OUR NETWORK

Dorong Industri Tekstil yang Ramah Lingkungan, Lenzing Luncurkan Teknologi REFIBRA

Dorong Industri Tekstil yang Ramah Lingkungan, Lenzing Luncurkan Teknologi REFIBRA
Foto: sindonews.com

Baru-baru ini salah satu perusahaan yang berfokus pada produksi serat, Lenzing Group, mengumumkan keberhasilan dari inovasi terbarunya, yakni teknologi REFIBRATM. Teknologi rintisannya ini dapat mendaur ulang inti kapas yang merupakan sisa dari proses produksi barang untuk konsumen, seperti produksi garmen yang dicampur dengan bubur kayu. Proses ini pun menghasilkan serat TENCELTM Lyocell yang baru.

Lenzing membagikan fase pertama dari perkembangan teknologi REFIBRATM ini sejak bulan September 2019. Pada fase ini, dilakukan peningkatan komposisi pulp dari sisa kapas yang dikumpulkan dari proses pembuatan garmen hingga 30%. Kemudian, pada fase kedua, di antara 30% dari kandungan bahan baku daur ulang, teknologi ini dapat mencampur hingga 10% materi dari limbah pasca-konsumen ke dalam campuran bahan daur ulang bersama limbah pra-konsumen.

Dorong Industri Tekstil yang Ramah Lingkungan, Lenzing Luncurkan Teknologi REFIBRA
Foto: Lenzing

Dari perkembangan tersebut, Executive Director dari Canopy, Nicole Rycroft, menyatakan, pihaknya mengapresiasi dan menantikan pengembangan dan inovasi selanjutnya dari Lenzing. “Kami menantikan pengembangan dan inovasi dari Lenzing karena mereka bekerja secara signifikan untuk meningkatkan volume bahan baku yang berasal dari stok pakan Next Generation. Dan kami memahami bahwa merek dan peritel sangat mencari produsen serat yang mampu menggunakan hingga 50% bahan baku daur ulang pasca produksi barang untuk konsumen,” jelasnya.

Pengembangan teknologi tekstil daur ulang ini dianggap sesuai dengan visi Lenzing. Lenzing ingin membuat daur ulang limbah tekstil menjadi proses umum seperti daur ulang kertas.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, dengan teknologi REFIBRATM, Lenzing menggunakan limbah pasca konsumen sebagai bahan baku. Visi Lenzing tersebut dimuat dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN Sustainable Development Goal) 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Inovasi ini diakui Lenzing merupakan langkah pihaknya yang sangat berarti untuk mengatasi masalah global pembuangan limbah tekstil. Pada saat bersamaan dapat mengurangi ekstraksi kayu sebagai bahan baku dan mengurangi tekanan pada ekosistem hutan global. Dalam hal ini, sumber pasca konsumen yang didaur ulang tak hanya limbah berasal dari sumber lain. Visi Lenzing juga meliputi daur ulang kain dan pakaian dari bahan Lenzing sendiri. Teknologi ini dinilai Lenzing dapat membantu merevolusi industri mode. Selain itu juga dapat memberdayakan merek yang berfokus pada industri tekstil yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dorong Industri Tekstil yang Ramah Lingkungan, Lenzing Luncurkan Teknologi REFIBRA

Meski daur ulang, pihak Lenzing mengaku, tetap memerhatikan kualitas produknya. Diproduksi dalam proses loop tertutup, serat yang dihasilkan dari teknologi REFIBRATM akan 100% alami. Serat-seratnya juga akan menampilkan sifat-sifat seperti sirkulasi udara yang baik dan manajemen kelembapan yang baik. Seratnya juga halus seperti sutra dan kain yang kuat.

Baca juga: Lenzing Lebarkan Jangkauan dengan Gandeng TANGAN dan Jockey

Di sisi lain, kehadiran inovasi Lenzing ini juga diperuntukan untuk meningkatkan minat atas konsep ‘ekonomi sirkular’ di seluruh dunia. Pengembangan teknologi REFIBRATM tahap kedua dinilai dapat menjadi peluang bisnis untuk mendorong perkembangan ekonomi sirkular dan menjadi strategi pertumbuhan industri serat di masa depan.

Dorong Industri Tekstil yang Ramah Lingkungan, Lenzing Luncurkan Teknologi REFIBRA
Foto: Lenzing

Melalui inovasinya ini, Lenzing telah bekerjasama dengan berbagai merek dan pemangku kepentingan industri.

Lenzing akan terus berkolaborasi menjadi penggerak proses transisi menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan sirkular. Vice President of Global Business Management Textile of Lenzing, Florian Heubrandner, mengaku, tindakan yang dilakukan Lenzing ini didorong oleh tingginya permintaan konsumen atas produk yang lebih berkelanjutan.

“Selama beberapa tahun, kami telah melihat peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan konsumen. Kini, semakin banyak konsumen mencari produk yang lebih berkelanjutan dari barang yang ingin mereka beli. Jika perusahaan ingin benar-benar meningkatkan praktik keberlanjutannya, perusahaan perlu menguji kembali model bisnisnya saat ini dan memperkenalkan produk atau teknologi daur ulang yang baru. Di Lenzing sistem berkelanjutan ialah bagian dari DNA kamu, dan kamu akan terus berdiri di garus depan industri untuk membantu bisnis ini dengan penerapan praktik berbasis lingkungan,” jelasnya.

 

Sumber: Lenzing

Comments

Loading...