OUR NETWORK

Kolaborasi Musisi dan Programer Rilis Algoritma Penghasil Kombinasi Musik yang Unik

Kolaborasi Musisi dan Programer Rilis Algoritma Penghasil Kombinasi Musik yang Unik
Foto: istockphoto.com

Perkembangan industri musik yang semakin pesat, mendorong para musisi dan label untuk berkreasi menciptakan lagu hit. Namun, tak jarang pada praktiknya terdapat kemiripan pada salah satu lagu mereka, sehingga membuat kedua belah pihak berseteru hingga memutuskan untuk menyelesaikan masalah di pengadilan. Dalam hal ini, terkait siapa yang memiliki hak cipta lagu tersebut, tentu saja berhubungan dengan perolehan royalti.

Hanya saja, dari notasi musik yang terbatas, akan ada begitu banyak kemungkinan kombinasi yang sekilas mirip tapi ternyata tidak. Ini dapat menjadi perdebatan yang cukup runyam ya, Ladies. Berangkat dari hal ini, seorang musisi dan programmer, Damien Riehl dan Noah Rubin, bekerja sama untuk mengembangkan sebuah algoritma yang dapat menghasilkan segala kemungkinan kombinasi musik yang baru. Hal ini ditujukan untuk menghindarkan berbagai pihak dari permasalahan tentang hak cipta dan memungkinkan para musisi untuk menggunakan melodi tanpa khawatir adanya kemiripan.

Menurut Riehl, algoritma yang dapat disatukan setiap 8-note, 12-beat kombo melodi, dapat menghasilkan 300.000 melodi per detik.

Berbagai melodi ini perlu dirangkai menjadi sebuah karya untuk dapat diterapkan hak cipta. Jadi, algoritma akan mengeluarkan file MIDI dari melodi ke hard drive. Adapun, keputusan untuk melakukan kolaborasi ini dinyatakan Riehl berangkat dari posisi melodi di hadapan undang-undang hak cipta yang dipahaminya.

Kolaborasi Musisi dan Programer Rilis Algoritma Penghasil Kombinasi Musik yang Unik
nytimes.com

“Di bawah undang-undang hak cipta, angka adalah fakta, dan di bawah undang-undang hak cipta, fakta memiliki hak cipta yang tipis, hampir tidak ada hak cipta, atau tidak ada hak cipta sama sekali. Jadi, mungkin jika angka-angka ini sudah ada sejak awal dan kita hanya menariknya keluar, mungkin melodi hanyalah matematika yang berupa fakta, yang tidak dapat dilindungi hak cipta,” jelas Riehl yang juga bekerja sebagai pengacara hak cipta kepada TED Talk.

Baca juga: Lizzo Angkat Bicara Tentang Tuduhan Plagiarisme Lirik “Truth Hurts”

Algoritma open-source serta melodi yang dihasilkan ini dapat diakses di Github dan Internet Archive. Seluruh MIDI yang dirilis, dinyatakan Riehl akan berada di bawah lisensi Creative Commons Zero, yang pada dasarnya tidak ada hak cipta atas karya-karya tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada uji coba proyek Riehl dan Rubin di hadapan tuntutan hukum pengadilan. Apakah strategi mereka menyelesaikan masalah hak cipta ini efektif atau tidak. Meski begitu, tak dapat dipungkiri, algoritma ini dianggap dapat membantu mengembangkan kreativitas di industri musik.

 

 

Sumber: Mashable

Comments

Loading...