OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022

Gelaran 31st AMIHA Jadi Wadah Penyegaran Perkembangan Pengobatan Kardiovaskular

Penyakit jantung masih menjadi salah satu silent killer yang membayangi jutaan orang di dunia. Menurut data dari World Heart Federation, penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyebab kematian 30% penduduk populasi Asia Tenggara. Sementara data dari penelitian REPORT-HF mengatakan penyakit gagal jantung di Indonesia sebagian besar diakibatkan oleh penyakit jantung iskemik. Seiring dengan World Heart Day 2022 pada 29 September, 31st Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA), memberi pendidikan kedokteran berkelanjutan mengenai topik kardiovaskular. 

ASMIHA berperan sebagai wadah utama penyegaran ilmiah kepada para tenaga kesehatan dan kardiolog seluruh Indonesia. Selama 10 tahun terakhir, perkembangan teknologi untuk menangani kaus penyakit jantung dan pembuluh darah berkembang pesat, di antaranya penanganan penyakit jantung bawaan dengan pendekatan teknik zero fluoroscopy hingga implementasi penelitian molekuler RNA interfensi (siRNA) untuk pengobatan penyakit ketidakseimbangan lemak dan kolesterol tubuh dyslipidemia.

Dalam konferensi pers pada Kamis (22/9) pagi, hadir pula dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Ketua PP PERKI; dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K), Ketua Panitia 31st ASMIHA; dan dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K), Ketua Ilmiah 31st ASMIHA.

Dari pemaparan para dokter, dr. Siska memberi insight mengenai penyakit dan serangan jantung. Di Indonesia, 65% penderita serangan jantung adalah perokok, diikuti oleh mereka yang menderita hipertensi (51%) dan diabetes (27%). Penanganan serangan jantung di Indonesia pun memiliki tantangan seperti;

  1. Pasien datang ke RS relatif terlambat (periode emas <12 jam)
  2. Pengetahuan terbatas mengenai gejala dan tanda serangan jantung
  3. Ketersediaan obat jantung yang tidak merata di seluruh Indonesia
  4. Penyebaran fasilitas katerisasi jantung terpusat di kota besar
  5. Kurangnya kesadaran untuk memiliki asuransi kesehatan aktif

Tahun ini ASMIHA diikuti lebih dari 2.000 peserta dari seluruh tanah air. Untuk mengisi 36 topik Meet the Experts, 410 telah terpilih. Kemudian ada 58 presentasi oral penelitian, 5 kandidat Young Investigator Award, dan 344 poster. ASMIHA juga mengadakan upacara konvokasi untuk meresmikan kedatangan 167 orang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah baru dan 83 fellow.

Penyakit jantung terus menjadi perhatian para tenaga kesehatan. Insidensi pelaporan penyakit jantung dan pembuluh darah berbeda antara pria dan wanita. Rendahnya deteksi penyakit jantung bawaan juga masih menjadi salah satu masalah krusual. Rendahnya deteksi tersebut akan memengaruhi tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. Secara tidak langsung hal ini akan berdampak terhadap masa depan dari bangsa dan negara. Bergandengan dengan 31st ASMIHA, Indonesian Congenital Heart Disease (INACHD) akan memberi penyegaran ilmu serta membahas secara kritis terkait manajemen dari penyakit jantung bawaan.

Di 31st ASMIHA nanti menjadi momen peluncuran lima buah buku panduan PERKI yang dikeluarkan pada 2021 dan 2022. Peluncuran buku panduan ini menjadi pembaharuan ilmu bagi para tenaga kesehatan, khususnya untuk para dokter umum di lini pertama dan para kardiolog umum. ASMIHA juga akan menggelar simposium yang turut bekerja sama dengan berbagai asosiasi jantung di seluruh dunia. Semoga 31st ASMIHA berjalan dengan sukses dan memberikan insight berharga bagi tenaga kesehatan dan dokter di bidang kardiovaskular. 

Must Read

Related Articles