OUR NETWORK

Bantu Aktivitas Manusia Sehari-hari, Agility Robotics Rilis Bipedal Robot Bernama Digit

Bantu Aktivitas Manusia Sehari-hari, Agility Robotics Rilis Bipedal Robot Bernama Digit
Foto; inverse.com

Agility Robotics, salah satu startup di Amerika Serikat baru saja merilis, bipedal robot bernama Digit miliknya kini dapat dibeli. Dua unit pertamanya telah dibeli sebelumnya oleh perusahaan mobil, Ford, untuk penelitian pengiriman paket jarak jauh.

Dilansir dari The Verge, dari penelitian yang dilakukan Ford tersebut, Chief Technology Officer Ford, Ken Washington, menyatakan, robot seperti Digit akan membantu perusahaan membuat pengiriman “lebih efisien dan terjangkau” untuk pelanggan di masa depan. “Kami belajar banyak tahun ini dengan bekerja bersama Agility, sekarang kami dapat mempercepat pekerjaan eksplorasi kami dengan robot Digit komersial,” ucap Washington.

Dengan ukuran dan bentuk selayaknya manusia dewasa kecil, ia dilengkapi teknologi LIDAR dan sensor lainnya. Teknologi dan sensor ini berguna untuk menavigasi lingkungan secara semi-otonom dan membawa kotak di lengannya hingga 18 kilogram. Hadirnya kemampuan ini membuat Digit dinyatakan dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan, termasuk bidang logistik, gudang, telepresence, dan inspeksi industri.

Bantu Aktivitas Manusia Sehari-hari, Agility Robotics Rilis Bipedal Robot Bernama Digit
Foto: therobotreport.com

“Sebagai contoh, Digit dapat bekerja di bagian logistik dalam ruangan seperti gudang/ruang penyimpanan barang, memindahkan kontainer sebagai bagian dari kebersihan ruangan, inspeksi khusus seperti di railyard, atau pabrik. Atau incidental seperti memantau infrastruktur kota (tiang telepon dan lainnya) saat melakukan tugas pengiriman,” jelas CEO Damion Shelton.

Meski dalam beberapa hal, robot multiguna ini dapat beroperasi secara mandiri.

Namun, tidak seperti manusia, ia masih sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Dengan kata lain, ketika beroperasi, Digit perlu dikemudikan melalui kantor oleh seorang manusia.

Untuk menikmati berbagai fungsi dari Digit ini, kini para konsumen dapat memperolehnya dengan harga peluncuran, yang berada di harga ‘menengah ke bawah’. Dilansir dari The Verge, Shelton menyatakan, harga tersebut telah melalui berbagai perhitungan teknis, seperti pemeliharaan hingga masa hidup robot tersebut. Tepatnya, biaya per jam robot ini berkisar sekitar $25 atau setara dengan Rp347 ribu.

Bantu Aktivitas Manusia Sehari-hari, Agility Robotics Rilis Bipedal Robot Bernama Digit
Foto: smalltechnews.com

“(Harga) Ini telah mewakili harga ‘operasional sepenuhnya’,” jelasnya. Dengan harga tersebut, konsumen dapat memperoleh Digit, mengisi dayanya, dan memanfaatkannya untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Project MarsCat, Robot Kucing Masa Depan

Mengingat, banyaknya isu terkait alat perang robotik, Shelton mengaku, pihaknya hanya akan menjual Digit sebagaimana fungsinya sebagai alat bantu kegiatan sehari-hari, dan tidak akan mempersenjatainya. “Kami tidak akan membiarkan Digit (atau robot Agility lainnya) dipersenjatai dengan senjata apapun yang mematikan atau tidak, dalam bentuk apapun,” paparnya. Senjata non-manusia seperti yang digunakan untuk menghancurkan IED pun, atau penjualan terhadap organisasi yang ingin kemampuan seperti itu, diakui Shelton, akan dihindarkan dari Digit dan robot Agility lainnya. Salah satu cara untuk mencegahnya ialah dengan membuat kontrak jual beli yang harus disepakati kedua belah pihak.

Kini, Digit tengah diproduksi dalam jumlah yang masih terbilang kecil. Produksi pertamanya, perusahaan menghasilkan enam unit. Agility Robotics berharap, jumlah ini akan bertambah sebanyak 20 hingga 30 bot pada sepanjang tahun 2020 ini, dan akan terus berlipat ganda pada tahun-tahun berikutnya.

 

Sumber: The Verge

Comments

Loading...