Berita bahagia datang dari kerajaan Inggris beberapa waktu lalu. Pasalnya, Kate Middleton istri dari pangeran William tengah mengandung anak ketiganya. Wah, selamat ya untuk Kate Middleton. Bukan hanya berita gembira soal hamilnya Kate saja yang sedang booming dan dibicarakan netter sedunia, ada hal lain tentang kehamilannya yang membuat tak sedikit orang bertanya-tanya.

Pada kehamilannya yang ketiga ini, Kate Middleton mengalami keadaan yang disebut hyperemesis gravidarum. Keadaan yang dialaminya sekarang ini rupanya sudah dialaminya sejak kehamilan pertama. Lantas, apa sih hyperemesis gravidarum itu? Simak penjelasannya berikut ini, Ladies.

Apa itu Hyperemesis Gravidarum?

Menurut survey, HG (hyperemesis gravidarum) dialami sekitar 10.000 wanita di dunia tiap tahunnya. Hiperemesis gravidarum sendiri merupakan suatu gejala kehamilan yang ditunjukkan dengan mual dan muntah yang bisa dibilang tidak normal sebab berlangsung terus menerus. Bisa dibilang, gejala ini seperti morning sickness pada ibu hamil, tapi dengan versi yang lebih ekstrem.

Gejalanya

“Hiperemesis gravidarum membuat seseorang mual bahkan muntah paling tidak 50 kali dalam sehari. Beberapa kasus yang parah menyebabkan (seseorang yang menderitanya) harus dirawat di rumah sakit akibat dehidrasi sehingga makanan dan zat lainnya bisa diberikan melalui intrvena,” jelas Caitlin Dean selaku spesialis HG.

Karena parahnya gejala yang diderita, tak jarang wanita lebih memutuskan untuk mengaborsi kandungan mereka. Mual dan muntah yang berlebihan bahkan karena menelan saliva sendiri. Sekitar 30% penyebab hiperemesis diduga disebabkan oleh faktor genetik. Tak jarang, beberapa wanita yang mengalami keadaan ini merasa trauma untuk hamil berikutnya.

Berikut ini 3 hal yang sebaiknya kamu ketahui tentang hiperemesis gravidarum yang juga dialami oleh Kate Middleton!

Apakah hyperemesis gravidarum (HG) membahayakan janin dalam kandungan?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Rebecca Painter dari Academic Medical Centre di Amsterdam menyebutkan bahwa HG memicu terjadinya beberapa masalah pada janin ketika lahir. Penelitian ini mengobservasi bayi dari ibu yang menderita HG semasa kehamilan tahun 1944-1945. Janin yang lahir dari ibu yang HG cenderung memiliki risiko penyakit jantung, mudah stress, dan obesitas.

Sangat dianjurkan untuk segera konsultasi dengan dokter apabila seorang ibu merasa bahwa dirinya mengalami HG. Tandanya, jika seorang wanita hamil yang mengalami morning sickness sudah kehilangan 5% dari bobotnya dengan gejala mual dan muntah yang berlebih, maka kemungkinan besar ia mengalami HG.

Apakah obat-obatan yang bersifat anti-morning sickness berbahaya untuk kandungan?

Saat hamil, seorang wanita memang tidak seharusnya meminum obat-obatan sembarangan. Namun, jika HG melanda dan dokter memberikan resep dokter lantas menimbulkan pertanyaan amankah mengonsumsi obatnya? Menurut dokter Bailey, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa obat yang diresepkan dokter untuk para penderita HG berbahaya bagi janin. Dr. Bailey juga menambahkan semakin cepat ditemukan semakin manjur obat yang akan dikonsumsi.

Jenis makanan apa saja yang tak picu terjadinya HG?

HG bisa dipicu oleh banyak hal bahkan karena hal-hal kecil seperti bau dan tekstur makanan. Untuk meminimalisir mual dan muntah, bagi penderita HG sebaiknya mengonsumsi makanan yang ‘kering’ dan tak memiliki rasa yang berat seperti crackers dan roti tawar. Penderita HG disarankan untuk makan sedikit demi sedikit dengan interval kurang lebih 15 menit sekali. Menurut Caitlin, bagi para calon ibu yang memilih mengonsumsi ramuan tradisional sebaiknya lebih berpikir panjang apabila sampai ramuan yang diminum dimuntahkan sehingga menimbulkan rasa tidak enak yang hebat.

Nah, itu dia sekilas info seputar hyperemesis gravidarum, Ladies. Kamu punya kerabat yang pernah mengalami hal serupa?

Sumber: countryliving, Foto cover: haibunda

Komentar Kamu