OUR NETWORK

Cara Menjadi Pendengar yang Baik

Apa yang ladies rasakan ketika lagi curhat dari lubuh hati terdalam tapi yang ‘ditumpahkan’ curhatannya malah cuek, nggak fokus, dan malah lebih sibuk ngecek smartphone? Kesal? Sebal?

Sayangnya, belakangan ini hal ini sering kejadian nih. Karena sibuk dengan gadget, kadang kita lupa menjadi pendengar yang baik di dunia nyata. Baik itu menjadi pendengar yang baik untuk pasangan, keluarga ataupun juga sahabat. Padahal, menjadi pendengar yang baik ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Nah, jika saat ini kamu sedang bermasalah dengan menjadi pendengar yang baik, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan.

Tatap Mata Lawan Bicara

Tidak jarang, saat teman sedang bercerita kita malah fokus dengan gadget. Dan hal ini seringkali membuat orang-orang terdekat jadi malas untuk curhat. Oleh sebab inilah, kamu bisa memulainya dengan menyingkirkan gadget dan fokus dengan ceritanya dengan menatap matanya.

Selain membuatnya merasa dihargai, kamu juga akan bisa mudah paham dengan cerita yang sedang diutarakan. Jadi, tanpa lola alias loading lama lagi, kamu bisa memberikan tanggapan atau bahkan solusi yang sedang ia hadapi.

Jangan Memotong Pembicaraan

Etika berbicara yang baik salah satunya tidak memotong pembicaraan. Nah, ini juga perlu buat kamu ingat-ingat ya. Ketika orang terdekat sedang berbicara dan ‘menumpahkan’ segala isi hatinya kepadamu, usahakan untuk bersabar menunggunya sampai selesai bicara atau menunggu ada jeda untukmu.

Jika dia sudah selesai, kamu bisa membalasnya. Dan usahakan untuk memberikan saran ataupun masukan yang bijak dan baik agak perasaanya tidak tersinggung, apalagi jika dia sedang dalam masa tepuruk atau down bisa-bisa bakalan marah nantinya.

Fokus Boleh, tapi Jangan Terlalu Baper

Fokus dan memahami masalah memang hal yang sangat baik, namun jangan sampai kamu jadi baper yang berlebihan. Alih-alih membantu teman, malah nanti kamu jadi stres sendiri. Oleh sebab itulah, kamu perlu mengontrol emosi dan perasaan ketika orang terdekat sedang bercerita agar nantinya tetap bisa memberikan masukan yang baik dan rasional.

Menenangkan Saat Lawan Bicara Sedang Emosi

Ketika lawan bicara sedang menceritakan hal-hal yang sifatnya ‘panas’ alias penuh kemarahan, jadilah pribadi yang menyejukkan. Mereka yang sedang marah memang tidak mudah dinasehati, namun kamu bisa memberikan cara-cara yang efektif seperti halnya menepuk pundaknya atau memberikan air minum.

Tak Selalu Harus Berpihak Kepadanya

Sebagai orang dekat, kamu tidak harus memposisikan diri berpihak kepadanya saat sedang bercerita. Apabila kamu menganggap jika perbuatan yang sedang diceritakan salah, tegur. Keberpihakan dalam setiap situasi bisa saja membuat orang terdekat jadi semakin salah jalan. Nah, luruskan dia secara perlahan dan tegurlah dengan penuh kasih sayang jika memang sedang dalam jalan yang salah.

Tunjukkan Rasa Empati

Menunjukkan rasa empati ini berbeda ya dengan baper. Saat memposisikan diri dalam tempatnya, kamu akan dengan mudah tergerak untuk menolongnya. Selain itu dengan berempati juga membuktikan pada orang terdekat bahwa kamu peduli degan apa yang sedang dialaminya.

Lihat Masalah dari Berbagai Sudut Pandang

Sebagai pendengar yang baik, kamu juga bisa melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Bukan hanya dari sudut pandang orang yang sedang curhat kepada kamu saja. Jika kamu mampu melihat permasalahan dari berbagi sudut pandang, lambat laun ini bakal menjadi kebiasaan yang baik. Jika mengalami masalah, bukan fokus menyalahkannya malah nanti kamu bisa mengambil hikmah atau nilai positif dari apa yang telah terjadi.

Ternyata, tidak susah bukan menjadi pendengar yang baik? Yuk, terapkan cara-cara mudah yang sudah dijelaskan di atas agar kamu bisa sedikit meringankan beban orang-orang yang sedang curhat kepadamu. Karena kadang, seseorang cuma mau didengar. ?

Sumber dan foto: Trivia

Comments

Loading...