OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022

Film Venom: Let There Be Carnage Cerita yang Kurang Matang

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya film Venom: Let There Be Carnage akhirnya tayang juga di bioskop Indonesia. Harus diakui, sekuel kedua ini memang ditunggu, karena berhubungan dengan masa depan dari Tom Hardy.

Menurut post kredit scene yang terjadi di akhir film menjelaskan bahwa, masalah di Spider-Man: No Way Home ternyata juga berdampak disini. Banyak teori mengatakan parasit ini sudah terdampar di Universe utama MCU.

Jadi, nantinya di seri ketiga, kemungkinan akan team up dengan spidey? Ini hanya sekedar teori terjadi dan tidaknya tergantung dari pihak Sony Picture sendiri bagaimana meramu cerita untuk sekuel ketiganya nanti.

Terlepas dari semua teori tersebut, Venom: Let There Be Carnage, harus mendapatkan komentar kurang baik dari sejumlah pihak. Tayangan berdurasi 97 menit itu belum bisa menyajikan sesuatu yang diharapkan oleh penonton.

Rasanya, panggung Venom dan Carnage kurang mendapatkan durasi lebih. Terlalu singkat, padat walaupun secara keseluruhan sangat mudah untuk dicerna. Komedi yang dihadirkan membuat penonton merasa lebih nyaman dan sedikit terbawa suasana.

Masih ada yang mengganjal

Film Venom kedua ini memang bagus, tetapi setelah melihatnya terasa ada yang mengganjal. Hal tersebut terjadi karena sektor cerita yang kurang kuat. Porsi pertarungan keduanya disajikan dalam durasi yang cukup singkat.

Penyebab utamanya adalah Andy Serkis terlalu lama menjelaskan mengenai pertumbuhan Carnage dari awal sampai akhir. Sehingga, waktu yang seharusnya dibutuhkan untuk menceritakan keduanya menjadi berkurang.

Inilah yang membuat penonton merasa sedikit kecewa, rasa penasaran yang selama ini sudah hadir sejak awal harus patah begitu saja. Perhatikan saja, durasi pertarungan diantara keduanya hanya 20 menit.

Seperti film pendek action dimana sutradaranya adalah pemula. Walau dari sisi aksinya memang kurang menggelegar khas Bollywod, namun film ini masih mempunyai sisi positif dan menarik untuk disaksikan.

Hubungan Tom Hardy dan Venom yang lebih intim

Perlu diketahui bahwa, parasit Venom hidup di tubuh Eddie Brock dan mereka menjalani kehidupan bersama. Menariknya, dua sifat yang bertolak belakang tetapi dapat diramu sedemikian rupa.

Chemistry keduanya begitu terasa, apalagi saat Eddie meminta parasitnya itu untuk tidak memakan manusia kecuali, hanya untuk yang jahat saja. Menarik, lucu, dan sekaligus hiburan yang berkesan di sepanjang film Venom.

Harus diakui, dalam komik versi dari Venom ini sebenarnya begitu jahat dan menakutkan. Hanya saja, disini diceritakan menjadi sangat baik. Walau pada akhirnya tetap memakan otak manusia juga.

Rating PG13+ menjadi hambatan

Harus diakui rating PG13+ memang sedikit mengganggu alhasil, beberapa adegan yang seharusnya menceritakan bagaimana carnage menjadi terganggu. Di dalam komik tokoh villain utama ini memang sangat brutal.

Apalagi, inangnya Cletus Kassady memang terlihat sangat brutal, pembunuh berantai dan aksinya seharusnya lebih sadis. Memang dalam film Venom ini penonton masih ditunjukkan bagaimana mereka memakan kepala sampai aksi penusukan.

Sayangnya, kurang brutal dan terkesan setengah-setengah, hal tersebut karena kehadiran rating PG 13+ yang membuatnya terasa kurang komik akurat. Harusnya memang sampai berdarah-darah agar tokohnya sudah sesuai.

Mungkin, untuk film ke depan bila memang rumor di sekuel ketiga benar yaitu menghadirkan toxin seharusnya, adegannya lebih brutal dan sadis daripada carnage, lebih baik rating bisa dinaikan menjadi R.

Terlepas dari semua rating dan durasi yang kurang panjang film ini memang layak dinantikan. Menghadirkan berbagai keseruan didalamnya, apalagi ini adalah set up cukup bagus bagi masa depan SONY Picture untuk filmnya kedepan.

Terlebih Spider-Man akan kembali ke dalam naungannya setelah terjadi kesepakatan penting dengan Disney dan MCU. Bagaimana kamu sudah melihat film Venom: Let There Be Carnage ini atau belum?

Must Read

Related Articles