OUR NETWORK
From Korea With Love Concert

Bingung Pilih Sunscreen Mineral atau Kimia? Begini Perbedaannya

Banyak ahli menyarankan kita untuk menggunakan sunscreen dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari. Tak lain dan tak bukan, karena fungsinya yang melindungi kulit dari dampak buruk akibat paparan sinar UV. Tapi kemudian, masalah berikutnya muncul, produk ini tersedia dalam beberapa formula, yakni mineral sunscreen dan chemical sunscreen. Lalu, mana sunscreen terbaik untuk digunakan pada kulit kita?

Pemilihan formula sunscreen ini telah menjadi perdebatan alot selama bertahun-tahun. Adapun beberapa faktor yang biasanya dipertimbangkan dalam proses pemilihannya, seperti tekstur produk, warna kulit, dan sensitivitas kulit. Ketiga faktor ini yang akan menentukan kecocokan kulit dengan produk sunscreen tertentu.

Misalnya, Ladies yang memiliki warna kulit gelap tidak akan cocok dengan sunscreen berbahan mineral karena produk ini akan meninggalkan warna abu-abu pada kulit. Sementara, pada jenis kulit sensitif, sunscreen berbahan mineral merupakan pilihan yang tepat.

Namun, seiring berkembangnya teknologi kecantikan,  pilihan sunscreen pun bertambah. Adapula perpaduan bahan sunscreen mineral dan kimia, sehingga melahirkan sunscreen hibrida. Sunscreen ini diyakini dapat digunakan pada semua jenis kulit. Tapi, apa benar ini merupakan sunscreen terbaik untuk kulit? Sebelum memutuskan akan menggunakan sunscreen yang mana, kita telusuri setiap jenisnya lebih dalam dulu, yuk!

Bingung Pilih Sunscreen Mineral atau Kimia? Begini Perbedaannya
Sumber: verywellhealth.com

Mineral Sunscreen

Di dalam mineral sunscreen hanya ada dua bahan aktif yang terkandung, yakni zinc oxide dan titanium dioxide. Keduanya berfungsi untuk memantulkan sinar UV sebelum menembus ke dalam sel kulit. Dengan mekanismenya yang ‘reflektif’, mineral sunscreen tidak memerlukan jeda 15 menit untuk bersiap melindungi kulit dari paparan UV sebagaimana dibutuhkan pada awal penggunaan chemical sunscreen.

Selain itu, jenis sunscreen yang satu ini juga photostable, yang berarti tidak perlu diaplikasi ulang sesering chemical sunscreen. Di samping kemampuannya dalam memblokir berbagai macam panjang gelombang UV, para ahli juga sepakat bahwa mineral sunscreen mengandung bahan yang ramah bagi kulit sensitif. Ini karena beberapa bahan aktif dalam chemical sunscreen dapat menimbulkan alergi pada kulit sensitif. Di samping itu, bahan zinc oxide di dalamnya juga memiliki manfaat tambahan sebagai anti-inflamasi.

Akan tetapi, di samping kelebihan, banyak juga keluhan yang terdengar pasca penggunaannya, khususnya pada tekstur dan penampilan kosmetik. Zinc oxide misalnya, seringkali memberikan efek chalky dan white cast pada kulit, sehingga sulit menyatu dengan baik dengan kulit yang berwarna gelap dan warna zaitun.

Namun, seiring berkembangnya teknologi kecantikan, kini, dengan kandungan zinc nanoparticles, mineral sunscreen memiliki tekstur yang lebih ramah tanpa hasil akhir abu-abu sebagaimana sebelumnya. Variasi tinted yang menggunakan blue light protective zinc oxide juga membuat sunscreen ini tidak memberi masalah pada Ladies dengan kulit berwarna gelap, dan lebih mudah blending dengan makeup.

