OUR NETWORK

Kenali Cuka Sari Apel Lebih Dalam dari Kupas Tuntas Para Ahli Berikut Ini

Kenali Cuka Sari Apel Lebih Dalam dari Kupas Tuntas Para Ahli Berikut Ini
Foto: healthline.com

Sebagaimana yang diketahui, rekomendasi penggunaan cuka sari apel untuk perawatan kulit alami, telah menyebar luas di dunia maya. Cairan fermentasi yang satu ini diklaim memberikan banyak manfaat baik untuk kulit. Di antaranya, membuat kulit lebih cerah dan lebih bersih. Tapi, sebelum memutuskan menggunakannya, coba pikirkan lagi. Apakah kamu sudah benar-benar mengenal bahan yang juga bisa digunakan dalam salad ini untuk dilibatkan dalam rutinitas perawatan kulitmu, Ladies?

Secara definitif, cuka sari apel atau dikenal dengan singkatan ACV (apple cider vinegar) merupakan cairan yang terbuat dari apel yang difermentasikan. Dalam konteks perawatan kulit, biasanya, bahan ini seringkali digunakan sebagai toner. Direktur Penelitian Kosmetik dan Klinis Rumah Sakit Mount Sinai, Joshua Zeichner, menyatakan, secara alami, ACV memiliki pH asam dan dapat membantu menyeimbangkan pH pada lapisan kulit luar. Kandungan asam asetat di dalamnya memiliki sifat antibakteri dan keratolitik. Selain itu, asam malat yang juga ada di dalamnya, dapat berfungsi sebagai chemical exfoliant yang lembut.

Kenali Cuka Sari Apel Lebih Dalam dari Kupas Tuntas Para Ahli Berikut Ini
Foto: brit.co

Meski belum terbukti secara ilmiah, ACV juga diklaim memberikan manfaat lainnya bagi kulit.

Ketika ia dipadukan dengan baking soda dan air, ACV diklaim mampu mengeksfoliasi sekaligus membantu mengurangi komedo. Kandungan malic acid di dalam ACV pun diklaim dapat mengatasi masalah pigmentasi, seperti bintik hitam.

Baca juga: Hindari Kesalahan Ini Ketika Mengonsumsi Cuka Sari Apel

Malic acid dikenal dengan kemampuannya untuk menurunkan produksi melanin. Sebagaimana diketahui, melanin-lah yang menyebabkan pigmentasi pada kulit. Oleh karena itu, malic acid sangat baik untuk mengatasi hiperpigmentasi pada kulit,” jelas Zeichner.

Akan tetapi, meski ACV mengandung malic acid yang dikenal sebagai chemical exfoliant yang lembut, ACV juga mengandung komponen lain yang berpotensi membuat kulit iritasi dan kering, loh. Salah satunya ditunjukkan oleh acetic acid. Penelitian menunjukkan, kandungan ini dapat menyebabkan luka bakar kimiawi pada kulit.

Kenali Cuka Sari Apel Lebih Dalam dari Kupas Tuntas Para Ahli Berikut Ini
Foto: glamderm.com

Tapi tidak berarti kamu jadi tidak dapat menggunakan ACV untuk merawat kulitmu, Ladies. Kamu bisa menghindari dampak yang tidak diinginkan ini dengan membuat takaran formula yang tepat. Karena ACV sangat kuat, kamu perlu mengencerkannya terlebih dahulu dengan air sebelum dioleskan ke kulit. Biasanya, perbandingannya sebanyak satu bagian cuka sari apel dengan empat bagian air. Bila dirasa masih keras untuk kulitmu, kamu bisa mengencerkan formulanya lebih dari yang disarankan.

Di luar efek samping yang kuat, para ahli kecantikan sangat merekomendasikan untuk melibatkan ACV dalam perawatan kulit, khususnya sebagai toner. “Menggunakan ACV sebagai toner merupakan cara yang bagus untuk memulihkan pertahanan alam kulit, menghilangkan kotoran berlebih, dan membantu melawan jerawat,” jelas Natural-beauty expert, holistic chef, dan anggota The Vitamin Shoppe Wellness Council, Sophia Roe.

Bersamaan dengan fungsinya melawan jerawat, Pendiri Odacite, Valerie Grandury, menyatakan, ACV juga mampu mengurangi bekas luka dengan menggunakannya sebagai overnight spot treatment. Caranya, campurkan sedikit ACV dengan masker bubuk seperti Odacite Synergie Immediate Skin Perfecting Mask sampai membentuk adonan, kemudian oleskan ke area yang perlu perawatan, lalu biarkan semalaman. Tentu saja untuk melihat hasil terbaiknya, kamu perlu melakukannya secara rutin, ya.

 

Sumber: Byrdie

Comments

Loading...