OUR NETWORK

Pro dan Kontra Athleisure Makeup

NEW YORK, NY - DECEMBER 07: Gigi Hadid leads a Self Defense Workout at Reebok And Gigi Hadid Present #PerfectNever Revolution, celebrating the next stage of the brand's #PerfectNever message which inspires women to challenge the notion of perfection as part of its Be More Human campaign on December 7, 2016 at Skylight at Clarkson Square in New York City. (Photo by Getty Images for Reebok)

Selain merambah dunia fashion, athleisure kini merambah dunia makeup juga loh. Sebetulnya penerapan konsep athleisure dalam dunia kecantikan bukanlah hal yang baru. Ladies yang mengetahui keluarga Kardashian dan mungkin menonton reality show-nya akan melihat bagaimana para wanita Kardashian menyebarkan fenomena penggunaan makeup saat berolahraga. Athleisure makeup sebetulnya tidak memunculkan produk baru dan tetap menggunakan produk makeup yang sebelumnya telah ada seperti maskara tahan air dan tinted moisturizer. Hanya saja entah mengapa terdapat pengategorian penggunaan makeup tersebut menjadi athleisure makeup.

Meskipun tampak menyenangkan dan “boleh juga nih”, ternyata terdapat pro dan kontra atas kemunculan tren ini.

Athleisure makeup memberikan kita acuan untuk tetap tampil cantik dan memesona saat berolahraga. Namun, seperti yang ladies ketahui, menggunakan makeup saat berolahraga bukanlah hal yang direkomendasikan oleh ahli kulit. Perpaduan antara material makeup yang biasanya membahayakan kulit, keringat, panas, dan debu tentulah bukan resep untuk mendapatkan wajah yang sehat ataupun tampak flawless.

Menurut Angela Lamb, seorang dermatologis yang juga kepala Westside Mount Sinai Dermatology Faculty Practice, kondisi wajah yang terbaik sebelum melakukan olahraga adalah wajah yang bersih dan bebeas dari makeup. Kebersihan wajah diperlukan untuk mencegah penyumbatan pori-pori, yang sangat mungkin terjadi apabila wajah dalam kondisi ber-makeup.

Sedangkan dr. Heidi Waldorf, direktur unit dermatologi kosmetik dan laser menegaskan bahwa jerawat adalah problem kulit yang paling umum dialami setiap individu adalah jerawat. Bahkan produk yang noncomedogenig pun, apabila bercampur dengan keringat lalu luntur, akan membuka folikel sebaceous, mengiritasinya, dan akhirnya menimbulkan jerawat.

Bukan hanya perpaduan keringat dan makeup loh yang akan membuatmu berjerawat, Ladies.

Peralatan fitness pun bisa saja menimbulkan permasalahan di kulit apabila ladies menggunakan peralatan sewaan yang telah digunakan banyak orang sebelumnya. Selain itu, saat melakukan aktivitas olahraga, ada saatnya ladies tidak bisa tidak menyentuh wajah ladies. Nah, terbayang kan bagaimana kuman dan bakteri yang berasal dari keringat, peralatan fitness terpapar ke wajah ladies, dan akhirnya mengenai wajah? Apalagi makeup yang ladies gunakan belum tentu bersih maksimal karena makeup sendiri merupakan ‘pelabuhan’ bagi bakteri.

Bahaya dari penggunaan makeup saat berolahraga tidak berhenti di situ saja Ladies.

Bahaya selanjutnya adalah iritasi mata! Makeup yang bercampur keringat dan luntur sangat mungkin masuk ke mata dan menyebabkan mata perih serta iritasi. Bahaya yang terakhir adalah bahaya terhadap kondisi psikis dan pola pikir wanita. Angela Lamb menegaskan bahwa athleisure makeup merupakan tren dan beban tidak penting bagi kaum wanita. Athleisure makeup menegaskan bahwa perempuan harus terlihat sempurna setiap waktu padahal tubuh yang sehat jauh lebih penting daripada sekadar berwajah cantik. Lamb juga percaya bahwa tren ini hanyalah akal-akalan perusahaan kosmetik untuk mengeruk lebih banyak uang dari konsumen, serta menciptakan tren narsis.

Bagiaimana ladies? Apakah ladies ingin tetap mengikuti tren athleisure makeup ini? Atau lebih memilih untuk go all natural and healthy saja? Tips dari Mera Muda sih jika ladies hendak berolahraga, cukup gunakan sunscreen atau sunblock saja yang gunanaya adalah untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Jangan mau terkena bujuk rayuan perusahaan kosmetik untuk membeli produk yang justru membahayakan kulitmu. 😉

 

Sumber: Huffington Post

Comments

Loading...