Sayangnya, tak hanya kabar baik yang terdengar, nano-zinc ini juga diperdebatkan memiliki potensi merusak lingkungan sekitar. Ini berkaitan dengan fakta bahwa zinc nanoparticles tidak menumpuk di permukaan tubuh, melainkan memasuki aliran darah dan dikonsumsi tubuh sebagai mineral. Dengan kata lain, ini dapat menjadi tanda bahaya bagi lingkungan terkait toksisitas bahan nano pada embrio laut dan organisme lain. Sehingga, para ahli menyarankan untuk menjauh dari laut ketika menggunakan sunscreen berbahan nano-zinc ini.

Bingung Pilih Sunscreen Mineral atau Kimia? Begini Perbedaannya
Sumber: nordstrommedia.com

Chemical Sunscreen

Sunscreen yang satu ini memiliki kemampuan menyerap sinar UV yang merusak dan mengubahnya menjadi panas yang tidak merusak kulit. Tak seperti jenis sebelumnya, jenis ini tidak meninggalkan efek white cast dan mudah menyatu dengan kulit. Ini membuat popularitasnya lebih tinggi dari jenis yang satunya.

Akan tetapi, pada proses kerjanya, sunscreen ini membutuhkan jeda 15 menit untuk menyerap ke dalam kulit, sebelum terkena paparan sinar UV. Selain itu, di samping teksturnya yang lembut, chemical sunscreen tidak photostable. Ini berarti, Ladies perlu mengaplikasikannya lagi lebih sering untuk mendapatkan perlindungan terbaik.

Baca juga: Amankah Mengaplikasikan Sunscreen Kadaluwarsa? Ini Kata Ahli

Di luar manfaat dan kelemahan cara kerjanya, sunscreen jenis ini juga dinyatakan memiliki potensi bahaya bagi tubuh. Sejumlah penelitian menuliskan, penyebabnya ada pada bahan aktif yang digunakan, terutama oxybenzone, octinoxate, dan homosalate. Ketiga bahan ini diketahui dapat meniru hormon.

Dalam hal ini, oxybenzone dikaitkan dengan alergi, gangguan hormon melalui aktivitas estrogenik dan kerusakan sel. Begitu pula avobenzone, setelah terpapar sinar matahari dapat menjadi reaktif dan menyebabkan kerusakan radikal bebas pada DNA saat diserap.

Bingung Pilih Sunscreen Mineral atau Kimia? Begini Perbedaannya
Sumber: healthline.com

Hybrid Sunscreen

Formula hibrida menggabungkan tekstur lembut bahan aktif kimia yang dapat menyerap bersama makeup dengan mudah, dan spektrum luas bahan aktif mineral serta efek menenangkan dari zinc. Selain itu, ada manfaat formulasi dari campuran bahan kimia dan mineral aktif karena ketidakstabilan filter kimia tertentu saat terkenal cahaya.

Bila hybrid sunscreen menjadi pilihanmu, Dermatologis di Miami sekaligus Pendiri skincare brand Dr. Loretta, Loretta Ciraldo, merekomendasikan untuk memilih formula yang setidaknya memiliki 7% zinc. Ini karena zinc tidak hanya memantulkan banyak sinar UV, tetapi juga memiliki beberapa manfaat untuk menenangkan kulit yang berguna saat kita terpapar sinar matahari. Di samping itu, para pakar juga mengakui bahwa jenis hibrida ini merupakan produk yang aman digunakan dalam seluruh aktivitas setiap hari.

So, setelah ditelusuri, ternyata tidak ada sunscreen yang sempurna, Ladies. Meski begitu, selagi terus mengikuti perkembangan penelitiannya, para pakar menyarankan untuk tetap menggunakan apapun jenis sunscreen yang nyaman untuk kulitmu. Perlindungan kulit dari sinar UV merupakan hal utama bagi para pakar. Selama sunscreen itu menawarkan SPF 30 atau lebih tinggi, perlindungan spektrum luas dan tahan air, ini bisa secara efektif melawan kerusakan UV.

 

Sumber: Allure

Must Read

Related Articles