OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022

Perhatikan Fakta Penting Ini Sebelum Konsumsi Obat Antidepresan

Mengingat efeknya yang sangat kuat, kamu perlu mengetahui beberapa fakta penting sebelum memutuskan mengonsumsi obat antidepresan, Ladies. Pasalnya, tidak semua obat jenis ini bekerja efektif pada setiap orang dengan depresi. Selain itu, sebagaimana obat lainnya, ia memiliki efek samping, bahkan bisa lebih serius. Untuk itu, telusuri beberapa informasi yang dilansir dari All Women’s Talk berikut ini dulu yuk sebelum memutuskan menggunakan obat antidepresan.

Efektivitas terhadap depresi yang diderita

Tentu saja ketika mengonsumsi obat, kamu berharap akan sembuh dari sakit yang kamu derita. Tapi perlu kamu ketahui, tidak semua obat antidepresan efektif pada setiap orang, loh! Berdasarkan studi di Amerika pada tahun 2006, pada beberapa orang dengan depresi ringan hingga sedang, antidepresan bahkan hanya sedikit lebih efektif dari placebo. Dengan kata lain, obat ini tidak 100% efektif. Penting juga untuk mengingat bahwa obat ini bukanlah sesuatu yang menentukan kondisimu menjadi sembuh. Kesembuhan itu sangat bergantung pada dirimu sendiri, Ladies.

Teori ketidakseimbangan kimiawi

Berdasarkan teori yang ada, depresi disebabkan oleh terjadinya ketidakseimbangan kimiawi di otak. Kadar serotonin di otak menjadi rendah, di mana, antidepresan berupaya meningkatkannya untuk membuat seseorang merasa lebih baik. Masalahnya, kadar serotonin tidak dapat diukur di otak, dan tidak ada studi kuat yang menjelaskan bagaimana antidepresan memengaruhi kadar serotonin otak. Bahkan, pada beberapa orang dengan kadar serotonin rendah ternyata tidak membuat mengalami depresi, tidak seperti yang dikatakan dalam teori. Para peneliti juga telah menemukan ada beberapa faktor lain yang menyebabkan depresi, seperti peningkatan hormon stres, peradangan, dan kekurangan nutrisi. Dengan kata lain, antidepresan tidak dijamin bekerja efektif pada setiap orang. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangan untuk mengatasi depresi.

Perhatikan Fakta Penting Ini Sebelum Konsumsi Obat Antidepresan
Foto: freepik.com

Perbedaan kelas antidepresan

Tidak hanya satu, antidepresan itu terbagi menjadi beberapa kelas berdasarkan bahan kimia yang terkandung di dalamnya, Ladies. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) merupakan bahan yang paling banyak diresepkan dan termasuk dalam Prozac. Ia bekerja dengan serotonin terambil dan meningkatkan kadar serotonin pada tubuh. Selanjutnya, Cymbalta, di kelas yang berbeda, bekerja sebagai penghambat reuptake serotonin dan norepinefrin. Kelas lainnya ialah tricyclic antidepressants, yang bekerja pada ketiga neurotransmitter. Meski efektivitasnya lebih tinggi dari obat lain, obat yang satu ini jarang diresepkan. Pasalnya, obat ini memiliki efek samping yang cukup buruk dan bila dikonsumsi berlebihan (overdosis) dapat berakibat fatal. Terakhir, MAOI, kelas ini biasanya digunakan sebagai upaya terakhir karena efek sampingnya bisa sangat berbahaya. Semua kelas ini bekerja dengan cara yang berbeda. So, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan spesialisnya untuk mengetahui obat di kelas mana yang sesuai dengan kondisi yang kamu alami saat ini.

Baca juga: Bad Mood vs Depresi: Kenali Tanda dan Bedanya!

Psikiater

Psikiater merupakan dokter spesialis gangguan kejiwaan termasuk depresi. Mereka dilatih secara ekstensif, termasuk mengenai cara meresepkan obat psikiatri seperti antidepresan. Sayangnya, dari sejumlah obat antidepresan yang ada, sebanyak 80% antidepresan tidak diresepkan oleh psikiater, dan 73% di antaranya belum ada diagnosis psikiatri yang tepat. So, penting untuk mengonsultasikan obat antidepresan yang akan kamu konsumsi dengan psikiater dulu untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Efek samping

Efek samping dari antidepresan bisa berkisar dari ringan hingga sangat berat. Beberapa efek samping yang sering dialami banyak orang diantaranya mual, insomnia, kecemasan, kegelisahan, pusing, penambahan berat badan, sakit kepala, serta kelelahan. Terkadang pada beberapa orang efek sampingnya bisa lebih parah dan menimbulkan masalah baru. Misalnya, meningkatnya risiko pemikiran untuk bunuh diri. Bila ini terjadi, perlu segera ditangani dengan sangat cepat dan serius oleh ahli, Ladies. Biasanya setiap antidepresan menuliskan label peringatan pada kemasannya. Ini jangan sampai diabaikan ya, perlu kamu perhatikan, pertimbangkan, dan konsultasikan dengan ahli.

Penghentian konsumsi antidepresan secara tiba-tiba

Ketika konsumsi antidepresan dihentikan secara tiba-tiba bukannya perlahan, setelah penggunaan yang cukup panjang, kamu akan merasakan gejala yang tidak mengenakan, Ladies. Diantaranya flu, insomnia, mual, imbalance, gangguan sensorik, atau hyper-arousal. Gejala-gejala ini biasanya berlangsung selama 1-2 minggu. Bila kamu ingin menghentikan konsumsi, sebaiknya kamu konsultasikan dulu dengan ahli dan lakukan pengurangan secara perlahan, ya.

Depresi dapat membuat hidupmu sangat berubah, dan ini bukanlah sesuatu yang bisa kamu anggap remeh. Meski begitu, tetap pertimbangkan beberapa hal di atas ya Ladies, untuk mengetahui apakah langkahmu mengonsumsi antidepresan tertentu merupakan keputusan tepat. Tidak lupa juga, pengobatan dilakukan bersamaan dengan terapi bersama psikolog, ya. Agar tidak hanya menenangkan tubuh, kamu juga bisa memperbaiki akar masalah dari depresi yang kamu alami. Semangat, Ladies!

 

Sumber: All Women’s Talk

Must Read

Related Articles