OUR NETWORK

Representatif Taylor Swift Klaim Big Machine Records Belum Bayar Royalti Senilai Rp111 Miliar

Representatif Taylor Swift Klaim Big Machine Records Belum Bayar Royalti Senilai Rp 111 Miliar
Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images

Perseteruan antara Taylor Swift dan Big Machine Records memanas. Sebelumnya, diva pop ternama tersebut menuding CEO serta founder Big Machine Scott Borchetta dan manajer selebritis Scooter Braun melakukan tirani pada lagu-lagu lama miliknya. Kali ini, representatif dari Taylor Swift mengklaim adanya royalti yang belum dibayarkan.

Pada 15 November, Tree Paine, representatif Taylor Swift memberikan tanggapan mengenai Big Machine Records. Satu hari sebelumnya, label ternama tersebut juga merilis pernyataan yang membantah tudingan dari Taylor Swift. Mereka balik menuding Taylor berutang jutaan dolar dan juga banyak aset secara kontrak. Mereka mengatakan perusahaab mereka “bertanggung jawab atas 120 karyawan yang bekerja keras yang membantu membangun kariernya.”

Tree Paine memberikan pernyataan bahwa sebaliknya. Menurutnya Big Machine Records yang berhutang pada Swift $7.9 juta atau sekitar Rp111 miliar untuk royalti yang belum terbayarkan.

Dia menulis dalam postingan di Twitter:

“Kenyataannya adalah, pada tanggal 28 Oktober 2019 pada jam 5:17 malam, Wakil Presiden, Manajemen Hak dan Urusan Bisnis dari Big Machine Label Group mengirim tim Taylor Swift sebagai berikut:

“Harap diperhatikan bahwa BMLG tidak akan setuju untuk mengeluarkan lisensi untuk rekaman yang ada atau keringanan dari pencatatan ulang sehubungan dengan dua proyek ini: Dokumenter Netflix dan acara “Double Eleven” dari Alibaba.

Baca juga: Album Lover dari Taylor Swift Catat Penjualan Tertinggi dalam Dua Hari di Amerika

Untuk menghindari pertengkaran yang salah, Taylor menampilkan tiga lagu dari album barunya Lover di acara Double Eleven. Karena jelas bahwa Big Machine Label Group merasa setiap pertunjukan televisi dari katalog lagu melanggar persetujuannya. Selain itu, kemarin Scott Borchetta, CEO dan pendiri Big Machine Label Group, dengan tegas menolak permintaan untuk penghargaan musik Amerika dan Netflix. Harap perhatikan dalam pernyataan Big Machine, mereka tidak pernah benar-benar menyangkal klaim Taylor tadi malam di posnya.

Terakhir, Big Machine berusaha membelokkan dan menghasilkan uang dengan mengatakan bahwa ia berutang kepada mereka, tetapi, seorang auditor profesional independen telah menentukan bahwa Big Machine berhutang $ 7,9 juta dolar kepada Taylor untuk royalti yang belum dibayar selama beberapa tahun.”

Belum ada tanggapan berikutnya dari kedua pihak mengenai klaim terbaru ini.

Sumber: cosmopolitan.com

Comments

Loading...