OUR NETWORK

Kurangi Jumlah Kanker Payudara di Indonesia, RS Dharmais Terima Dana Hibah Hingga US$23.000

Kurangi Jumlah Kanker Payudara di Indonesia, RS Dharmais Terima Dana Hibah Hingga US$23.000
Foto: kumparan.com

Dari 11 institusi kanker dunia, Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta dikabarkan telah terpilih menjadi salah satu institusi yang menerima bantuan hibah untuk membantu menurunkan beban kanker payudara di Indonesia. Melalui kegiatan Seeding Progress and Resources for the Cancer Community: Metastatic Breast Cancer Challenge (SPARC MBC Challange), Rumah Sakit Kanker Dharmais akan menerima bantuan dalam bentuk dana hibah penelitian. Jumlahnya sendiri mencapai US$23.000 (atau lebih dari Rp 325 juta). Selain itu, pihaknya juga akan memperoleh pelatihan, mentoring, dan berbagai kesempatan menghadiri pertemuan-pertemuan penting internasional terkait ilmu-ilmu baru dan pelatihan terbaik dari organisasi-organisasi sedunia.

Baca juga: Cegah Kanker Payudara dengan #KnowYourLemon

Pelaksanaan program pendanaan yang diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC) ini bekerja sama dengan Pfizer sejak tahun 2015. Dilatarbelakangi oleh laporan terkait banyaknya pasien yang menghadapi kematian yang disebabkan oleh kanker payudara. Sebanyak 600.000 kematian di dunia pada tahun 2018 diperkirakan disebabkan oleh kanker payudara.

Penyakit ini dapat menyebar ke organ tubuh lain atau disebut sebagai bermetastasis, seperti ke paru-paru, otak, hati, dan tulang.

Berdasarkan laporan, kanker payudara ini juga diketahui menjadi penyakit terbanyak yang baru dilaporkan penderita ketika telah dalam kondisi stadium lanjut. Ditambah lagi, hingga saat ini belum ada obat khusus untuk mengobati kanker payudara yang telah bermetastasis dan obat yang dapat memperpanjang hidup pasien. Hal ini diakui Presiden UICC, HRH Princess Dina Mired dari Yordania melihat data keberadaan pasien kanker payudara, khususnya di negara berpendapatan rendah hingga menengah.

Kurangi Jumlah Kanker Payudara di Indonesia, RS Dharmais Terima Dana Hibah Hingga US$23.000
Foto: hellosehat.com

“Di negara berpendapatan rendah hingga menengah, seringkali pasien yang menderita kanker payudara baru datang ke sarana kesehatan ketika telah berada di stadium lanjut. Untuk itu, deteksi dini merupakan salah satu cara terbaik menangani kanker payudara. Melalui program SPARC MBC Challenge ini, lebih banyak orang akan meningkatkan kewaspadaannya, dan juga keberaniannya untuk mendapatkan pertolongan lebih awal. Serta diharapkan melalui program ini, pasien dapat merasakan dukungan penuh dari sekelilingnya,” jelasnya.

SPARC MBC Challenge sendiri merupakan pendanaan global yang mendukung proyek-proyek di dunia untuk mengetahui kebutuhan spesifik pasien-pasien kanker payudara yang sudah metastasis (Metastatic Breast Cancer/MBC).

Terutama dalam upaya mengurangi jumlah perempuan yang didiagnosa sebagai kanker payudara stadium lanjut di wilayahnya. Hingga saat ini, tiga edisi SPARC MBC Challenge diakui telah diluncurkan dan telah menjangkau lebih dari 14.000 pasien MBC di dunia dan lebih dari 140.000 orang diraih melalui kampanye-kampanye edukatif.

Mengingat Indonesia juga mengalami banyak kematian warganya yang disebabkan oleh kanker payudara. Pada tahun 2019 ada sebanyak 58.256 kasus baru. Di dalamnya terdapat sekitar 22.692 orang meninggal tahun lalu (Globocan 2018). Maka, Indonesia pun menjadi bagian dari program SPARC MBC Challenge tersebut. Dalam hal ini, Pusat Kanker Nasional,  Rumah Sakit Kanker Dharmais ditugaskan untuk memperbaiki pelayanan kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Mereka juga harus menjangkau suara hingga 500 pasien MBC di Jakarta, terutama di Jakarta Barat dengan memanfaatkan dana hibah tersebut.

Baca juga: Deretan Aktris Ini adalah Survivor Kanker Payudara

Selain itu, penerimaan dana hibah SPARC MBC ini juga dinyatakan Direktur Utama Rumah Sakit Dharmais, Abdul Kadir, sebagai bentuk pengakuan dari organisasi kanker di dunia atas kemampuan pihaknya terkait penanganan pasien kanker payudara.

“Selain bangga telah terpilih menjadi satu dari 11 organisasi kanker di dunia pada tahun 2019 untuk bergabung bersama organisasi di dunia dalam program SPARC dan jejaring dari 50 organisasi dunia, pengakuan ini merupakan kesempatan besar bagi kami untuk meningkatkan kemampuan kami dalam meyakinkan pasien kanker payudara yang sudah bermetastasis diperhatikan sebagaimana mestinya. Sebagai Pusat Kanker Nasional, kesempatan ini juga menjadi peluang bagi kami berperan aktif memberikan pelayanan kanker yang terbaik,” ujarnya.

Sumber: RS Dharmais

Comments

Loading...