OUR NETWORK

MeraMuda Review ‘Avengers: Endgame’

Udah semingguan Avengers: Endgame tayang di bioskop kesayangan kita masing-masing. Jadi, aman lah yaaa kalau MeraMuda buat review beserta spoilers-nya? Tenang aja, untuk Ladies yang penasaran tapi nggak mau spoilers, kamu bisa nonton review MeraMuda di YouTube. Sekalian subscribe ya…

Spoilers alert!

Kalau masih nggak mau kena spoilers, berhenti baca di sini, Ladies. Mendingan lihat-lihat video MeraMuda yang lain. Ehe.

Setahun kita dibuat galau dan bertanya-tanya tentang nasib para superheroes dan sidekicks mereka yang ikut musnah di akhir film Infinity War. Dengan satu jentikan jari mautnya, Thanos menyapu bersih setengah populasi alam semesta, dalam misi yang menurutnya mulia. Marah dan sakit hati, anggota Avengers yang tersisa terus mencari jejak Thanos untuk mencari jawaban sekaligus menghabisinya. Mereka pun menemukan Thanos yang sedang main Hayday bertani. Nggak sempat menemukan jawaban mengenai keberadaan Infinity Stones, Thor keburu memenggal kepala sang Mad Titan. Tanpa hasil, mereka kembali ke markas dan kembali mencoba melanjutkan hidup.

Sebuah kebetulan pun mengembalikan Ant-Man dari quantum realm ke masa kini. Inget kan, di akhir film Ant-Man and The Wasp, ia terjebak di sana karena Dr. Hank Pym, istrinya Janet, dan The Wasp ikut jadi debu. Bingung dan panik, Scott pergi ke markas Avengers. Lucunya, menurut Scott ia terjebak di sana selama 5 jam. Padahal di masa kini, waktu sudah berlalu selama 5 tahun. Scott pun menjelaskan apa yang dia tahu, bahwa waktu di dunia saat ini dan di quantum realm sangat berbeda. Diskusi mereka pun berakhir pada kesimpulan, “Kita harus bikin mesin waktu.” Tapi, siapa yang bisa bikin ya? Pilihan pertama adalah Bruce Banner yang sekarang sudah menjadi Professor Hulk. Eksperimen mereka gagal dan hampir berakibat fatal ke Scott Lang.

Lalu, siapa dong yang bisa diminta tolong untuk urusan sains begini? Hmm siapa lagi kalau bukan Mr. Tony Stark.

Awalnya Tony menolak mentah-mentah ide ini. Selain karena menurutnya nggak mungkin, Tony sadar dia harus mengorbankan apa yang dimilikinya saat ini; sebuah keluarga kecil yang hangat dan bahagia. Tapi otak pintar Tony nggak berhenti memikirkan kemungkinannya. Ia mengutak-atik formula yang dibutuhkan untuk melakukan time travel sampai ia berhasil! Mengerti banget dengan kegalauan yang dirasakan sang suami, Pepper Pots memberikan dukungan untuk Tony. Esoknya, Tony menyambangi markas Avengers lengkap dengan alat buatannya dan misi pun dimulai!

MeraMuda Review ‘Avengers: Endgame’
Foto: IMDb.com

Menggali berbagai arsip dan catatan, mereka sadar kalau bisa kembali ke waktu yang tepat, mereka bisa sekaligus mengumpulkan 3 Infinity Stones. Akhirnya tim pun dibagi tiga, masing-masing bertugas mengambil satu Infinity Stones. Nggak mudah karena berhadapan dengan segala rintangan nggak terduga, hanya Hawkeye yang akhirnya berhasil mendapatkan Soul Stone di Vormir. Batu jingga itu pun harus dibayar mahal dengan pengorbanan dari Natasha Romanoff. Bagian ini mendapat cukup banyak kritikan karena karakter Natasha seperti disia-siakan dengan akhir cerita yang begitu aja. Walaupun emang sih, ada adegan para Avengers wanita bersatu melawan Thanos dan pasukannya untuk sedikit mengobati duka kehilangan Black Widow.

MeraMuda Review ‘Avengers: Endgame’
Foto: IMDb.com

Kalau dibandingkan dengan Infinity War, aksi di film Endgame memang terhitung lebih sedikit. Namun, bukan berarti filmnya terasa membosankan. Selain ikutan tegang mengikuti aksi para superheroes, kita juga harus agak ‘mikir’ karena berurusan dengan space-time dan beberapa timeline berbeda. Perjalanan memutar waktu ini lumayan menguras emosi. Saya sudah berkaca-kaca menyaksikan Tony bertemu dengan Howard Stark muda. Dan Thor yang bertemu kembali dengan sang ibu, Frigga. Apalagi, Frigga tahu betul bahwa yang ada di hadapannya adalah Thor dari masa depan. :’)

Tiga puluh menit terakhir dari film ini adalah momen yang bikin perasaan campur aduk.

Saat tenaga dan harapan untuk para jagoan kita sudah habis, tiba-tiba Captain America mendengar suara Sam. Loh, Sam bukannya jadi debu juga? Yep. Di momen itu semua pasukan yang jadi korban Thanos di Infinity War muncul. Bohong kalau saya bilang saya nggak nangis di bagian ini. Kenyataannya saya nangis terharu, sambil tertawa dan tepuk tangan. Thanos is sooo cancelled now.

Some invisible ninjas were cutting a lot of onions in the movie theater. 😭

Saya pikir Captain America yang akan mengorbankan dirinya di final battle karena ia memang punya kecenderungan melakukan hal-hal seperti itu. Tapi ternyata oh, ternyata saya salah, Ladies. Marvel Cinematic Universe diawali dengan kisah Iron Man (2008) dan dengan sangat pas diakhiri dengan pengorbanan Tony di akhir Endgame. Tony yang kadang arogan dan tidak bisa bekerja sama, menunjukkan bahwa ia punya hati dan nggak segan untuk berkorban menyelamatkan banyak nyawa.

MeraMuda Review ‘Avengers: Endgame’
Foto: gamespot.com

Pertanyaan-pertanyaan mengenai rencana Doctor Strange pun terjawab. Awalnya berjanji akan melindungi Time Stone mati-matian agar tidak jatuh ke tangan Thanos, Doctor Strange menyerahkan batu itu ketika Thanos hampir menghabisi Tony di Infinity War. Ia tahu, tanpa Tony, The Avengers tidak akan bisa melakukan time travel dan meng-undo perbuatan Thanos. Satu adegan mengharukan lagi di penutup adalah ketika Steve memutuskan untuk tinggal sejenak dan menjalani hidup yang diimpikannya. Setelah mengembalikan Infinity Stones ke tempat semula mereka, Steve kembali pada Peggy dan berkeluarga, dan Steve menyerahkan shield Captain America kepada Sam. Agak kecewa sih kenapa perpisahan Steve dan Bucky begitu saja, padahal mereka kan sohib banget tuh… Mungkin akan terjawab di serial Falcon and Winter Soldier nanti.

Fase ketiga MCU akan diakhiri di film Spider-Man: Far From Home, tapi Endgame terasa seperti perpisahan yang bittersweet dan pas. This is the end of the line. Thank you for an amazing decade, guys!

Comments

Loading...