutuhkan 28 hari untuk satu sel kulit melalui masa pembentukan di lapisan basal ke bagian atas kulit yang akan menjadi sel kulit mati. Peran sel-sel kulit mati yang matang adalah untuk melindungi kulit dan menjaganya agar tidak mengering.

And yes, Ladies. Sel-sel kulit mati memang membantu kulit mempertahankan kelembapan.

Sel-sel kulit berubah menjadi sel-sel yang lebih besar dan lebih rata ketika sel-sel itu matang menjadi corneocytes. Maka mereka memberi lebih banyak ruang di permukaan untuk menahan kelembapan. Corneocytes secara khusus menyimpan zat yang dikenal sebagai Natural Moisturizing Factor, atau NMF yakni pelembap alami yang ada di dalam kulit. NMF terdiri dari humektan yang merupakan molekul yang menarik uap air dari atmosfer ke dalam sel-sel kulit kita. Semakin besar sel-sel kulit yang lebih tua, semakin banyak NMF dan kelembapan atmosfer yang bisa dipegangnya. Sebaliknya, sel kulit yang lebih kecil-tebas-muda memiliki NMF yang semakin sedikit dan kelembapan atmosfer yang bisa dipegangnya pun sedikit.

Selain menarik kelembapan dari luar, sel-sel kulit mati juga berfungsi untuk menjaga kelembapan agar tetap terkunci di dalam. Corneocytes, sebagai bagian dari stratum corneum, mencegah air menguap dari lapisan dalam kulit melalui TransEpidermal Water Loss, atau TEWL, seperti yang disebut oleh para dermatologis.

Pada dasarnya, menggosok sel-sel kulit mati sebelum mereka memiliki kesempatan untuk menjalani takdirnya yang terhidrasi dan lembap dapat menyebabkan beberapa masalah kulit yang serius. Di sinilah kamu mungkin berpikir, “Bagaimana dengan semua artikel yang saya baca yang mengatakan menghilangkan sel-sel kulit mati yang kusam mengungkapkan sel-sel segar yang bersembunyi di bawahnya?” Ya, itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar juga.

“Sel-sel segar dan bercahaya” yang dipaksa naik ke permukaan itu belum siap berada di permukaan.

Mereka tidak siap untuk terkena sinar UV, mereka tidak siap untuk berhadapan dengan berbagai zat dalam pembersih-toner-serum harian kamu, dan mereka terutama tidak siap untuk mempertahankan kelembapan. Mengekspos mereka terlalu dini mungkin bisa membuat kamu tampak bersinar pada saat itu, tetapi pada akhirnya dapat menyebabkan kulit lebih kering. Hal ini akan mendorong kamu untuk terus melakukan pengelupasan kulit dan memperburuk masalah. Seperti rantai masalah yang sulit untuk terputus nantinya.

Baca juga: 10 Hal yang Harus Kamu Ketahui tentang Eksfoliasi

“Inilah sebabnya mengapa pengelupasan berlebih dapat menyebabkan kekeringan parah yang menyebabkan iritasi, kemerahan, dan bahkan eksim,” kata Dr. Moy. Faktanya, kondisi yang ditandai oleh kulit kering, bersisik (dermatitis, eksim, dan psoriasis) telah dikaitkan dengan kurangnya NMF — dan kurangnya sel kulit mati yang dapat menampung NMF dalam jumlah yang memadai.

Dr. Moy menyarankan pengelupasan kulit bisa kamu lakukan paling banyak sekali atau dua kali dalam seminggu. Kamu bisa melakukannya dengan masker wajah DIY yogurt, susu kambing, atau susu unta. Ketiga zat ini mengandung asam laktat, asam alfa hidroksi (AHA) yang melarutkan sel-sel kulit mati dan menarik uap air ke kulit. Asam laktat bahkan ada dalam NMF . Ada juga probiotik yang dapat meningkatkan kualitas penghalang yang berfungsi sebagai pelindung.

Sumber: hellogiggles

Comments

Loading...