OUR NETWORK

Serba-serbi Menstruasi yang Harus Kamu Ketahui

Serba-serbi menstruasi yang harus kamu ketahui

Setiap bulannya, kaum perempuan akan kedatangan tamu yang tidak mungkin dapat ditolak. Beberapa perempuan tidak mengalami banyak masalah dalam menghadapi tamu bulanan ini. Namun tidak sedikit juga kaum perempuan yang mengalami masa sulit dalam menjalani hari “merah” ini. Meskipun Ladies mengalami menstruasi setiap bulan, bukan berarti Ladies sudah mengetahui serba-serbi dan fakta mengenainya. Agar Ladies dapat menjalani hari-hari berdarah dengan lebih tenang dan tenteram, yuk kenali serba-serbi dan fakta mengenai menstruasi di bawah ini.

1. Menstruasi berat dapat diatasi.

Sekitar 10%-30% wanita mengalami pendarahan menstruasi berat atau menorrhagia, suatu kondisi menstruasi yang sering disertai dengan kram yang menyakitkan dan jika tidak ditangani, dapat menyebabkan anemia. Untuk mengatasi menorrhagia, sebuah studi yang diterbitkan The New England Journal of Medicine pada tahun 2013 menemukan bahwa Mirena IUD lebih efektif dalam menghilangkan menorrhagia daripada kontrasepsi oral dan obat antipendarahan nonhormonal. Mirena IUD melepaskan sejumlah kecil progestin yang mengentalkan lendir serviks sehingga lebih sulit bagi sperma untuk mencapai sel telur. Selain itu, Mirena IUD pun membuat lapisan uterus jadi lebih tipis sehingga mengurangi pendarahan. Kontrasepsi hormonal lainnya, seperti suntikan kontrol kelahiran pun dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan menstruasi. Menurut Ana Cepin, seorang obgyn di New York-Presbyterian di Columbia University Irving Medical Center, alat kontrasepsi ini bukan hanya membuat menstruasi lebih ringan, tetapi juga lebih singkat.

Baca juga: Keluar Darah Mengugumpal Saat Menstruasi, Ternyata Ini yang Terjadi

2. Pembalut organik tidak begitu dibutuhkan.

Apabila area kewanitaan Ladies rentan terkena iritasi, pembalut organik mungkin menjadi pilihan yang lebih baik daripada pembalut biasa. Pembalut organik biasanya bebas dari kandungan pewangi dan pewarna. Namun, apabila Ladies tidak memiliki masalah di area kewanitaan, Ladies tidak perlu menghamburkan uang untuk membelinya. Menurut FDA, pembalut sudah diuji sehingga hanya mengandung sedikit bahan kimia sehingga risiko kesehatannya pun minim.

3. Menstrual cups dan pembalut celana dapat menjadi pilihan ramah lingkungan.

Perempuan di Amerika Serikat rata-rata menghabiskan lebih dari 10.000 pembalut sepanjang hidupnya. Kemungkinan besar, perempuan Indonesia pun menghabiskan jumlah serupa. Terbayang kan betapa banyaknya sampah pembalut yang harus diatasi? Untung saja, sekarang ada pillihan yang lebih ramah lingkungan, yaitu menstrual cups dan period panties. Menstrual cups terbuat dari silicon yang fleksibel yang dipasang di kanal vagina untuk mewadahi darah menstruasi. Menstrual cups bisa dipakai hingga 12 jam dan ada pula versi reusable-nya yang dapat digunakan berkali-kali. Jika Ladies merasa kurang nyaman dengan konsep menstrual cups, ada celana dalam pembalut atau pembalut kain yang dapat menjadi pilihan. Celana ini digunakan seperti pakaian dalam biasa dan tentunya bisa dipakai berulang-ulang juga, Ladies.

4. Menstruasi akan memburuk selama perimenopause

Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan di tahun 2014, sebelum benar-benar berhenti di masa menopause, menstruasi biasanya akan menjadi lebih lama dan lebih berat. Penelitian ini dilakukan pada 1.300 perempuan usia 42-52. Penelitian menunjukkan 91% partisipan melaporkan bahwa durasi menstruasi mereka bertahan hingga 10 hari, 88% melaporkan adanya spotting, dan hampir 78% mengalami menstruasi berat setidaknya selama tiga hari.

5. Natural PMS remedies mungkin bisa membantu meredakan sakit menstruasi.

Bosan mengonsumsi obat pereda sakit? Tenang, ada alternatifnya kok Ladies.

  • Akupuntur: Metode pengobatan klasik ini terbukti dapat meredakan gejala seperti sakit kepala, kram, sakit punggung, nyeri payudara, dan bahkan kembung sebanyak 50%. Para dokter belum begitu yakin bagaimana cara kerja akupuntur sehingga begitu efektif. Namun satu teori menyebutkan bahwa akupuntur membantu perilisan hormon endorfin.
  • Yoga: Dalam satu penelitian, peneliti menemukan bahwa perempuan yang melakukan yoga sebanyak dua kali seminggu selama 50 menit mengalami perbaikan kondisi dari gejala kembung, nyeri payudara, kram, dan keringat dingin.

6. Berhubungan seksual saat menstruasi dapat menyebabkan kehamilan.

Memang sangat jarang, tetapi kondisi ini bukan tidak mungkin tidak terjadi. Sperma dapat hidup di dalam sistem reproduksi hingga tujuh hari lamanya. Jadi, apabila Ladies berhubungan seksual di hari terakhir menstruasi, sperma memiliki cukup waktu untuk membuahi sel telur.

7. Kita tidak kehilangan darah sebanyak itu kok, Ladies.

Saat menstruasi, Ladies mungkin merasa bahwa tubuh mengeluarkan bergalon-galon darah. Namun, faktanya, rata-rata perempuan hanya kehilangan darah sebanyak tiga hingga enam sendok makan saja. Apabila Ladies merasa bahwa darah yang keluar lebih banyak, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan. Kehilangan terlalu banyak darah dapat menyebabkan anemia, kelelahan, pening, tangan dan kaki dingin, dan berbagai keluhan lainnya.

8. Kram yang menyakitkan mungkin pertanda kondisi yang lebih serius.

Sebagian besar perempuan mengalami kram selama menstruasi. Kram ini disebabkan oleh kontraksi uterus yang membantu melulurkan uterine. Nyeri kram ini bisa terasa ringan hingga menyakitkan. Apabila Ladies biasanya tidak mengalami kram yang nyeri, lalu tiba-tiba rahim terasa menyakitkan, segeralah periksakan diri ke dokter kandungan. Bukan tidak mungkin Ladies mengalami kondisi serius seperti uterine fobroids atau endometriosis.

Baca juga: Arti di Balik Kram Saat Menstruasi

9. Lacak periode menstruasimu dengan tracking app.

Untuk memastikan jejak menstruasimu tetap terlacak atau mungkin Ladies sedang menjalani program kehamilan, unduhlah aplikasi pelacak jejak menstruasi seperi Clue, Eve, Period Calendar, atau Flo Period & Ovulation Tracker. Aplikasi ini akan membantu Ladies memastikan jadwal menstruasi, masa subur, dan lain sebagainya.

Sumber: InStyle, Foto cover: instyle.com

Comments

Loading...