OUR NETWORK

Kenali Gejala dan Penanganan Penyakit Gonore

Kenali Gejala dan Penanganan Penyakit Gonore
Foto: unsplash.com/volodymyr hryshchenko

Penyakit gonore (GO) seringkali lebih dikenal dengan kencing nanah atau ‘pilek pada alat kelamin’. GO termasuk Infeksi Menular Seksual (IMS) yang berbahaya, namun dapat sembuh jika mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Namun, jika tidak segera ditangani ada berbagai risiko yang bisa dihadapi. Salah satunya risiko kemandulan dan infeksi janin.

GO disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan dapat menular ketika melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi atau terkena kontak dengan cairan tubuh mereka. Bahkan, dapat juga menular dari ibu kepada anak selama proses persalinan.

Dalam Virtual Media Briefing di Rabu (5/7) pagi tadi, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia menyampaikan pemaparannya mengenai GO. sayangnya, data pelaporan resmi di Indonesia masih kurang menyeluruh nih, Ladies. Jadi belum ada data yang akurat soal prevalensi GO di Indonesia. “Tapi menurut data terakhir dari WHO, pada tahun 2018 terdapat 98 juta kasus baru gonore. Terjadi peningkatan yang tajam dibanding pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebesar 62 juta kasus pada tahun 1999 dan 88 juta kasus pada tahun 2005. Diperkirakan terdapat sekitar 2 juta kasus baru di Indonesia setiap tahunnya. Sedangkan di AS, angka kejadian GO merupakan Infeksi Menular Seksual ke-2 terbanyak setelah Chlamydia.”

Kenali Gejala dan Penanganan Penyakit Gonore
r. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia. Foto: Eugenia Communications

Jika dibiarkan, GO dapat berkembang dan mengakibatkan berbagai risiko dan komplikasi penyakit dari ringan hingga berat. Secara anatomis, komplikasi GO dapat terjadi pada genital dan sekitarnya (seperti saluran kemih, panggul, dan kandungan) dan ekstra genital (faring/saluran menelan, selaput lendir mata/konjungtiva, sendi). “Infeksi GO berat dan lanjut pada wanita bahkan dapat menyebabkan penularan infeksi GO ke bayi saat proses melahirkan dan infertilitas (kemandulan).”

Kesadaran masyarakat mengenai GO juga masih rendah. Apalagi gejalanya sering tidak langsung terlihat saat pertama kali infeksi dan biasanya muncul sekitar 10-20 hari setelah infeksi.

Faktor risiko GO adalah mereka yang aktif secara seksual, memiliki pasangan seks yang baru, memiliki banyak pasangan seks, pernah didiagnosis gonore sebelumnya, dan memiliki infeksi menular seksual lainnya. Sementara gejalanya cuku berbeda antara pria dan wanita, Ladies. “Pada pria biasanya ditemukan gejala cairan yang keluar dari lubang genital dan rasa nyeri saat berkemih. Sedangkan pada wanita hampir semua bersifat tanpa gejala, kecuali pada infeksi yang sangat berat atau lanjut.” Lebih lanjutnya, kamu bisa simak gejalanya berikut ini, Ladies.

Gejala gonore pada laki-laki:

  • Frekuensi buang air kecil yang cukup sering
  • Keluarnya nanah dari penis (tetesan cairan) berwarna putih, kunung, krem, atau kehijauan
  • Bengkak dan kemerahan pada bukaan atau kulup penis
  • Bengkak atau nyeri pada testis
  • Sakit tenggorokan yang datang terus-menerus

Gejala gonore pada perempuan

  • Keluar cairan dari vagina (berair, menyerupai krim, sedikit kehijauan)
  • Ketika buang air kecil, ada sensasi nyeri dan rasa panas
  • Frekuensi buang air kecil yang cukup sering
  • Munculnya bercak darah atau perdarahan saat sedang tidak menstruasi
  • Rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual
  • Rasa nyeri di perut bagian bawah atau nyeri panggul
  • Bengkak pada vulva
  • Rasa terbakar atau panas di tenggorokan (setelah oral seks)
  • Demam

Seringnya, beberapa perempuan salah menebak infeksi yang diidapnya karena gejalanya seperti infeksi jamur vagina pada umumnya. Sebagian besar wanita hamil juga tidak menunjukkan gejala ketika mengalami gonore sehingga makin sulit terdeteksi. Apalagi beberapa gejala seperti keputihan, perdarahan, atau bercak darah pada vagina umum ditemui pada kehamilan biasa. Namun, infeksi gonore dapat membuat ibu hamil lebih rentan terserang HIV, beberapa infeksi menular seksual (IMS) lainnya, serta meningkatkan risiko terkena infeksi rahim setelah melahirkan. Jika ibu hamil mengidap gonore, janin juga dapat terinfeksi pada proses kelahiran saat bersentuhan dengan sekresi genital ibu. Jika bayi terinfeksi, gejala biasanya muncul 2-5 hari setelah kelahiran. Bayi yang terinfeksi dapat mengalami infeksi kulit kepala, infeksi mata serius, infeksi saluran pernapasan atas, uretritis, dan vaginitis. Infeksi bisa masuk ke darah bayi dan menyebabkan penyakit umum. Jika sudah menyebar ke seluruh tubuh, seperti pada orang dewasa, bakteri dapat menetap di satu atau lebih sendi, menyebabkan radang sendi atau radang jaringan di otak atau sumsum tulang belakang.

Kemandulan akibat gonore dapat terjadi jika gonore tidak diobati sehingga menyebabkan komplikasi besar, salah satunya kemandulan (infertility).

GO paling sering menyerang kandung kemih. Dan pada wanita, infertilitas faktor tuba menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia dan disebabkan penyakit menular seksual yang tidak diobati. Ini terjadi karena gonore dapat menyebar ke rahim dan saluran tuba sehingga menyebabkan jaringan parut pada tuba falopi dan menghalani jalur sel telur. Sedangkan pada pria, GO dapat menyebabkan tabung kecil melingkar di belakang testis di mana seluran sperma berada (epididimis) menjadi meradang.

dr. Anthony menjelaskan, penularan GO tidak selalu melalui penetrasi saat berhubungan seksual. Dapat menular juga melalui seks oral, anal, atau jika kontak dengan cairan tubuh pengidap GO. Karenanya untuk membantu mencegah gonore, gaya hidup dan kebiasaan menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan bisa diterapkan, Ladies. Kamu juga bisa melakukan pencegahan dengan melakukan vaksin HPV sebelum berusia 26 tahun. dr. Anthony menekankan bahwa penyakit GO dapat disembuhkan dan tidak perlu malu untuk berobat. Pemeriksaan fisik diperlukan untuk mengambil sampel dan selanjutnya akan diberikan antibiotik sesuai anjuran dokter.

Wah, jadi tahu makin banyak soal GO hari ini ya, Ladies. Ingat, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika kamu merasakan gejala di atas. Terutama kalau kamu aktif secara seksual.

Comments

Loading...