OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022

Hilangkan Rasa Iri Terhadap Anak Konglomerat, Bila Kamu Punya Ini

Melihat anak konglomerat di berbagai media sosial atau langsung dari dunia nyata memang membuat hati terasa panas. Apalagi, kalau kamu adalah orang biasa dan membutuhkan kerja keras untuk membeli sesuatu. Rasa iri itu pasti ada dalam hati.

Tetapi, apakah perlu menyimpan terus-menerus perasaan tersebut? Rasanya tidak perlu karena, orang kaya juga bisa bangkrut bahkan, posisinya jauh lebih buruk dari kamu. Hal tersebut bisa terjadi bila mereka tidak punya sifat seperti ini.

Malas untuk bekerja dan mengandalkan orang lain

Jika kamu adalah tipe orang yang suka bekerja keras dan selalu ingin berkembang, menyukai hal baru. Sepertinya, rasa iri tersebut sudah tidak perlu lagi, mengapa? Karena malas akan menghancurkan segalanya.

Apalagi, kalau mereka tidak mau berusaha sendiri dan memilih mengandalkan orang lain. Bisa saja dalam perjalanannya ditipu oleh karyawannya sendiri, atau bahkan ditusuk dari belakang oleh teman.

Dalam hidup ini semuanya bisa terjadi. Jadi, tetap waspada dalam menjalankan sesuatu. jangan pernah menyerah dan mengeluh untuk mempelajari hal yang baru. Mungkin, saat ini belum perlu tetapi, kamu tidak akan tahu besok atau lusa.

Tidak punya sahabat sejati

Bila kamu sekarang punya sahabat yang baik dan mau berkorban tulus serta bersedia menemani dalam keadaan senang atau susah. Maka, rasa iri tersebut seharusnya tidak perlu ada lagi dalam hati.

Perlu diingat dalam hidup ini bukan hanya harta saja yang diperlukan. Melainkan teman sejati yang bersedia menemani kamu di saat terjatuh. Bukan dikala senang saja, perlu diketahui saat ini memilih teman itu sangat sulit.

Banyak bermuka dua, mungkin mereka mau berteman dengan kamu hanya karena harta. Biasanya dibelikan makan atau bisa kemana saja gratis tanpa perlu membayar. Biasanya, anak konglomerat selalu dilingkupi orang semacam ini.

Hal itu disebabkan rasa haus kasih sayang akibat orang tuanya sibuk untuk bekerja. Sehingga, mereka selalu memberi apa saja asalkan mendapatkan perhatian yang dibutuhkan. Hingga, akhirnya salah dalam memilih teman.

Kondisi ini juga bisa terjadi saat memilih kekasih hati. Di mana, keadaannya tidak jauh berbeda. Bisa saja dibohongi begitu saja bukan karena cinta melainkan, mau mendekatinya hanya harta,

Bila terus-menerus dibiarkan maka, mereka akan menggerogoti harta secara perlahan. Hingga akhirnya, semua habis dan mereka akan ditinggal begitu saja. Bagaimana, kamu masih iri dengan anak konglomerat?

Selalu melihat harta orang tua

Jika kamu adalah orang yang suka membeli apa-apa sendiri dari hasil jerih payah. Maka, beruntunglah dan jangan punya rasa iri lagi dengan anak konglomerat yang semuanya selalu dibelikan oleh kedua orang tuanya.

Perlu diketahui, bahwa hidup ini ibarat seperti roda. Bila selalu melihat bagaimana harta orang tua hasilnya kurang bagus. Bayangkan saja bila seketika bangkrut maka mereka akan sulit untuk bangkit karena, tidak terbiasa berusaha sendiri.

Berbeda dengan kamu yang sudah berusaha dari nol. Jika, terjatuh masih paham bagaimana caranya untuk berdiri kembali. Jadi, tidak begitu terpuruk, proses kebangkitannya begitu cepat walau tetap butuh waktu.

Tetapi, setidaknya untuk menata kembali dan berpikir apa yang harus dilakukan setelah ini masih bisa. Kondisi tersebut merupakan pengaruh dari hidup mandiri, bukan dari melihat harta orang tua.

Baca juga: Waspadai Bahaya Toxic Friendship, Begini Ciri-cirinya

Tidak mempunyai rencana yang bagus

Hal terakhir yang membuat kamu harus memupus rasa iri terhadap anak konglomerat adalah mereka sulit menemukan rencana bagus untuk masa depan. Karena, orang tua menginginkan anaknya mengikuti jejak dan melanjutkan estafet tersebut.

Terkadang hal itu bisa berkecamuk dalam diri sehingga, membuatnya terpuruk dan terjatuh. Apalagi, bila mereka tidak mempunyai problem solving yang baik, sudah pasti kondisinya akan lebih berantakan dari yang kamu bayangkan.

Harus diakui rasa iri itu memang ada dan sulit untuk dihindari. Tetapi, percayalah bila kondisi tersebut bisa membuat kamu sendiri hancur. Cobalah bersyukur karena, anak konglomerat saja bisa jatuh miskin.

Must Read

Related Articles