OUR NETWORK

Ini Alasan Kenapa Kamu Tidak Perlu Merasa Bersalah Jadi Teman yang Sibuk

Ini Alasan Kenapa Kamu Tidak Perlu Merasa Bersalah Jadi Teman yang Sibuk
Foto: glamour.com

Sebagai seorang teman, selalu hadir saat yang lainnya ada masalah merupakan harapan semua orang. Tapi karena berbagai alasan tertentu, kita kerap kali tak bisa selalu ada. Karena hal inilah label “si sibuk” kerap kali menempel pada diri. Padahal, tidak ada keinginan sama sekali untuk mengabaikan teman ataupun sahabat saat mereka sedang dirundung duka. Supaya rasa bersalah tidak menempel padamu karena terlalu sibuk, yuk ikuti ulasan berikut ini.

Baca juga: Tips Merawat Diri untuk Kamu yang Super Sibuk

Mendefinisikan Ulang Arti Menjadi Si Sibuk

Ini Alasan Kenapa Kamu Tidak Perlu Merasa Bersalah Jadi Teman yang Sibuk
Foto: steemit.com

Saat seorang wanita dibilang terlalu sibuk, biasanya ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja, melakukan banyak hal, ataupun bersama dengan orang-orang yang memberikan banyak manfaat untuknya. Label “si sibuk” memang membuat tidak nyaman, apalagi jika memang benar-benar banyak hal yang perlu diurus.

Selama ini label si sibuk digunakan untuk meremehkan, menimbulkan rasa tidak nyaman dan sebagainya, apalagi diungkapkan oleh teman sendiri. Namun yang perlu untuk digaris bawahi adalah semua orang memang memiliki aktivitas masing-masing yang perlu untuk dimaklumi. Kita bisa saja egois meminta menjadi prioritas dalam hidup seseorang, namun hal tersebut tidak selamanya dibenarkan. Ada prioritas-prioritas lain yang perlu dikerjakan oleh seseorang. Maka dari itulah, ini pentingnya saling mengerti dalam hubungan pertemanan sekalipun.

Beralih dari Rasa Bersalah ke Syukur

Meskipun dengan pemahaman yang seperti itu, menjadi si sibuk tetap saja meninggalkan rasa bersalah kepada diri. Namun, kita bisa mengubah rasa bersalah ini menjadi rasa syukur. Kita memutuskan untuk menjadi orang yang sibuk dan hal tersebut memberikan energi pada diri sendiri. Jumlah pertemanan memang tidak sebanyak orang lain, dan mungkin awalnya kita akan bingung mengenai hal ini. Namun, perlahan akan mengerti jika pertemanan bukan masalah kuantitas, namun terlebih kualitas. 

Dengan memiliki jumlah teman yang terbatas, kita akan mensyukuri saat-saat bersama dengan orang-orang terkasih. Kita juga tidak perlu untuk memaksakan diri untuk memenuhi tuntutan orang lain. Kamu juga tidak akan merasa bersalah, meski hanya bertemu satu bulan sekali. Meskipun tidak bertemu, kita juga perlu memberi tahu jika mereka penting di dalam hidup secara teratur. Dengan kerap menghubungi, mereka tidak akan mempertanyakan meskipun sudah jarang saling bertemu.

Menjadi Si Sibuk dan Juga Sahabat Terbaik

Ini Alasan Kenapa Kamu Tidak Perlu Merasa Bersalah Jadi Teman yang Sibuk
Foto: eonline.com

Menjadi si sibuk bukan berarti kita tak bisa menjadi sahabat terbaik lho. Ada banyak cara yang bisa  dilakukan untuk keep in touch dengan teman-teman meskipun tak bisa bertemu. Misalnya saja saat kapanpun kamu memikirkan mereka, kirimkan pesan-pesan singkat seperti “sedang memikirkanmu!” atau “aku sangat menghargai pertemanan kita”. Memang terlihat sederhana, namun ini merupakan pengingat untuk orang lain jika kita juga peduli dengan mereka.

Baca juga: Hubungan Pertemanan Berakhir, Ini Alasan Kamu Perlu Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Selain itu kita juga bisa melakukan rencana perjalanan ataupun yang lainnya sesekali waktu. Lakukan dengan sungguh-sungguh supaya pertemanan yang dijalin tetap baik-baik saja. Tentunya akan menyesakkan dada saat melihat teman yang selama ini selalu ada tiba-tiba mengabaikanmu karena terlalu sibuk. Tidak ada yang salah menjadi si sibuk ya, jangan merasa bersalah. Bersyukurlah karena di luar sana banyak orang yang ingin berada dalam posisimu.

 

Sumber: the good trade, fast company

Comments

Loading...