OUR NETWORK

Terus-Menerus Merasa Marah? Mungkin Salah Satu Alasan Berikut Jadi Penyebabnya

Marah merupakan salah satu emosi yang wajar dan ini terjadi pada semua orang. Namun, reaksinya saja yang berbeda, ada yang bisa tetap tenang namun tidak sedikit yang meledak-ledak. Jika bisa tetap tenang tentunya tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tapi bagaimana jika marahmu jadi bumerang untuk diri sendiri?

Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa sering marah-marah padahal tidak ada alasan yang jelas? Jika demikian, kamu datang ke pembahasan yang tepat. Karena akan diberikan berbagai alasan yang menyebabkan kamu marah-marah sepanjang waktu.

Tanda kamu memiliki masalah kemarahan

Terus-Menerus Merasa Marah? Mungkin Salah Satu Alasan Berikut Jadi Penyebabnya
Foto: pexels/Liza Summer

Sebelum membahas berbagai alasannya, mari kulik terlebih dahulu berbagai tanda jika kamu memiliki masalah kemarahan yang serius.

  • Merasa mudah tersinggung dan frustasi secara berulang
  • Merasakan kewalahan menghadapi berbagai emosi negatif yang muncul
  • Muncul gejala fisik seperti halnya darah tinggi, jantung berdebar-debar, dan juga kesemutan
  • Tidak jarang melakukan kekerasan secara verbal bahkan fisik
  • Melakukan sifat sarkastik
  • Memberikan silent treatment dan gampang merajuk

Baca juga: 5 Cara Sederhana tapi Ampuh Mengatasi Kemarahan

Penyebab masalah kemarahan

Terus-Menerus Merasa Marah? Mungkin Salah Satu Alasan Berikut Jadi Penyebabnya
Foto: pexels/Liza Summer

Setidaknya sejauh ini adalah lima penyebab masalah kemarahan yang terjadi. Bisa dari faktor internal, juga external.

1. Depresi

Alasan yang pertama dan banyak terjadi belakangan ini adalah depresi. Depresi bisa memunculkan kesedihan yang mendalam, serta perubahan mood yang sangat ekstrem. Selain itu juga menyebabkan frustasi dengan hal-hal dan marah-marah meski masalah kecil. Ini mungkin akan terasa tidak masuk akal, namun jangan kaget karena bisa saja akan ada luapan emosi tak terkendali karena depresi di kemudian hari.

2. Epilepsi

Meski ini merupakan kasus yang cukup jarang, namun peneliti percaya jika epilepsi bisa sangat memengaruhi emosi. Mulai dari menyebabkan kemarahan sampai dengan munculnya perasaan agresif.

3. OCD

Selanjutnya ada Obsessive Compulsive Disorder atau OCD yang merupakan gangguan kecemasan yang membuat orang berpikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Gejala yang paling sering adalah kebutuhan untuk menyelesaikan hal-hal tertentu seperti menata barang sesuai warna, abjad, atau melihat semuanya namun rapi dan tertata.

Nah, jika tidak mampu melakukan hal tersebut, maka akan memicu frustasi dan kemarahan. Seringkali pikiran obsesif dan perilaku kompulsif juga meningkatkan iritabilitas pada seseorang.

4. Bipolar

Selain OCD, gangguan bipolar disorder juga bisa memicu kemarahan. Suasana hati yang berubah dengan cepat dan kepribadian yang juga berubah, membuat orang yang menderitanya mengalami serangan kemarahan.

5. Kecanduan alkohol dan narkoba

Berdasarkan penjelasan para ahli, kecanduan alkohol dan narkoba juga bisa menyebabkan agresi yang berlebihan. Dua kecanduan tersebut menyebabkan orang-orang tidak bisa berpikir jernih dan rasional. Ini merusak kemampuan untuk mengendalikan impuls. Hasil akhirnya, kemarahan akan menjadi-jadi jika dipicu sedikit saja.

Itulah deretan penyebab kemarahan yang terus menerus. Jika dirasa kamu tidak bisa menyelesaikan penyebabnya secara mandiri, ada baiknya untuk meminta bantuan konselor jiwa. Supaya mendapatkan penanganan yang baik dan cepat.

 

 

Sumber: India Times

Must Read

Related Articles