OUR NETWORK

Dugaan Pemerkosaan, Dewan Pengawas BPJS Resmi Dilaporkan di Bareskrim

Dugaan Pemerkosaan, Dewas BPJS Resmi Dillaporkan di Bareskrim
Foto: Tirto.id

Bergulirnya kabar mengenai adanya kejadian pelecehan dan pemerkosaan yang ditudingkan atas nama salah satu Staff Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaaan sedang menjadi salah satu berita nasional yang di sorot saat ini. Kabar ini mendapat perhatian luas dari publik mengingat keberadaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu lembaga pemerintah dengan cakupan terhadap perlindungan aspek jaminan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pekerja. Munculnya berita ini bermula dari salah satu wanita yang merupakan staff di lembaga yang sama dengan pengakuannya menjadi korban pelecehan atau pemerkosaan oleh salah satu petingginya.

Sampai sejauh ini kasus ini masih dalam tahap awal.

Pihak yang dinyatakan sebagai terduga yaitu seseorang berinisial SAB, seorang anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan membantah dengan tegas hal tersebut. Bahkan melalui beberap konferensi bersama pengacarnya ia menyatakan bahwa ia tengah berada dalam fitnah yang keji oleh orang-orang yang tidak menyukainya dan sengaja menjatuhkannya. Kasus ini pun membuat kinerja BPJS disorot dan tentunya menimbulkan dampak tersendiri di berbagai kalangan sekitarnya.

Pada Kamis 3 Januari 2019, pihak yang menjadi korban yaitu seorang wanita staff BPJS telah melaporkan secara resmi ke Bareskrim dengan berkas bukti dan juga keberadaan saksi. Adapun bukti yang disampaikan di antarnya berbagai dokumentasi pesan singkat yang disampaikan terduga kepada korban. Menurut korban ia bahkan sempat diminta untuk melayani setiap bulan. Ia pun kemudian melaporkan hal tersebut. Namun, ia hanya mendapatkan feedback tidak menyenangkan. Bahkan ia mendapat ancaman yang akhirnya menjadi latar belakang adanya laporan resmi yang saat ini telah diterima Bareskrim dan siap untuk ditindak lanjuti. Pasal yang diusung dalam pelaporan resmi ke Bareskrim kali ini berdasar pada pasal 294 ayat dua yaitu tentang pencabulan.

Sejalan dengan pelaporan tersebut yang bersangkutan dengan kasus atau terduga yaitu SAB telah menyatakan mundur dari jawabatannya sebagai Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan.

Pengundurannya ini dinyatakan untuk menghindari adanya aksi dan reaksi terhadap badan BPJS sebagai bagian dari asumsi publik terhadap dirinya. Ia menyatakan bahwa ia berada dalam tuduhan yang tidak dapat dibuktikan atau dibenarkan. Ia juga mengaku siap menjalani pemeriksaan untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.

Bergulirnya kasus ini ternyata memang membuat pengaruh terhadap berbagai pihak. Bareskrim telah memberikan kesanggupannya untuk menuntasakan kasus ini dengan penyelidikan terperinci dan akan melakukannya dengan lebih cepat sehingga tidak memberikan pengaruh lebih besar lagi. Dari pihak pelapor dan juga yang dilaporkan sama-sama sama telah bersiap menghadapi pemeriksaan dan proses hukum tersebut.

Terlepas dari benar tidaknya berita yang tengah, hal semacam ini layak untuk menjadi suatu perhatian kita bersama. Kemunculan kasus-kasus demikian memang termasuk jarang diekspos dan biasanya akan terkesan sedikit terlambat. Hal ini sudah menjadi semacam respon psikologis yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Belum lagi, respon masyarakat yang masih sering menyalahkan korban.

Ladies apakah kalian termasuk pada yang peduli dan care terhadap lingkungan sekitarmu?

Pada dasarnya hal atau peristiwa seperti ini dapat menjadi tanggung jawab kita bersama baik sebagai individu maupun masyarakat yang peduli dengan lingkungan termasuk lingkungan kerja. Sebagai bahan pengingat bahwa kita mampu menjadi perisai untuk diri kita sendiri dan juga ujung tombak bagi orang lain. Jangan takut untuk menyampaikan hal yang tidak semestinya sejak dini jika itu terjadi di lingkungan kita.

 

Sumber: Detik

Comments