OUR NETWORK

Menjalin Hubungan dengan Seorang Anak Broken Home?

Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini
Menjalin Hubungan dengan Seorang Anak Broken Home? Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini

Menurut psikolog yang juga seorang peneliti, Judit Wallerstein, dampak terparah perceraian pada anak baru akan dialami 15-25 tahun setelah perceraian tersebut terjadi, yaitu saat anak menjalin hubungan asmara yang serius. Akibat dari perceraian yang dialami orang tuanya, anak akan merasa bahwa hubungannya akan gagal. Memang tidak semua anak broken home mengalami kesulitan ini, akan selalu ada pengecualian. Akan tetapi apabila Ladies sedang menjalin asmara dengan pasangan yang berasal dari keluarga broken home, ada beberapa yang harus Ladies ingat dan perhatikan.

1. Sulit percaya.

Bagi mereka, kepercayaan adalah hal yang amat mahal dan sulit diraih, terutama apabila salah seorang orang tua mereka menjadi sulit dijangkau. Bukan berarti mereka tidak dapat memercayaimu, Ladies, tetapi mereka yakin bahwa tidak ada yang pasti dan semua akan berubah dengan amat cepat, termasuk dirimu. Untuk menjaga agar perasaan mereka tidak mudah terluka, mereka memutuskan untuk tidak memercayai siapapun sama sekali.

2. Sakit itu masih ada.

Luka akibat perceraian pada anak akan terus bertahan lama bahkan hingga anak sudah menjadi dewasa. Luka itu masih ada, dan nyata. Apalagi saat mereka menonton film mengenai kasih sayang orang tua, atau melihat hubungan manis antara orang tua dengan anaknya di jalan, perasaan sakit dan pahit akan tiba-tiba memenuhi hati dan pikiran mereka.

3. Mereka harus tahu, apakah kamu benar-benar bisa diandalkan?

Orang tua seharusnya menjadi sosok yang paling dapat diandalkan dalam hidup seorang anak. Namun perceraian menghancurkan harapan tersebut dan mengakibatkan anak menjadi skeptis pada siapapun. Bukan berarti mereka tidak ingin mengandalkan siapapun ya, Ladies. Mereka hanya ragu saja, dan tugasmu untuk membuktikan bahwa dirimu mampu menawarkan pundak untuk tempat mereka bersandar.

4. Sulit mengekspresikan perasaan dengan baik.

Orang tua menjadi tempat pertama anak untuk menceritakan pengalaman serta perasaan. Perceraian membuat anak sulit untuk mendapatkan kemewahan tersebut, dan hasilnya, anak pun akan berusaha menekan perasaan dan kesulitan mengekspresikan perasaannya meskipun mereka ingin.

5. Sulit berubah.

Perceraian adalah perubahan traumatis bagi setiap anak. Lingkungan anak yang mulanya terasa aman dan nyaman tiba-tiba saja hancur berantakan. Bagi anak, hal tersebut menjadi indikasi bahwa perubahan adalah hal buruk yang dapat menghancurkan hidup mereka. Oleh sebab itu, meskipun perubahan tersebut positif, anak broken home akan ragu untuk melakukan perubahan dalam hidup mereka.

6. “Hubungan asmara yang bahagia dan sehat itu apa?”

Hubungan yang bahagia dan sehat tercipta dari berbagai hal, seperti komunikasi, respect, rasa berterima kasih, penerimaan, kepercayaan, pengertian, dan rasa pertemanan. Perceraian orang tua membuat model hubungan sehat dan bahagia tersebut menghilang dan hanyalah mitos belaka. Makanya wajar apabila anak broken home benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa dalam sebuah hubungan.

7. Memilki sifat pengasuh yang luar biasa.

Beberapa anak korban perceraian akan merasa memiliki tanggung jawab untuk menenangkan orang tua mereka. Oleh sebab itu, apabila Ladies menjalin hubungan dengan anak broken home, Ladies akan merasa sangat diayomi dan diasuh.

8. Berusaha untuk mengontrol hubungan.

Jangan bingung apabila pasangan Ladies berusaha untuk mengambil kontrol hampir di setiap aspek kehidupan mereka, termasuk hubungan asmara. Dengan begitu banyaknya pengalaman pahit di masa kecil, mereka ingin memastikan bahwa pengalaman buruk tersebut tidak terjadi lagi.

9. Kegagalan dalam hubungan adalah hal yang pasti.

“Apabila orang tuaku tidak dapat mempertahankan hubungan pernikahan, apalagi aku yang hanya berada dalam hubungan pacaran”, atau “Apabila orang tuaku tidak dapat mempertahankan hubungan pernikahan, apalagi aku” adalah anggapan yang sangat wajar dimiliki oleh anak dari kalangan broken home. Makanya, wajar apabila saat hubungan berada dalam masalah, mereka akan bersikap pesimis mengenai kelanjutan hubungan kalian.

10. Dengan semua masalah dan pergolakan batin, mereka masih berharap bahwa hubungan asmara mereka akan bertahan.

Yup, meskipun banyak ngebatin akibat ketakutan, kekhawatiran, dan kerendah-dirian, pasanganmu sangat berharap bahwa hubungan asmara kalian tidak gagal seperti orang tuanya. Oleh sebab itu. apabila Ladies berhubungan dengan seorang anak dari keluarga broken home, berikanlah kasih sayang dan pengertian mengenai masa lalu dan masalah pasangan.

Menjalin hubungan dengan anak dari keluarga broken home memanglah tidak mudah. But then again, maintaining any relationship is hard work, right? Namun saat Ladies berhasil, percaya deh, hubungan Ladies dengan pasangan akan sekuat baja antikarat!

Sumber: Lifehack, Foto cover: gudstory.com

Comments

Loading...